@yadabim: don’t mess up my tempo

ญดบ.ที่แปลว่า ญาดาบิม
ญดบ.ที่แปลว่า ญาดาบิม
Open In TikTok:
Region: TH
Monday 19 January 2026 10:00:06 GMT
634175
104212
314
16881

Music

Download

Comments

famramil
Frm :
2026-01-20 04:01:40
10
fcarolina0
fcarolina0 :
Где посмотреть то можно❓
2026-01-21 13:24:13
15
odolkawe
𝚂𝚌𝚘𝚛𝚙𝚒𝚘⋆ :
mimi
2026-01-20 01:15:33
2
kpop71996
kpop :
2026-01-20 05:50:03
1
thanawatsangdee
เบ็ค แฮ่ม :
2026-01-19 13:55:25
1
pikpikry0
Pikry~ :
( ̄ヘ ̄)ᴴᴹᴹ
2026-01-19 16:28:10
1
mr.ek8
นาย เอก :
2026-01-20 09:25:06
1
moswathanyu
Mos Wathanyu :
อือหือ
2026-01-19 15:08:46
2
sami9937luoli
Luoli💙💙 :
Cute
2026-01-19 16:17:33
2
ggshop0656
Ggshop110 :
สวยมากค่า
2026-01-26 06:31:17
1
user002561
😺🙏🏻🤍user🤍 :
☺️🙏🏻💜🫶🏻🩷น่ารัก🩷🫶🏻💜
2026-01-20 06:20:00
1
namoeja9
Richard Moe Rick :
งุ้ยยยยยย 🥰💕🥰
2026-01-19 14:50:01
2
yusup_mulyawan
JAROT :
damn
2026-01-20 06:54:49
1
user9443010410612
user9443010410612 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 divina exquisita bella
2026-01-20 21:42:30
1
mbk_427
mbk_427 :
2026-01-20 04:56:13
1
baristaaagod
Baristaaa⛎ :
2026-01-20 11:57:26
2
note_050637
N o T e .มรึงมันมึน😉😝 :
สวยจัง😳😳
2026-01-20 04:08:12
1
koompeggy
หอยเม่นผัดขิง :
พิกัดชุดทีคนสวย
2026-01-20 04:40:17
5
weareoneexo0812
Adek pungutnya cahyono🐯 :
ya ampun lagu tempo jadi geol²🥺
2026-01-25 04:09:58
1
anonmgo
หยุดคิดได้ ก็หยุดทุกข์ :
✨😍
2026-01-19 15:03:36
1
babychrislucas
user27543891980 :
ขอบคุณที่เกิดมานะครับ🙏
2026-01-20 09:06:20
1
2.0.0.0136
A.AEK :
อยากเป็นพี่แก้ว😂
2026-01-23 14:36:15
1
2002_7k
IGLxKINGSONG :
2026-01-20 05:47:27
1
user8555306080881
นุ๊ก :
รักคับ☺️
2026-01-27 04:26:52
0
dyra.51
dyra :
bjir KA gakuat😍🤏
2026-01-19 10:03:38
0
To see more videos from user @yadabim, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pov : Perceraian kedua orang tuamu yang dipenuhi pertengkaran hebat akhirnya selesai di meja pengadilan. Ketika diberi pilihan untuk ikut siapa, kamu tanpa ragu memilih Papamu. Insting bertahan hidupmu menolak untuk tinggal bersama Mamamu yang berwatak keras, suka main tangan, dan selalu mencari masalah. Kamu mengira, ikut bersama Papamu ke rumah baru ini akan membawakan ketenangan. Namun, kamu terkejut saat mengetahui bahwa Evan—abangmu yang berusia 21 tahun dan sudah kuliah—ternyata juga memilih ikut Papamu. Karena Papamu adalah seorang pengusaha yang gila kerja dan jarang pulang, rumah megah ini lebih sering terasa seperti kuburan. Sunyi, dingin, dan hanya diisi oleh hawa mencekam di antara kamu dan Evan. Sudah beberapa minggu berlalu sejak kalian pindah, namun Evan tidak pernah memedulikan keberadaanmu. Setiap kali kalian berpapasan di lorong rumah, ia hanya akan menatapmu dengan pandangan lurus yang sarat akan kebencian. Sore itu, saat kamu baru pulang sekolah dan hendak ke dapur untuk mengambil minum, kamu mendapati Evan sedang duduk di meja makan sambil menyesap kopinya. Begitu melihat langkahmu terhenti di ambang pintu, ia meletakkan cangkirnya dengan hentakan kasar.
pov : Perceraian kedua orang tuamu yang dipenuhi pertengkaran hebat akhirnya selesai di meja pengadilan. Ketika diberi pilihan untuk ikut siapa, kamu tanpa ragu memilih Papamu. Insting bertahan hidupmu menolak untuk tinggal bersama Mamamu yang berwatak keras, suka main tangan, dan selalu mencari masalah. Kamu mengira, ikut bersama Papamu ke rumah baru ini akan membawakan ketenangan. Namun, kamu terkejut saat mengetahui bahwa Evan—abangmu yang berusia 21 tahun dan sudah kuliah—ternyata juga memilih ikut Papamu. Karena Papamu adalah seorang pengusaha yang gila kerja dan jarang pulang, rumah megah ini lebih sering terasa seperti kuburan. Sunyi, dingin, dan hanya diisi oleh hawa mencekam di antara kamu dan Evan. Sudah beberapa minggu berlalu sejak kalian pindah, namun Evan tidak pernah memedulikan keberadaanmu. Setiap kali kalian berpapasan di lorong rumah, ia hanya akan menatapmu dengan pandangan lurus yang sarat akan kebencian. Sore itu, saat kamu baru pulang sekolah dan hendak ke dapur untuk mengambil minum, kamu mendapati Evan sedang duduk di meja makan sambil menyesap kopinya. Begitu melihat langkahmu terhenti di ambang pintu, ia meletakkan cangkirnya dengan hentakan kasar. "Bisa gak, lo gak usah nampakin muka di depan gue?" ucapan Evan memecah keheningan, tajam dan dingin. Kamu menunduk, meremas tali tas sekolahmu. "Aku... cuma mau ambil air minum, Kak Evan." Evan terkekeh sinis, matanya menatap wajahmu dari atas ke bawah. "Cara lo bicara, tatapan mata lo yang sok tertindas itu... menjijikkan. Lo persis banget kayak Mama. Gak usah belaga polos di depan gue, YN. Setiap kali gue liat lo, gue cuma diingatkan sama perempuan gila yang hobi main tangan itu." Kamu memilih diam, tidak berani membantah. Kamu tahu persis bahwa Evan adalah sasaran utama kemarahan Mamamu dulu sebelum mereka bercerai, dan sialnya, kemiripan fisikmu membuat Evan melampiaskan trauma dan dendam masa lalunya kepadamu. Setelah mengambil air dengan tangan gemetar, kamu segera berlari masuk ke kamarmu, mengunci diri dari luar dunia Evan. Ketegangan yang tertimbun itu akhirnya meledak beberapa hari kemudian. Malam itu, Papamu pulang dengan gurat emosi yang sangat kental di wajahnya setelah mendapat laporan dari pihak universitas mengenai presensi Evan yang buruk dan keterlibatannya dalam perkelahian. Kamu yang sedang berada di lantai dua hanya bisa terpaku di dekat pagar tangga, mendengarkan bentakan Papamu dari dalam ruang kerja yang pintunya sengaja dibiarkan terbuka. "Papa kuliahkan kamu mahal-mahal bukan untuk jadi berandalan, Evan! Kamu mau mempermalukan Papa?!" suara Papamu menggelegar. Namun, Evan yang dasarnya berwatak keras kepala justru menjawab dengan nada menantang. "Aku emang brengsek, Papa! Tapi itu karena Papa dan Mama yang gak pernah becus urus anak! Jadi Papa gak usah sok ngatur hidup aku sekarang!" PLAK! Suara tamparan keras yang menggema membuatmu tersentak di kegelapan. Keheningan yang mencekam sempat turun beberapa saat, sebelum suara Papamu terdengar lagi—kali ini jauh lebih rendah, dingin, dan sarat akan ancaman mutlak. "Jangan pernah lancang di rumah ini, Evan. Kamu pikir kamu punya hak untuk bertingkah seenaknya? Jaga batasanmu. Kamu... bahkan tidak punya setetes pun darah saya yang mengalir di tubuhmu." Napasmu tertahan di tenggorokan. Jantungmu berpacu cepat mendengar kalimat itu. Kamu benar-benar terkejut karena selama delapan belas tahun hidup, kamu selalu mengira Evan adalah abang kandungmu. Di dalam ruangan, terdengar suara tawa hambar dari Evan yang bergetar karena shock. "Maksud Papa apa? Gak usah bercanda. Kalau aku bukan anak kandung, kenapa dulu waktu aku kecil Papa dan Mama selalu bilang ke keluarga besar kalau kalian bahagia banget akhirnya bisa punya anak laki-laki?! Tapi kenapa... kenapa setelah dapet, Mama malah selalu main kasar dan jadiin aku pelampiasan?!" •Lanjutan di komen, yang gak ada bisa ke ch. #evan #heeseung #enhypen #justpov

About