Hardi_ mystictools :
Beliau pernah berkata, selama mengabdi di institusinya, ia lebih sering dibenci daripada dihargai. Alasannya sederhana namun berat ia memilih untuk tidak ikut makan uang haram, tidak menikmati gaji buta, dan tidak menutup mata pada kebusukan yang dianggap “biasa”.
Karena pilihan itu, kariernya berjalan tertatih. Pangkatnya lambat naik, bukan karena ia tak mampu, melainkan karena para atasan takut suatu hari kebenaran akan ia suarakan, takut topeng mereka akan terbuka.
Ia berkali-kali dipindahkan ke pelosok, dijauhkan, disingkirkan. Namun meski dibenci dan ditekan, ia tak pernah bisa disingkirkan sepenuhnya. Di tengah lingkungan para serigala berbulu domba, ia bertahan dengan kecerdasan dan keteguhan hati.
Di institusi ini, yang jujur sering kali menjadi ancaman. Mereka yang bersih perlahan digeser ke sudut gelap, agar tak terlihat, agar tak bersuara. Dan di situlah ironi terbesar terjadi saat kejujuran dianggap kesalahan.
Padahal, justru orang-orang seperti beliaulah yang paling kita butuhkan orang yang memilih tetap lurus, meski harus berjalan sendirian.
2026-02-06 15:18:06