@tuanto0909: anh khóc vì giờ đây#buianhtuan #xhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh #timlaibautroi#xuhuong #xh

Tuấn tồ
Tuấn tồ
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 22 January 2026 04:50:25 GMT
98884
8150
29
1539

Music

Download

Comments

datnguyenkxtb
Nguyễn Đăng Đạt :
tone cao hơn cả đàn:))
2026-01-24 14:11:04
51
n.thang07
Thắng :
Tìm Lại Bầu Trời hit lớn của Tuấn Hưng
2026-01-23 10:20:00
31
bun2532
Bun :
Cắc như hạt
2026-01-31 08:24:30
0
vandat..hip00
Ra quân thì đổi tên :
Hay vl
2026-01-24 14:13:42
7
khong.biet356
. :
2026-01-25 15:35:39
6
mtien201006
Vu Minh Tien :
Tone cao thế😬
2026-02-09 05:49:06
0
buihducvinhh26112010
Duc Vinh :
hay..
2026-01-24 16:48:38
4
bngoccutephomaique_
Ding Phi Phi. :
2026-01-28 11:13:12
0
dinhtaitue29911
Đinh Tài Tuệ🤡 :
2026-01-27 11:59:02
0
tuanto031
Bùi Anh Tuấn(Tồ) :
E xin video ạ
2026-01-22 10:36:39
6
minh.tue.2805
dân nghèo🤡 :
2026-01-28 05:55:53
2
at.luna36
Người Giữ Mùa Hạ :
Idol hát đỉnh qá
2026-01-24 15:46:35
2
n.thang07
Thắng :
Bài này năm cấp 3 được bạn lớp trưởng cho nghe 😁
2026-01-23 10:20:49
6
_sukkhic
_sukkhic :
Tone trên trời
2026-01-22 10:07:29
6
bnhenry
henry :
Thử tône cao
2026-01-22 14:24:41
4
trinhhatuongvy
michelin :
tone trên đọt dừa
2026-01-25 06:46:12
1
baoo_minh4.7
Jwn :
🥰🥰
2026-02-01 09:30:44
0
fan_ronaldo907
10hkém7🤪😏 :
@@庆忠很帅
2026-01-24 14:47:39
0
nndm_akayoungdm4m
ducmanhh. :
@wyn.nah_
2026-01-24 04:52:06
0
athu_2072012
Triều_Be :
@Tiến Hải
2026-01-31 12:23:04
0
To see more videos from user @tuanto0909, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PADANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat mengungkap perkembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam perjanjian jual beli batu bara untuk Unit Pembangkitan Bukit Asam (UPB) Ombilin yang dilaksanakan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama tiga perusahaan pemasok selama periode 2020–2023. Perkembangan penanganan perkara tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumbar, Jumat (10/7). Kegiatan dipimpin Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya didampingi Kasubdit III Tipidkor. Dalam keterangannya, Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa penyelidikan awal saat ini menyoroti tiga perusahaan yang diduga terlibat dalam perjanjian jual beli batu bara untuk kebutuhan UPB Ombilin. Ketiga perusahaan tersebut yakni CV Putri Surya Pratama Natural (PSPN), CV Tahiti Coal (TC), serta konsorsium PT Mivagio Coal Indonesia (MCI) dan PT Nusa Alam Lestari (NAL). Penyidik mengacu pada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan indikasi kerugian negara sekitar Rp129 miliar. Nilai tersebut masih akan didalami dalam proses penyidikan untuk memastikan besaran kerugian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil pihak-pihak yang mewakili perusahaan terkait guna dimintai keterangan dan klarifikasi atas berbagai temuan yang telah dikumpulkan. Menurut Susmelawati, penanganan perkara di Sumatera Barat merupakan pengembangan dari penyelidikan yang sebelumnya dilakukan Mabes Polri terkait dugaan penyimpangan pengadaan batu bara di lingkungan PLN yang sempat dikaitkan dengan peristiwa blackout di sejumlah wilayah Sumatera. Hingga kini, Ditreskrimsus Polda Sumbar masih mengumpulkan dokumen, memeriksa saksi, serta melengkapi alat bukti guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Foto: Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya didampingi Kasubdit III Tipidkor memberikan keterangan pers terkait perkembangan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk UPB Ombilin di Mapolda Sumbar, Jumat (10/7).
PADANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat mengungkap perkembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam perjanjian jual beli batu bara untuk Unit Pembangkitan Bukit Asam (UPB) Ombilin yang dilaksanakan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama tiga perusahaan pemasok selama periode 2020–2023. Perkembangan penanganan perkara tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumbar, Jumat (10/7). Kegiatan dipimpin Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya didampingi Kasubdit III Tipidkor. Dalam keterangannya, Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa penyelidikan awal saat ini menyoroti tiga perusahaan yang diduga terlibat dalam perjanjian jual beli batu bara untuk kebutuhan UPB Ombilin. Ketiga perusahaan tersebut yakni CV Putri Surya Pratama Natural (PSPN), CV Tahiti Coal (TC), serta konsorsium PT Mivagio Coal Indonesia (MCI) dan PT Nusa Alam Lestari (NAL). Penyidik mengacu pada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan indikasi kerugian negara sekitar Rp129 miliar. Nilai tersebut masih akan didalami dalam proses penyidikan untuk memastikan besaran kerugian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil pihak-pihak yang mewakili perusahaan terkait guna dimintai keterangan dan klarifikasi atas berbagai temuan yang telah dikumpulkan. Menurut Susmelawati, penanganan perkara di Sumatera Barat merupakan pengembangan dari penyelidikan yang sebelumnya dilakukan Mabes Polri terkait dugaan penyimpangan pengadaan batu bara di lingkungan PLN yang sempat dikaitkan dengan peristiwa blackout di sejumlah wilayah Sumatera. Hingga kini, Ditreskrimsus Polda Sumbar masih mengumpulkan dokumen, memeriksa saksi, serta melengkapi alat bukti guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Foto: Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya didampingi Kasubdit III Tipidkor memberikan keterangan pers terkait perkembangan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk UPB Ombilin di Mapolda Sumbar, Jumat (10/7).

About