@camilotaveira1: Com quase 30 anos de história, o @yukaicozinhajaponesa segue sendo um dos melhores restaurante de cozinha japonesa em Bh. Por ser pioneiro no Rodízio, eles entregam sabor, comida fresca e uma qualidade impecável! A casa funciona de segunda a segunda (almoço e jantar) com opções super variadas de Rodízio e a lá cart. 🍱 Os rodízios são individuais e os valores são: • Vegano R$137,90 • Yukai R$ 99,90 . Yukai especial 129,90 *Os valores podem sofrer alterações sem aviso prévio* Os pedidos são realizados na própria mesa através de tablets, ou comandas (caso o cliente prefira desta forma) e os mesmos são produzidos na hora, com tempo de produção de 25 a 30 minutos. 📞 umSe desejar reservar, por gentileza, entre em contato pelo 3287-3001 ou WhatsApp 98737-7001. ⏰ O horário de funcionamento é de segunda a sexta das 11h30 às 15h e das 18h às 23h. Sábado, domingo e feriado das 12h às 23h. 📍 Endereço: Rua Grão Mogol, 1045, Sion Belo Horizonte #rodiziojapones #bh #belohorizonte #comidajaponesa

Camilo
Camilo
Open In TikTok:
Region: BR
Thursday 22 January 2026 16:57:40 GMT
67795
4928
108
1617

Music

Download

Comments

scrapiz
Gabi Araújo - Scrapiz :
Yukai ou Nashi?
2026-01-24 14:48:44
6
julianery15
Julia Nery :
Gente esse é melhor que o Nashy ?
2026-01-24 17:31:49
7
valgabriele
Valquíria :
Todas as peças no yukai são ótimas, mas demoram tanto para ficarem prontas que desanima. Frequento desde 2019 e parece que cada ano a demora fica maior
2026-01-24 13:03:40
6
alan.lima311
Alan Lima :
No Instagram os valores estão bem diferentes
2026-01-25 12:18:33
1
dudaxbb
Ⓜ️ eduarda :
N
2026-01-30 12:03:04
1
brunnogibramm
Brunno :
Sashimi é liberado ou tem limite de peças?
2026-01-23 13:36:38
1
kelen_miranda
Kelen Miranda :
Kero
2026-01-23 01:27:27
4
thaiscardeal0
Thais Cardeal36 :
Não iria. Eu não gosto🥺🥰
2026-03-16 17:37:54
1
virginiamartinsec
Virginia Martins :
Já fui nele e gostei muito!!!! (porém meu favorito ainda é o nashy 😅
2026-01-25 12:26:47
6
brunalage30
Bruna :
Claro amigo me chama
2026-02-03 15:12:34
2
.2430l
lulunna :
meu favoritooooo
2026-02-07 00:31:38
1
silvaniafs1
Silvânia S :
Tô em Betim, já estou indo 😂😂😂
2026-01-30 17:56:51
1
mineirinha.do.dorama
Dorama 🫰🏽 :
eu iria 🥰🥰🥰
2026-02-05 02:22:27
1
paullinha_guedes
Paullinha Guedes :
Quero ir
2026-01-23 12:51:14
1
renatapat
🖤 R E N A T A ✦✨ :
Oxi agora 😂😂
2026-01-22 21:39:08
1
ana_zeferinof
ana_zeferinof :
Meu restaurante japones favorito! Eu amo.
2026-01-24 20:01:25
1
paullinha_guedes
Paullinha Guedes :
Que top
2026-01-23 12:51:10
1
annalauranonato
annalauranonato :
valores
2026-01-27 18:42:26
1
chrisbarrosribeir
Chris Barros :
É perfeito! É o meu preferido!
2026-01-27 18:50:33
1
tatianesantos7890
tatianesantos7890 :
Eu iria sim amo sushi 🍣
2026-01-22 18:10:33
1
juniorfigueiredo25
Junior Figueiredo :
não
2026-01-24 21:10:34
1
riickfelix
Rick Félix :
Eu não consigo largar o Nashy
2026-02-26 23:08:41
4
niuslenenilzinha
niuslenenilzinha :
me leva meu aniversário 🎂 dia 14/02 eu topo
2026-02-03 22:20:56
1
etilaguedes
Étila Guedes :
Claro que sim
2026-01-25 00:25:23
1
To see more videos from user @camilotaveira1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ibnu Athaillah as-Sakandari membuka kitab Al-Hikam, karya yang dianggap salah satu rujukan tasawuf paling penting sepanjang masa, dengan satu kalimat yang langsung menembus jantung persoalan ini:
Ibnu Athaillah as-Sakandari membuka kitab Al-Hikam, karya yang dianggap salah satu rujukan tasawuf paling penting sepanjang masa, dengan satu kalimat yang langsung menembus jantung persoalan ini: "Di antara tanda bersandar pada amal adalah berkurangnya harapan ketika terjadi kesalahan (zalal)." Kalimat pembuka ini bukan kebetulan. Ia sengaja meletakkannya di baris pertama, seolah berkata: sebelum membahas apa pun tentang tasawuf, selesaikan dulu satu pertanyaan ini, kau sedang bersandar pada Allah, atau pada amalmu sendiri? 1. Ujian paling jujur bukan seberapa rajin ibadahmu, tapi apa yang terjadi pada harapanmu saat ibadah itu bolong. Coba perhatikan reaksimu sendiri ketika suatu hari kamu bolong shalat malam yang biasa kau jaga, atau tergelincir dalam dosa yang biasanya berhasil kau hindari. Kalau harapanmu kepada Allah ikut anjlok, seolah kedekatanmu dengan-Nya bergantung pada nilai rapormu — itu tanda yang dikatakan Ibnu Athaillah: kau sebenarnya sedang bersandar pada amal, bukan pada Allah. Orang yang benar-benar dekat dengan Allah tetap berharap penuh kepada-Nya, justru di saat ia gagal, karena ia tahu kedekatan itu tidak pernah bergantung pada performanya. 2. Ibnu Athaillah punya istilah tajam untuk ini: wirid vs warid. Wirid adalah rutinitas ibadahmu — dzikir, shalat sunnah, wirid harian yang kau jaga konsisten. Warid adalah apa yang datang dari Allah sebagai buahnya — ketenangan, cahaya di hati, rasa hadir. Ibnu Athaillah memperingatkan: banyak orang secara diam-diam beribadah untuk mengejar warid — mengejar rasa nikmatnya — bukan untuk menunaikan wirid itu sendiri sebagai bentuk ketaatan. Begitu rasa nikmat itu tidak kunjung datang, semangat ibadahnya melemah. Ini ujian yang halus sekali. Kau bisa terlihat sangat taat dari luar, tapi kalau motivasimu diam-diam adalah "supaya hatiku terasa tenang" atau "supaya doaku segera dikabulkan" — bukan murni karena itu perintah Allah — kau sedang dekat dengan hasil ibadah, bukan dengan Allah yang memerintahkannya. 3. Tanda yang lebih dalam: ibadah yang jalan terus meski tidak terasa apa-apa. Ibnu Athaillah menulis bahwa seorang hamba sejati adalah yang tetap beribadah dalam segala keadaan — saat lapang maupun sempit, saat merasakan kelezatan maupun kehampaan. Kalimatnya tegas: sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian) — bukan sampai datang kepadamu rasa nikmat dalam ibadah. Kalau kau hanya semangat ibadah ketika hatimu "dapat feel"-nya, dan lemas ketika terasa hambar, itu tanda kau sedang mencintai sensasi dari ibadah, bukan Dzat yang kau sembah lewat ibadah itu. 4. Yang menohok dari semua ini: rutinitas ibadah yang paling rapi sekalipun bisa jadi hijab, kalau diam-diam kau lebih percaya pada jadwalmu daripada pada Allah yang di baliknya. Pertanyaan untuk direnungkan malam ini: kalau tiba-tiba semua ibadahmu selama ini terasa kosong — tidak ada ketenangan, tidak ada tanda dikabulkan, tidak ada rasa dekat — apakah kau akan tetap berharap penuh kepada Allah, atau harapanmu ikut runtuh bersama rasa itu? Jawaban jujur atas pertanyaan ini, kata Ibnu Athaillah, adalah cara paling akurat untuk tahu kau sedang dekat dengan siapa.

About