@diviine23: Coquette Slipper from Marche. #slippers #slippersforwomen

Divine
Divine
Open In TikTok:
Region: PH
Sunday 25 January 2026 01:01:35 GMT
294911
850
23
156

Music

Download

Comments

user39331745430
❤️GRACE ❤️ :
db masakit sa paa?
2026-01-30 19:58:21
3
aslanisashop
Alishop🛍️ :
ay wow ang ganda ng slippers nito mima ko, hindi bato masakit sa paa?
2026-02-14 13:10:21
2
elyshop124
ely :
ganda at mura
2026-02-14 11:16:27
3
bigmistake.o11
BGC.liezel :
Ganda naman Yan
2026-02-12 11:22:50
3
jheckzz7
Jherick :
true to size poh b yan
2026-04-07 08:13:01
1
user2613483174616
Yola04 :
pede po b Yan sa water
2026-05-22 09:44:57
0
leonora.ocampo
Leonora Ocampo :
Hindiba plastic
2026-05-31 06:03:47
0
airelm1
ᴀɪʀᴇʟᴍ💫 :
ganda neto ang comfy
2026-02-17 06:20:06
1
sweetlove545
my love😘😘 :
order na ako mie zs 40
2026-02-19 16:34:35
1
lisa_losia
bobette<3 :
hm
2026-03-12 02:27:42
0
susan.sta.ana
Susan Sta Ana :
Walang yellow basket
2026-03-20 03:57:14
0
probinsyanangtagamaynila
Probinsyanang taga maynila😊 :
nice ng kulay ng slippers
2026-02-20 14:03:27
1
sanchez52516
🎀 RAINBOW 🎀 :
pretty
2026-03-04 23:54:54
1
ugom_ugom
who's christine? :
hindi bayan masakit sa paa?
2026-05-19 19:27:34
0
concepcionbaula
concepcionbaula :
❤️❤️❤️
2026-03-07 01:39:19
1
divine5332
divine :
❤️❤️❤️
2026-01-27 12:25:55
2
giedesdar
giedesdar :
♥️
2026-02-17 05:16:50
1
shenie.padomon
Shenie Padomon :
😁😁😁
2026-03-13 03:33:14
0
patricia.ortega558
Patricia Ortega :
🥰🥰🥰
2026-03-20 00:50:23
0
18algamboa
ajsaddam 02 :
🥰🥰
2026-02-17 09:23:52
0
mommyaiko12
Momy Aiko🥰 :
😁
2026-04-11 17:23:50
0
To see more videos from user @diviine23, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kita wajar mendidih darahnya melihat apa yang terjadi pada aktivis Flotilla Gaza. Mereka murni membawa bantuan nyawa dan makanan, tapi dicegat paksa di laut bebas, ditangkap, disiksa, dan banyak kesaksian mengerikan soal pelecehan hingga dugaan pemerkosaan paksa. Ini adalah pembajakan brutal yang menginjak-injak hukum internasional! Tapi mari kita bicara pakai akal sehat dan realita geopolitik. Di titik krisis ini, sekadar mengamuk dan meratap di media sosial TIDAK AKAN PERNAH cukup untuk mengubah keadaan. Negara harus bergerak lewat diplomasi tingkat tinggi yang bertaring! Itulah alasan kuat kenapa Presiden Prabowo saat ini sedang berada di Eropa. Beliau sedang membuka keran kerja sama ekonomi, investasi, dan energi demi membangun bargaining power (posisi tawar) Indonesia di mata dunia. Logikanya keras tapi nyata: Suara kita untuk membela Palestina di kancah global hanya akan ditakuti dan didengar kalau fondasi ekonomi bangsa ini kuat! Palestina bukan isu asing. Mereka punya tempat khusus dalam sejarah kemerdekaan kita, dan Indonesia tidak akan pernah diam. Sikap negara kita hari ini sangat jelas: Ekonomi nasional terus diperkuat, perlindungan terhadap WNI dan relawan kemanusiaan di garis depan adalah harga mati, dan pembelaan mutlak untuk Palestina terus disuarakan di meja diplomasi. Indonesia harus hadir di panggung dunia bukan sekadar sebagai negara yang jago marah-marah, tapi sebagai negara berdaulat yang punya posisi tawar, diplomasi yang tajam, dan nyali besar untuk berdiri paling depan di sisi kemanusiaan. 🇮🇩🇵🇸🔥 #DiplomasiIndonesia #PrabowoSubianto #FlotillaGaza #FreePalestine #Kemanusiaan #BelaPalestina #IndonesiaKuat #FaktaBicara #HukumInternasional #StopKejahatanPerang #SikapTegas
Kita wajar mendidih darahnya melihat apa yang terjadi pada aktivis Flotilla Gaza. Mereka murni membawa bantuan nyawa dan makanan, tapi dicegat paksa di laut bebas, ditangkap, disiksa, dan banyak kesaksian mengerikan soal pelecehan hingga dugaan pemerkosaan paksa. Ini adalah pembajakan brutal yang menginjak-injak hukum internasional! Tapi mari kita bicara pakai akal sehat dan realita geopolitik. Di titik krisis ini, sekadar mengamuk dan meratap di media sosial TIDAK AKAN PERNAH cukup untuk mengubah keadaan. Negara harus bergerak lewat diplomasi tingkat tinggi yang bertaring! Itulah alasan kuat kenapa Presiden Prabowo saat ini sedang berada di Eropa. Beliau sedang membuka keran kerja sama ekonomi, investasi, dan energi demi membangun bargaining power (posisi tawar) Indonesia di mata dunia. Logikanya keras tapi nyata: Suara kita untuk membela Palestina di kancah global hanya akan ditakuti dan didengar kalau fondasi ekonomi bangsa ini kuat! Palestina bukan isu asing. Mereka punya tempat khusus dalam sejarah kemerdekaan kita, dan Indonesia tidak akan pernah diam. Sikap negara kita hari ini sangat jelas: Ekonomi nasional terus diperkuat, perlindungan terhadap WNI dan relawan kemanusiaan di garis depan adalah harga mati, dan pembelaan mutlak untuk Palestina terus disuarakan di meja diplomasi. Indonesia harus hadir di panggung dunia bukan sekadar sebagai negara yang jago marah-marah, tapi sebagai negara berdaulat yang punya posisi tawar, diplomasi yang tajam, dan nyali besar untuk berdiri paling depan di sisi kemanusiaan. 🇮🇩🇵🇸🔥 #DiplomasiIndonesia #PrabowoSubianto #FlotillaGaza #FreePalestine #Kemanusiaan #BelaPalestina #IndonesiaKuat #FaktaBicara #HukumInternasional #StopKejahatanPerang #SikapTegas
Ada momen ketika kita merasa harus menjelaskan kebenaran agar semuanya jelas. Kita merapikan kata, memberi alasan, bahkan mengulang agar tidak ada yang salah paham. Tapi tidak semua orang datang untuk memahami. Sebagian hanya datang untuk menolak sejak awal. Riset tentang bias konfirmasi dari University of California, Berkeley menunjukkan bahwa manusia cenderung mencari informasi yang menguatkan keyakinannya, bukan yang menantangnya. Dalam bahasa sederhana, kalau seseorang sudah memutuskan untuk tidak setuju, penjelasan terbaik pun sering tidak mengubah apa-apa. Kalau sering merasa sudah menjelaskan panjang lebar tapi tetap diputarbalikkan, mungkin yang perlu dilihat bukan cara menjelaskan, tapi niat orang yang mendengar. Ada cara untuk tetap menjaga kewarasan tanpa harus terus menguras energi pada hal yang tidak bergerak. 1. Bedakan Orang Yang Ingin Paham Dan Yang Ingin Menang Tidak semua diskusi bertujuan mencari kebenaran. Ada yang hanya ingin mempertahankan posisi sendiri. Misalnya terus mengulang argumen yang sama tanpa benar-benar menanggapi penjelasan yang sudah diberikan. Mengenali ini membantu menentukan kapan perlu berhenti. 2. Sadari Tanda Penolakan Sejak Awal Sikap menolak sering terlihat dari awal, hanya saja sering diabaikan karena ingin tetap menjelaskan. Contohnya langsung memotong pembicaraan atau menolak tanpa mendengar sampai selesai. Tanda ini penting untuk diperhatikan. 3. Hentikan Kebiasaan Menjelaskan Berulang Menjelaskan hal yang sama berkali-kali pada orang yang tidak berubah hanya menguras energi. Misalnya terus mengulang alasan yang sudah jelas, tapi tetap tidak diterima. Menghentikan ini adalah bentuk menjaga diri. 4. Jangan Mengira Logika Akan Selalu Diterima Tidak semua orang menggunakan logika sebagai dasar menerima sesuatu, meski penjelasan sudah jelas. Contohnya argumen rasional tetap ditolak karena bertentangan dengan keyakinan pribadi. Logika tidak selalu menjadi pintu masuk. 5. Perhatikan Bagaimana Penjelasan Diputarbalikkan Orang yang tidak berniat memahami sering menggunakan penjelasan untuk menyerang balik dengan cara berbeda. Misalnya mengambil sebagian kecil dari penjelasan untuk mengubah arah pembicaraan. Di sini perlu berhenti sebelum semakin melebar. 6. Tetapkan Batas Dalam Diskusi Tidak semua percakapan perlu dilanjutkan sampai selesai, terutama jika tidak lagi sehat. Contohnya memilih diam atau mengakhiri pembicaraan ketika arah sudah tidak produktif. Batas ini menjaga energi tetap terjaga. 7. Pilih Di Mana Energi Digunakan Energi terbatas, dan tidak semua situasi layak untuk diperjuangkan dengan penjelasan panjang. Misalnya memilih menjelaskan pada orang yang terbuka, bukan pada yang sudah menutup diri. Pilihan ini membuat usaha lebih bermakna. Banyak orang lelah bukan karena tidak benar, tapi karena terus menjelaskan pada tempat yang tidak pernah berubah. Di situlah energi habis tanpa hasil. Perubahan tidak berarti berhenti berkomunikasi. Cukup mulai dengan memilih kapan menjelaskan, dan kapan berhenti. Kebenaran tidak selalu butuh penjelasan panjang, terutama pada mereka yang sejak awal tidak ingin melihatnya.
Ada momen ketika kita merasa harus menjelaskan kebenaran agar semuanya jelas. Kita merapikan kata, memberi alasan, bahkan mengulang agar tidak ada yang salah paham. Tapi tidak semua orang datang untuk memahami. Sebagian hanya datang untuk menolak sejak awal. Riset tentang bias konfirmasi dari University of California, Berkeley menunjukkan bahwa manusia cenderung mencari informasi yang menguatkan keyakinannya, bukan yang menantangnya. Dalam bahasa sederhana, kalau seseorang sudah memutuskan untuk tidak setuju, penjelasan terbaik pun sering tidak mengubah apa-apa. Kalau sering merasa sudah menjelaskan panjang lebar tapi tetap diputarbalikkan, mungkin yang perlu dilihat bukan cara menjelaskan, tapi niat orang yang mendengar. Ada cara untuk tetap menjaga kewarasan tanpa harus terus menguras energi pada hal yang tidak bergerak. 1. Bedakan Orang Yang Ingin Paham Dan Yang Ingin Menang Tidak semua diskusi bertujuan mencari kebenaran. Ada yang hanya ingin mempertahankan posisi sendiri. Misalnya terus mengulang argumen yang sama tanpa benar-benar menanggapi penjelasan yang sudah diberikan. Mengenali ini membantu menentukan kapan perlu berhenti. 2. Sadari Tanda Penolakan Sejak Awal Sikap menolak sering terlihat dari awal, hanya saja sering diabaikan karena ingin tetap menjelaskan. Contohnya langsung memotong pembicaraan atau menolak tanpa mendengar sampai selesai. Tanda ini penting untuk diperhatikan. 3. Hentikan Kebiasaan Menjelaskan Berulang Menjelaskan hal yang sama berkali-kali pada orang yang tidak berubah hanya menguras energi. Misalnya terus mengulang alasan yang sudah jelas, tapi tetap tidak diterima. Menghentikan ini adalah bentuk menjaga diri. 4. Jangan Mengira Logika Akan Selalu Diterima Tidak semua orang menggunakan logika sebagai dasar menerima sesuatu, meski penjelasan sudah jelas. Contohnya argumen rasional tetap ditolak karena bertentangan dengan keyakinan pribadi. Logika tidak selalu menjadi pintu masuk. 5. Perhatikan Bagaimana Penjelasan Diputarbalikkan Orang yang tidak berniat memahami sering menggunakan penjelasan untuk menyerang balik dengan cara berbeda. Misalnya mengambil sebagian kecil dari penjelasan untuk mengubah arah pembicaraan. Di sini perlu berhenti sebelum semakin melebar. 6. Tetapkan Batas Dalam Diskusi Tidak semua percakapan perlu dilanjutkan sampai selesai, terutama jika tidak lagi sehat. Contohnya memilih diam atau mengakhiri pembicaraan ketika arah sudah tidak produktif. Batas ini menjaga energi tetap terjaga. 7. Pilih Di Mana Energi Digunakan Energi terbatas, dan tidak semua situasi layak untuk diperjuangkan dengan penjelasan panjang. Misalnya memilih menjelaskan pada orang yang terbuka, bukan pada yang sudah menutup diri. Pilihan ini membuat usaha lebih bermakna. Banyak orang lelah bukan karena tidak benar, tapi karena terus menjelaskan pada tempat yang tidak pernah berubah. Di situlah energi habis tanpa hasil. Perubahan tidak berarti berhenti berkomunikasi. Cukup mulai dengan memilih kapan menjelaskan, dan kapan berhenti. Kebenaran tidak selalu butuh penjelasan panjang, terutama pada mereka yang sejak awal tidak ingin melihatnya.

About