@missnearingsmontessori: My goals as a parent are intentional playtime. That means removing the background distractions of TV so I don’t get distracted and can be fully invested in playtime as well! #screenfreekids #montessori #montessorimom #newmom #montessoriathome

Miss Nearing’s Montessori
Miss Nearing’s Montessori
Open In TikTok:
Region: US
Monday 26 January 2026 16:09:25 GMT
5826
512
12
26

Music

Download

Comments

tayloradams63
Taylor Adams :
Do you play music in place of tv or is it quiet all day? We usually have music playing lightly all day with no tv until the evening.
2026-01-27 14:20:23
3
caz_vs_u
Your Local weirdo :
thank you! both my mom and my mother-in-law put the TV on in the background 24/7 when they're babysitting my nieces and it drives me insane.
2026-03-13 23:20:20
0
hmurpschzl7
Murpr123 :
I disagree with this. Sort of. I’m a teacher and I am Gen X. Gen X grew up, at least most of us, with a television or radio on constantly. It was not necessarily on for us, mostly for our parents. I think that kids today don’t have the attention span to sit and watch a movie most likely due to too much Screen Time such as iPads or laptops. They do not necessarily have a television on all the time at home.
2026-02-04 20:40:52
1
erin.d.2007
Mrs.D :
I had a teacher in middle school that would show a boring movie 98% of the time and we had to take a certain amount of notes
2026-01-28 02:44:36
0
mommagyno
Serena Jefferson :
Agreed
2026-02-05 18:26:16
0
birchviewkid
CK :
Yes 100%. To the point I won’t do it again. They are only interested in short clips.
2026-01-27 13:32:33
0
emyleydryden
user4159458027342 :
As GenX, I can tell you my house was noisier. We ALWAYS had a TV on in the livingroom and basement, and a radio playing in the kitchen and every bedroom (4). My dad loved talk radio (he grew up listening to serials). Our parents were some if the 1st gen to have The Pill. So they grew up with 11 siblings. If a house was quiet, it unnerved them. 1970s, 1980s it was noisier. Until the walkman became popular, and headphones became the norm. My 94 yo mom STILL runs TVs 24/7.
2026-01-27 16:07:56
2
ionadaycare
ionadaycare 🇨🇦 :
Agreed but the children who don’t get TV time can’t keep their eyes off it when it’s on.
2026-01-27 16:17:47
0
laurenbolhuis
lauren bolhuis :
100% agree with this!
2026-01-26 22:52:07
3
mrsrouge7
MommaRouge :
I totally agree. We only have a movie for movie time only.
2026-01-27 19:33:59
0
user069365371
Michelle DiGiovanni :
I agree!
2026-01-27 01:55:16
0
_justanothermom
Just Another Mom :
YESSSSSSSSSSSSS. I started to hate ever showing them
2026-02-01 04:20:13
0
To see more videos from user @missnearingsmontessori, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗢𝗸𝗻𝘂𝗺 𝗡𝗴𝗮𝗸𝘂 𝗪𝗮𝗿𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗔𝗱𝗮 𝗥𝗮𝗺𝗽𝗮𝘀 𝗛𝗣 𝗱𝗶 𝗣𝗼𝗹𝘀𝗲𝗸 𝗞𝘂𝘁𝗮 Segera setelah beredar video di media sosial yang menyebut telepon genggam seseorang yang mengaku sebagai wartawan dirampas oleh Kapolresta Denpasar saat berada di Polsek Kuta, Polresta Denpasar memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terpengaruh oleh narasi yang tidak sesuai dengan fakta. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., menjelaskan peristiwa tersebut berawal dari penanganan laporan dugaan tindak pidana pengancaman dan penganiayaan yang terjadi di Bali Sun Tropical Hotel & Spa, Jalan Lebak Bene, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 21.30 Wita. Dalam perkara tersebut, pria yang kemudian mengaku sebagai wartawan berstatus sebagai pihak terlapor dalam laporan yang sedang ditangani oleh Polsek Kuta.
𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗢𝗸𝗻𝘂𝗺 𝗡𝗴𝗮𝗸𝘂 𝗪𝗮𝗿𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗔𝗱𝗮 𝗥𝗮𝗺𝗽𝗮𝘀 𝗛𝗣 𝗱𝗶 𝗣𝗼𝗹𝘀𝗲𝗸 𝗞𝘂𝘁𝗮 Segera setelah beredar video di media sosial yang menyebut telepon genggam seseorang yang mengaku sebagai wartawan dirampas oleh Kapolresta Denpasar saat berada di Polsek Kuta, Polresta Denpasar memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terpengaruh oleh narasi yang tidak sesuai dengan fakta. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., menjelaskan peristiwa tersebut berawal dari penanganan laporan dugaan tindak pidana pengancaman dan penganiayaan yang terjadi di Bali Sun Tropical Hotel & Spa, Jalan Lebak Bene, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 21.30 Wita. Dalam perkara tersebut, pria yang kemudian mengaku sebagai wartawan berstatus sebagai pihak terlapor dalam laporan yang sedang ditangani oleh Polsek Kuta. "Berdasarkan keterangan pelapor dan para saksi, perselisihan bermula dari cekcok yang kemudian berkembang menjadi dugaan pengancaman dan pelemparan benda. Terlapor juga diduga membawa benda yang menyerupai brass knuckle serta mengucapkan ancaman kepada pihak pelapor. Atas kejadian tersebut, personel kepolisian mendatangi lokasi dan membawa para pihak ke Polsek Kuta untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur," jelas Kapolresta Denpasar. Kapolresta menambahkan saat berada di Polsek Kuta, terlapor datang dalam kondisi yang diduga dipengaruhi minuman beralkohol dan masih membawa sebotol minuman keras. Yang bersangkutan kemudian mengaku berprofesi sebagai wartawan. Namun, ketika diminta menunjukkan kartu pers sebagai identitas profesinya, terlapor menyampaikan bahwa kartu tersebut berada di kamar hotel. Sekitar Pukul 02.00 Wita, Kapolresta Denpasar tiba di Polsek Kuta untuk memantau secara langsung proses penanganan perkara sekaligus berupaya menenangkan situasi agar tetap kondusif. "Dalam situasi tersebut saya meminta agar aktivitas merekam atau memvideokan dihentikan untuk sementara demi menjaga ketertiban dan kelancaran proses penanganan perkara. Permintaan tersebut bukan merupakan tindakan merampas telepon genggam milik yang bersangkutan dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk menghalangi kerja jurnalistik," tegas Kapolresta. Ia menjelaskan pada saat itu yang bersangkutan merupakan pihak terlapor dalam suatu perkara dan belum dapat dimintai keterangan secara optimal karena kondisi yang bersangkutan saat itu. Lebih lanjut, Kapolresta Denpasar menyampaikan hasil pemeriksaan urine yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polresta Denpasar menunjukkan hasil positif benzodiazepine. Namun demikian, hasil tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya penggunaan obat berdasarkan resep dokter atau indikasi medis tertentu, sehingga tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penyalahgunaan narkotika. "Kami mengedepankan asas praduga tak bersalah. Hasil pemeriksaan tersebut masih memerlukan pendalaman sesuai mekanisme yang berlaku dan tidak serta-merta menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya penyalahgunaan narkotika," ujarnya. Kapolresta Denpasar juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai potongan video maupun narasi yang beredar tanpa memahami keseluruhan kronologi kejadian. . Selengkapnya: Pilarbalinews.com

About