@cakpardytailor: Makam Syekh Maulana Ishaq, ayah dari Sunan Giri dan salah satu tokoh penting penyebar Islam di Jawa, terletak di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

Cak Pardy Tailor
Cak Pardy Tailor
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 28 January 2026 08:31:36 GMT
36778
292
15
112

Music

Download

Comments

ferryfirdaus825
Miftachul Jannah :
saya baru kasana
2026-02-04 09:13:40
0
ma.hady__1990
««مَعْهَدِی--90»» :
bismillah ,,akhir mei mau kesana bersama rombongan anak2 TPQ kami
2026-04-19 09:15:26
1
hari.anto3730
Hari Anto :
2026-10-23 01:11:19
0
nuna.ubur_ubur
noona.ubur-ubur :
alhamdulillah oktober tahun kemren bermalam disitu.jd pengen ke situ lagi deh 🥰
2026-06-15 01:20:01
0
bimaasukamatchaaa_
BIMAsukamieayam😋 :
iki seng cedak pantai aku pernah kesitu 😁
2026-03-21 17:01:09
0
arbainah0851
arbainah :
2026-03-19 06:24:35
0
nur.hidayah8393
nur hidayah :
🥰
2026-04-05 10:09:06
0
anatomboi5850
tomboi🥰🥰 akun ke 2 :
♥️♥️♥️
2026-01-29 09:48:26
0
.mbak977
Mbak :
🥰🥰🥰🥰🥰,,,,,,,,,,,,,,,
2026-01-28 11:04:38
0
muhammadirfan_241
Muhammad Irfan :
🥰
2026-02-24 12:27:29
0
To see more videos from user @cakpardytailor, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh keputusasaan, dan membuatku sering menangis terisak sendirian di sudut kamar seusai lelah merawatnya, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku  aku sudah sangat capek dan lelah mental merawat suamiku yang menderita hipertensi menahun tapi tak kunjung sembuh, sampai-sampai aku bingung setengah mati harus mencari obat apa lagi yang benar-benar ampuh untuk menyelamatkannya. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh.  Tiap kali suamiku pulang kerja dengan muka pusing, ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.”  Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan,  menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh keputusasaan, dan membuatku sering menangis terisak sendirian di sudut kamar seusai lelah merawatnya, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku aku sudah sangat capek dan lelah mental merawat suamiku yang menderita hipertensi menahun tapi tak kunjung sembuh, sampai-sampai aku bingung setengah mati harus mencari obat apa lagi yang benar-benar ampuh untuk menyelamatkannya. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali suamiku pulang kerja dengan muka pusing, ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisiknya melemah, dan butuh pengobatan serta kontrol seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Rumah tangga kami berubah jadi penjara penderitaan: suami terbaring sakit menahun tak kunjung sembuh, tabungan ludes tak bersisa untuk beli obat ke sana ke mari, dan aku terjebak dalam kelelahan fisik serta mental yang luar biasa berat. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu kami begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang tersiksa seumur hidup, tapi isi dompet, keutuhan rumah tangga, dan kewarasan kita ikut dihancurkan tak bersisa. #fyp #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi #viral

"সুন্দরী মেয়েদের দিকে কখনো তাকাবেন না, কারণ ওইটা সরকারি চাকরি জীবি [টাকলা] কাকুর হক.!!💁‍♂️👴🙏 *✦ 𝐔𝐬𝐞 𝐇𝐞𝐚𝐝𝐩𝐡𝐨𝐧𝐞 🎧* *╰┈➤ 𝐅𝐞𝐞𝐥 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐒𝐨𝐧𝐠 ❤️ 𝐋𝐨𝐅𝐢 𝐑𝐞𝐦𝐢𝐱 🦋 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐥𝐚𝐝𝐞𝐬𝐡 𝐦𝐚𝐲 🎬 𝐧𝐞𝐯𝐞𝐫 𝐟𝐮𝐥𝐲 𝐮𝐧𝐝𝐞𝐫𝐬𝐭𝐚𝐧𝐝 𝐡𝐨𝐰 𝐦𝐮𝐜𝐡 𝐈 𝐥𝐨𝐯𝐞 𝐲𝐨𝐮."! 🥺 🌸𝐋𝐨𝐅𝐢 𝐑𝐞𝐦𝐢𝐱 🦋 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐥𝐚𝐝𝐞𝐬𝐡 🎵 𝐯𝐨𝐢𝐜𝐞𝐟𝐨𝐫𝐲𝐨 𝐌𝐚𝐲𝐛𝐞 𝐈 𝐰𝐫𝐢𝐭𝐞 𝐲𝐨𝐮𝐫 𝐧𝐚𝐦𝐞 𝐢𝐧 𝐦𝐲 𝐛𝐫𝐞𝐚𝐭𝐡, 𝐁𝐮𝐭 𝐲𝐨𝐮 𝐜𝐚𝐧'𝐭 𝐡𝐞𝐚𝐫 𝐢𝐭."!! 𝐀𝐥𝐥 𝐈 𝐜𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐲 𝐢𝐬 𝐭𝐡𝐚𝐭 𝐲𝐨𝐮 𝐚𝐫𝐞 𝐭𝐡𝐞 𝐫𝐞𝐚𝐬𝐨𝐧 𝐟𝐨𝐫 𝐦𝐲 𝐡𝐚𝐩𝐢𝐧𝐞𝐬, 𝐲𝐨𝐮 𝐚𝐫𝐞 𝐭𝐡𝐞 𝐦𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐡𝐢𝐧𝐝 𝐦𝐲 𝐬𝐦𝐢𝐥𝐞.❤️ 🎬 𝐖𝐢𝐭𝐡𝐨𝐮𝐭 𝐲𝐨𝐮, 𝐦𝐲 𝐝𝐚𝐲𝐬 𝐬𝐞𝐦 𝐞𝐦𝐩𝐭𝐲. 𝐒𝐨𝐦𝐞𝐭𝐡𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐦𝐬 𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠 🪫 𝐰𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐚𝐥 𝐭𝐡𝐞 𝐭𝐢𝐦𝐞."! 𝐘𝐨𝐮 𝐚𝐫𝐞 𝐦𝐲 𝐝𝐫𝐞𝐚𝐦, 𝐲𝐨𝐮 🌿 𝐚𝐫𝐞 𝐦𝐲 𝐟𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐝 𝐦𝐨𝐬𝐭 𝐢𝐦𝐩𝐨𝐫𝐭𝐚𝐧𝐭𝐥𝐲 𝐲𝐨𝐮 𝐚𝐫𝐞 𝐦𝐲 😌 𝐩𝐞𝐚𝐜𝐞. 𝐈 𝐟𝐞𝐥 𝐲𝐨𝐮 𝐞𝐯𝐞𝐫𝐲 𝐦𝐨𝐦𝐞𝐧𝐭, 𝐞𝐯𝐞𝐧 𝐢𝐟 𝐲𝐨𝐮 𝐚𝐫𝐞 𝐧𝐨𝐭 𝐛𝐲 𝐲𝐨𝐮𝐫 𝐬𝐢𝐝𝐞. 𝐘𝐨𝐮 𝐦𝐚𝐲 𝐛𝐞 𝐟𝐚𝐫 𝐚𝐰𝐚𝐲, 𝐛𝐮𝐭 𝐦𝐲 𝐥𝐨𝐯𝐞 𝐚𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 𝐬𝐰𝐢𝐫𝐥𝐬 𝐚𝐫𝐨𝐮𝐧𝐝 𝐲𝐨𝐮 𝐥𝐢𝐤𝐞 📄 𝐚 𝐬𝐡𝐚𝐝𝐨𝐰..! 𝐀𝐬 𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐚𝐬 𝐈 𝐥𝐢𝐯𝐞, 𝐈 𝐰𝐚𝐧𝐭 𝐲𝐨𝐮 𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐡𝐚𝐩𝐲... 𝐐𝐮𝐢𝐞𝐭𝐥𝐲, 𝐪𝐮𝐢𝐞𝐭𝐥𝐲."! 𝐉𝐮𝐬𝐭 𝐟𝐨𝐫 𝐲𝐨𝐮..!! #foryoupage #foryou #lf_haven #bdtiktokofficial #viralvideo @For You House ⍟ @TikTok Bangladesh

About