Figli :
kadang aku berpikir, mungkin yang paling menyakitkan dari kehilangan bukanlah saat dia benar-benar pergi, tapi saat semuanya masih terasa begitu hidup di dalam ingatan. setiap kata, setiap tawa, setiap hal kecil yang dulu terasa biasa… sekarang berubah jadi sesuatu yang tak tergantikan. lucu ya, dulu aku tidak pernah menyangka bahwa hal sesederhana “kamu lagi apa?” bisa menjadi sesuatu yang begitu aku rindukan.
aku pernah merasa bahwa dunia ini cukup luas untuk mempertemukan dua orang yang saling ingin tinggal. tapi ternyata, luasnya dunia tidak menjamin dua hati bisa tetap berada di tempat yang sama. ada yang datang hanya untuk mengajarkan, bukan untuk menetap. ada yang hadir hanya untuk mengisi, bukan untuk dimiliki.
dan di antara semua kenangan yang tersisa, aku belajar satu hal yang paling sulit—melepaskan tanpa benar-benar ingin melepaskan. menerima tanpa benar-benar siap menerima. karena tidak semua yang kita perjuangkan akan berakhir dengan kita miliki.
aku tidak membencimu . aku hanya belum terbiasa dengan dunia yang tidak lagi melibatkanmu. semuanya terasa sama, tapi tidak lagi terasa utuh. seakan ada bagian dari diriku yang ikut hilang saat kamu memutuskan untuk berhenti.
orang bilang waktu akan menyembuhkan, tapi mereka tidak pernah benar-benar menjelaskan bahwa waktu juga akan mengajarkan kita cara hidup dengan luka yang sama. luka itu tidak hilang, hanya berubah menjadi bagian dari diri kita.
dan mungkin benar, tidak semua cerita diciptakan untuk memiliki akhir yang bahagia. beberapa hanya ditulis untuk mengajarkan arti dari mencintai dengan tulus, walau pada akhirnya harus merelakan.
jadi jika suatu hari nanti aku benar-benar berhenti mengingatmu, bukan berarti aku pernah berhenti mencintaimu. hanya saja, aku akhirnya belajar bahwa tidak semua yang aku cintai harus aku miliki.
2026-04-01 14:09:57