@oldandbaldpod: Waffling 🤣

Old and Bald Podcast
Old and Bald Podcast
Open In TikTok:
Region: GB
Wednesday 28 January 2026 17:04:38 GMT
51774
5984
14
241

Music

Download

Comments

lifeofeddiekay
Eddie❤️✝️ :
“that’s my bra”🤣😭
2026-01-28 17:14:20
121
.h.usam
7mosy :
Harry might be onto something
2026-01-28 18:51:06
51
ygblayne
Yg Blayne :
The most important creation is a wheel end of conversation also a door handle
2026-01-29 10:20:35
6
dabesuiiiii
Dabesuiiiii :
“Ha 💵 Ha 💵 Ha 💵”
2026-01-31 06:58:47
3
arneas_g
Arneas :
socrates and Aristotle type conversation
2026-01-30 11:53:38
5
dyk_isha3
i𓇼 :
what are you guys on about im so done😭
2026-01-28 17:26:34
20
demiolotu
✝️🇳🇬 :
clothes
2026-01-28 20:09:30
1
fazejacko666
fazejacko666 :
Why headphones bruh
2026-01-29 02:57:44
2
itsimxxi__
𝐟𝐚𝐭𝐢𝐦𝐚 💤 :
EARLY
2026-01-28 17:37:26
0
khalill.fahes
khalilll.f :
🥰🥰🥰
2026-01-30 22:00:47
0
podcaocs1a3
Podcast Vibez :
👍👍👍
2026-01-29 15:55:34
0
user64008288
user640082829 :
😳😳😳
2026-01-29 12:00:09
0
jayson_569
J1 :
?
2026-02-02 00:14:12
0
To see more videos from user @oldandbaldpod, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Nyara dan Malam: Tentang Cinta yang Membakar Langit” Nyara: Malam… mengapa sunyimu seperti menatap hatiku? Seolah tahu isi dadaku, yang tak lagi bisa kubedakan: apakah ini cinta, atau kegilaan yang manis? Malam: Karena kau telah mencicipi sesuatu yang tak dapat dijelaskan manusia, Nyara. Bila cinta dunia membuatmu terbang, cinta-Nya… membuatmu terbakar namun tetap ingin lebih. Nyara: Aku mencarinya di sajadah, di lorong kitab-kitab, di detak antara tasbih dan air mata tapi justru saat aku paling hancur, Dia mendekat seperti rahasia yang bersedia dipeluk. Malam: Begitulah cinta Tuhan: ia tidak mendatangi istana, ia memilih reruntuhan. Ia datang saat logikamu tak mampu lagi menjawab dan hatimu menyerah tanpa syarat. Nyara: Lalu, apakah wajar bila aku mencintai-Nya dengan cara yang aneh, dengan tubuh gemetar, dengan mata terpejam dan dada penuh sesak karena rindu yang tak bisa kutemui? Malam: Itulah kegilaan yang paling waras, cinta yang tak menginginkan balasan duniawi. Kau mencintai bukan karena diberi, tapi karena kau mengenal-Nya dalam tiap kehilangan, dalam tiap sunyi yang tak semua orang bisa pahami. Nyara: Aku pernah takut, Malam… bahwa cintaku pada-Nya tak murni, bahwa aku hanya mendekat karena luka. Tapi kini, bahkan saat bahagia, aku tetap mencarinya apakah itu berarti… aku telah dimabuk-Nya? Malam: Jika kau mencintai-Nya dalam derita dan nikmat, dalam harap dan kehilangan, maka kau telah gila dengan kegilaan paling suci. Cinta pada Tuhan, Nyara, adalah kehilangan diri untuk akhirnya kau benar-benar ditemukan. Nyara: Kalau begitu, biarlah aku terbakar seluruhnya. Biarlah dunia menyebutku hilang, asal dalam kehilangan itu aku mendengar satu suara:
“Nyara dan Malam: Tentang Cinta yang Membakar Langit” Nyara: Malam… mengapa sunyimu seperti menatap hatiku? Seolah tahu isi dadaku, yang tak lagi bisa kubedakan: apakah ini cinta, atau kegilaan yang manis? Malam: Karena kau telah mencicipi sesuatu yang tak dapat dijelaskan manusia, Nyara. Bila cinta dunia membuatmu terbang, cinta-Nya… membuatmu terbakar namun tetap ingin lebih. Nyara: Aku mencarinya di sajadah, di lorong kitab-kitab, di detak antara tasbih dan air mata tapi justru saat aku paling hancur, Dia mendekat seperti rahasia yang bersedia dipeluk. Malam: Begitulah cinta Tuhan: ia tidak mendatangi istana, ia memilih reruntuhan. Ia datang saat logikamu tak mampu lagi menjawab dan hatimu menyerah tanpa syarat. Nyara: Lalu, apakah wajar bila aku mencintai-Nya dengan cara yang aneh, dengan tubuh gemetar, dengan mata terpejam dan dada penuh sesak karena rindu yang tak bisa kutemui? Malam: Itulah kegilaan yang paling waras, cinta yang tak menginginkan balasan duniawi. Kau mencintai bukan karena diberi, tapi karena kau mengenal-Nya dalam tiap kehilangan, dalam tiap sunyi yang tak semua orang bisa pahami. Nyara: Aku pernah takut, Malam… bahwa cintaku pada-Nya tak murni, bahwa aku hanya mendekat karena luka. Tapi kini, bahkan saat bahagia, aku tetap mencarinya apakah itu berarti… aku telah dimabuk-Nya? Malam: Jika kau mencintai-Nya dalam derita dan nikmat, dalam harap dan kehilangan, maka kau telah gila dengan kegilaan paling suci. Cinta pada Tuhan, Nyara, adalah kehilangan diri untuk akhirnya kau benar-benar ditemukan. Nyara: Kalau begitu, biarlah aku terbakar seluruhnya. Biarlah dunia menyebutku hilang, asal dalam kehilangan itu aku mendengar satu suara: "Aku di sini, lebih dekat dari nadimu." Malam: Dan saat itu, kau tak lagi butuh terang. Karena Tuhanmu… adalah Cahaya itu sendiri. NyaraEvandel_🌜 . . #tulisantangan #sajak #puisikata #cinta #fypage #masukberanda #4u #dream #instrumental #aesthetic #tinta #books #night #vibes #tiktokviral #trending #tiktokvideos #storywa #untukmu #zonanyaman

About