@china.yop.saint.andre: salon de quatre plaçe de qualité a pétit écrivez nous au 0708550505

CHINA YOP officiel
CHINA YOP officiel
Open In TikTok:
Region: CI
Monday 02 February 2026 20:05:00 GMT
2654
85
7
5

Music

Download

Comments

dvrk_ax
Dvrk_Ax :
C’est combien ?
2026-03-10 11:36:53
1
olivieryoboue
Olivier Yoboue :
combien ?
2026-02-02 22:37:07
1
arnaudyapi21
cacao Nature :
le prix
2026-05-27 05:55:54
0
marishkanoelle
Amenan marishka :
prix
2026-02-03 05:55:46
1
chancekouassi529
chance kouassi Marcelle :
Combien
2026-02-02 20:11:45
1
assabaikoro54
assabaikoro54 💞💞💞🇨🇮 :
elle coûte combien
2026-02-04 00:33:59
1
didierashop1
Didierashop 1 :
❣️❣️❣️
2026-02-17 21:51:50
1
To see more videos from user @china.yop.saint.andre, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ BERTEMU NABI DALAM MIMPI TIDAK BERARTI ANDA BUKAN PELAKU BID'AH Bagi sebagian orang .. Cerita mimpi bisa menaikkan derajat atau menjatuhkan derajat. Karena itu, terkadang ada beberapa orang sufi yang mengaku bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun kita tidak tahu nilai kebenarannya. Bisa saja orang berdusta terkait mimpinya, hanya agar posisinya semakin diakui masyarakat.  Dalam hadits dari Hurairah Radhiallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, وَمَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي حَقًّا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh dia telah melihatku secara benar. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupai bentukku. Barangsiapa yang berdusta atas diriku secara sengaja maka hendaknya dia mengambil tempat duduk dalam neraka.”(HR. Bukhâri 110) Tentu orang berdusta memiliki motif buruk di belakangnya; mencari ketenaran, mencari legitimasi atas sesuatu, dan lain sebagainya. Jika motif-motif buruk itu kemudian dilegitimasi dengan kebohongan telah bermimpi berjumpa Rasulullah, maka kerusakan yang ditimbulkannya bisa semakin besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman keras bagi orang yang mengaku bermimpi sesuatu secara dusta, yang dia tidak pernah mengalaminya. Dari Watsilah bin al-Asqa’ Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ مِنْ أَفْرَى الفِرَى أَنْ يُرِيَ عَيْنَيْهِ مَا لَمْ تَرَ “Sungguh termasuk kedustaan yang paling besar adalah menceritakan mimpi yang tidak pernah dia alami.” (HR. Bukhari 7043 dan Ahmad 16980). Dalam riwayat lain, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَحَلَّمَ بِحُلْمٍ لَمْ يَرَهُ كُلِّفَ أَنْ يَعْقِدَ بَيْنَ شَعِيرَتَيْنِ، وَلَنْ يَفْعَلَ Siapa yang mengaku bermimpi, padahal dia tidak mengalaminya, maka kelak di hari kiamat dia akan dibebani perintah untuk mengikat 2 biji gandum, dan tidak mungkin bisa melakukannya. (HR. Bukhari 7042). Para ulama sepakat bahwa manusia mungkin saja mimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun penting untuk diperhatikan untuk bisa membuktikan kebenaran mimpi itu adalah yang bersangkutan harus mengetahui ciri fisik Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang ulama tabi’in, Ayyub as-Sikhtiyani menceritakan, كان محمد -يعني ابن سيرين – إذا قص عليه رجل أنه رأى النبي صلى الله عليه وسلم قال: صف لي الذي رأيته ، فإن وصفه له صفة لا يعرفها ، قال لم تره Apabila ada orang yang mengaku mimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Muhammad bin Sirin, maka beliau meminta, “Ceritakan kepadaku, bagaimana ciri-ciri orang yang kamu lihat.” Jika orang ini menyebutkan ciri-ciri yang tidak beliau kenal, maka Ibnu Sirin akan mengatakan, “Kamu tidak bertemu nabi.” (Fathul Bari, 12/384). Peringatan Nabi mengenai bahaya orang berdusta atas nama beliau yang sering kita dengar merupakan bagian dari hadits tentang bermimpi berjumpa Nabi. Jangan lupa, hadits tersebut masih ada sambungannya,   ومن كذب عليَّ متعمدًا فليتبوأ مقعده من النار “Barangsiapa yang berdusta atas diriku secara sengaja maka hendaknya dia mengambil tempat duduk dalam neraka.” Melihat redaksi dan letak peringatan dalam hadits yang sama mengenai bermimpi berjumpa dengan Nabi, seharusnya membuat orang tidak lagi berani bermain-main dan berdusta dalam urusan ini, karena ancamannya adalah neraka. #salaf #salafi #manhajsalaf #dakwahsalaf #dakwahtauhid
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ BERTEMU NABI DALAM MIMPI TIDAK BERARTI ANDA BUKAN PELAKU BID'AH Bagi sebagian orang .. Cerita mimpi bisa menaikkan derajat atau menjatuhkan derajat. Karena itu, terkadang ada beberapa orang sufi yang mengaku bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun kita tidak tahu nilai kebenarannya. Bisa saja orang berdusta terkait mimpinya, hanya agar posisinya semakin diakui masyarakat. Dalam hadits dari Hurairah Radhiallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, وَمَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي حَقًّا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh dia telah melihatku secara benar. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupai bentukku. Barangsiapa yang berdusta atas diriku secara sengaja maka hendaknya dia mengambil tempat duduk dalam neraka.”(HR. Bukhâri 110) Tentu orang berdusta memiliki motif buruk di belakangnya; mencari ketenaran, mencari legitimasi atas sesuatu, dan lain sebagainya. Jika motif-motif buruk itu kemudian dilegitimasi dengan kebohongan telah bermimpi berjumpa Rasulullah, maka kerusakan yang ditimbulkannya bisa semakin besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman keras bagi orang yang mengaku bermimpi sesuatu secara dusta, yang dia tidak pernah mengalaminya. Dari Watsilah bin al-Asqa’ Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ مِنْ أَفْرَى الفِرَى أَنْ يُرِيَ عَيْنَيْهِ مَا لَمْ تَرَ “Sungguh termasuk kedustaan yang paling besar adalah menceritakan mimpi yang tidak pernah dia alami.” (HR. Bukhari 7043 dan Ahmad 16980). Dalam riwayat lain, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَحَلَّمَ بِحُلْمٍ لَمْ يَرَهُ كُلِّفَ أَنْ يَعْقِدَ بَيْنَ شَعِيرَتَيْنِ، وَلَنْ يَفْعَلَ Siapa yang mengaku bermimpi, padahal dia tidak mengalaminya, maka kelak di hari kiamat dia akan dibebani perintah untuk mengikat 2 biji gandum, dan tidak mungkin bisa melakukannya. (HR. Bukhari 7042). Para ulama sepakat bahwa manusia mungkin saja mimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun penting untuk diperhatikan untuk bisa membuktikan kebenaran mimpi itu adalah yang bersangkutan harus mengetahui ciri fisik Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang ulama tabi’in, Ayyub as-Sikhtiyani menceritakan, كان محمد -يعني ابن سيرين – إذا قص عليه رجل أنه رأى النبي صلى الله عليه وسلم قال: صف لي الذي رأيته ، فإن وصفه له صفة لا يعرفها ، قال لم تره Apabila ada orang yang mengaku mimpi bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Muhammad bin Sirin, maka beliau meminta, “Ceritakan kepadaku, bagaimana ciri-ciri orang yang kamu lihat.” Jika orang ini menyebutkan ciri-ciri yang tidak beliau kenal, maka Ibnu Sirin akan mengatakan, “Kamu tidak bertemu nabi.” (Fathul Bari, 12/384). Peringatan Nabi mengenai bahaya orang berdusta atas nama beliau yang sering kita dengar merupakan bagian dari hadits tentang bermimpi berjumpa Nabi. Jangan lupa, hadits tersebut masih ada sambungannya, ومن كذب عليَّ متعمدًا فليتبوأ مقعده من النار “Barangsiapa yang berdusta atas diriku secara sengaja maka hendaknya dia mengambil tempat duduk dalam neraka.” Melihat redaksi dan letak peringatan dalam hadits yang sama mengenai bermimpi berjumpa dengan Nabi, seharusnya membuat orang tidak lagi berani bermain-main dan berdusta dalam urusan ini, karena ancamannya adalah neraka. #salaf #salafi #manhajsalaf #dakwahsalaf #dakwahtauhid

About