@elia.tardy: On vas tout donner! #anglais #emma #pourtoi #apprendre

elia.tardy
elia.tardy
Open In TikTok:
Region: FR
Friday 30 January 2026 19:33:19 GMT
1626
114
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @elia.tardy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Perbedaan yang paling terlihat antara salmon liar dengan salmon ternak adalah dari warnanya. Salmon liar memakan krill dan udang kecil di laut, memberikan warna merah alami. Salmon ternak / budidaya memakan pelet buatan yang terkadang dicampur pewarna agar warnanya menarik. Dan disini bahayanya, pelet yang diberi pewarna ini banyak menggunakan bahan sintetik serta zat adiktif buatan. Contohnya :  1. Polychlorinated Biphenyls (PCBs) & Dioksin: Polutan industri yang mengendap dalam minyak ikan sebagai bahan baku pelet. Zat ini terakumulasi di dalam lemak salmon. 2. Astaxanthin Sintetik: Zat pewarna kimia berbasis minyak bumi. Zat ini dicampur ke pelet agar daging salmon yang aslinya pucat berubah menjadi oranye kemerahan. 3. Residu Antibiotik: Obat-obatan seperti oxytetracycline atau florfenicol yang dicampur langsung ke pelet untuk mencegah infeksi bakteri akibat kondisi jaring yang padat. 4. Pestisida (Emamectin Benzoate): Bahan kimia yang dimasukkan ke dalam pelet (medicated feed) untuk membunuh kutu laut (sea lice) yang sering menyerang salmon ternak. 5. Ethoxyquin: Zat pengawet antioksidan sintetis yang sering ditambahkan ke pakan ikan untuk mencegah pembusukan lemak selama penyimpanan dan transportasi. 6. Logam Berat: Merkuri, arsenik, dan timbal yang ikut terkonsentrasi di dalam bahan baku pakan berbasis tepung ikan. Dan jika frekuensi konsumsi kita cukup sering, hal tersebut dapat memicu : -  Kanker (Karsinogenik): Paparan akumulatif dari PCBs, dioksin, dan pestisida pakan secara klinis terkait dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker. - Resistensi Antibiotik: Mengonsumsi ikan dengan residu antibiotik dapat membuat bakteri di dalam tubuh manusia menjadi kebal terhadap obat-obatan medis. - Gangguan Hormon (Endokrin): Dioksin dan senyawa kimia sintetik dalam pakan dapat mengacaukan sistem hormon, memicu diabetes, dan mengganggu kesuburan. - Kerusakan Saraf: Akumulasi logam berat seperti merkuri dari pakan dapat merusak sel otak dan sistem saraf, terutama berbahaya bagi janin serta anak-anak. - Gangguan Metabolik: Beberapa studi mengaitkan konsumsi racun dalam salmon budidaya dengan tingginya risiko obesitas dan gangguan fungsi kekebalan tubuh.  Jadi sudah jelas salmon liar lebih baik. Jika ingin membeli salmon ternak / budidaya. Pastikan telah mendapatkan sertifikasi organik atau bebas dari bahan kimia berbahaya. Tapi dimana ya belinya ? Ada yang tahu ?  #chefchitra #ChefChitraApproved #holisticchef #healthylifestyle
Perbedaan yang paling terlihat antara salmon liar dengan salmon ternak adalah dari warnanya. Salmon liar memakan krill dan udang kecil di laut, memberikan warna merah alami. Salmon ternak / budidaya memakan pelet buatan yang terkadang dicampur pewarna agar warnanya menarik. Dan disini bahayanya, pelet yang diberi pewarna ini banyak menggunakan bahan sintetik serta zat adiktif buatan. Contohnya : 1. Polychlorinated Biphenyls (PCBs) & Dioksin: Polutan industri yang mengendap dalam minyak ikan sebagai bahan baku pelet. Zat ini terakumulasi di dalam lemak salmon. 2. Astaxanthin Sintetik: Zat pewarna kimia berbasis minyak bumi. Zat ini dicampur ke pelet agar daging salmon yang aslinya pucat berubah menjadi oranye kemerahan. 3. Residu Antibiotik: Obat-obatan seperti oxytetracycline atau florfenicol yang dicampur langsung ke pelet untuk mencegah infeksi bakteri akibat kondisi jaring yang padat. 4. Pestisida (Emamectin Benzoate): Bahan kimia yang dimasukkan ke dalam pelet (medicated feed) untuk membunuh kutu laut (sea lice) yang sering menyerang salmon ternak. 5. Ethoxyquin: Zat pengawet antioksidan sintetis yang sering ditambahkan ke pakan ikan untuk mencegah pembusukan lemak selama penyimpanan dan transportasi. 6. Logam Berat: Merkuri, arsenik, dan timbal yang ikut terkonsentrasi di dalam bahan baku pakan berbasis tepung ikan. Dan jika frekuensi konsumsi kita cukup sering, hal tersebut dapat memicu : - Kanker (Karsinogenik): Paparan akumulatif dari PCBs, dioksin, dan pestisida pakan secara klinis terkait dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker. - Resistensi Antibiotik: Mengonsumsi ikan dengan residu antibiotik dapat membuat bakteri di dalam tubuh manusia menjadi kebal terhadap obat-obatan medis. - Gangguan Hormon (Endokrin): Dioksin dan senyawa kimia sintetik dalam pakan dapat mengacaukan sistem hormon, memicu diabetes, dan mengganggu kesuburan. - Kerusakan Saraf: Akumulasi logam berat seperti merkuri dari pakan dapat merusak sel otak dan sistem saraf, terutama berbahaya bagi janin serta anak-anak. - Gangguan Metabolik: Beberapa studi mengaitkan konsumsi racun dalam salmon budidaya dengan tingginya risiko obesitas dan gangguan fungsi kekebalan tubuh. Jadi sudah jelas salmon liar lebih baik. Jika ingin membeli salmon ternak / budidaya. Pastikan telah mendapatkan sertifikasi organik atau bebas dari bahan kimia berbahaya. Tapi dimana ya belinya ? Ada yang tahu ? #chefchitra #ChefChitraApproved #holisticchef #healthylifestyle

About