@agenciasfilms: Le pidió que se hiciera pasar por su esposa. #ViralShorts #ShortStory #HistoriasQueImpactan #NovelasCortas #FinalInesperado

AgenciasFilms
AgenciasFilms
Open In TikTok:
Region: CO
Sunday 01 February 2026 01:13:42 GMT
6642886
178721
2046
1546

Music

Download

Comments

zoireyepez
ZOIRE :
2
2026-02-01 10:54:27
30
jesus.tello348
Jesus Tello :
noo
2026-02-01 04:46:40
13
mauriciofasito
Mauricio latinoamericano :
Nombre d la patrona 👀
2026-02-04 16:25:33
23
gustavoavelarortiz
Gustavo Avelar Ortiz :
parte
2026-02-01 17:21:15
11
maricela.conforme2
Maricela Conforme :
Parte 2 y3 y 4 y final
2026-02-04 22:39:57
5
user35027811884164
Ernesto Villanueva :
versa la verdad es que yo me quedo con la jefa y de pasa yo no puedo hacer eso ni loco me presento que Locura😆😆😆Segunda parte
2026-02-01 16:07:05
23
robert.passalacqu
robertpassalacqua3 :
Parte 2 3 final
2026-02-01 16:07:48
29
larubiade.oro
Paola Peña ❤️🫶 :
Devén cambiar la ropa x cada actuación 🤷‍♀️
2026-02-01 02:50:40
9
user79210671239375
Vilma básquet :
Hola
2026-02-04 03:35:06
5
german.0309
GERMÁN SOLANO :
parte 2 y final se ve buena el desenlace mas
2026-02-03 00:24:02
6
mariagraterol52
Maria Graterol745 :
segunda parte
2026-02-01 04:01:04
5
mariagutierrez3375
Maria Gutierrez :
234
2026-02-01 23:12:24
5
danielflores4463
Dani7064 :
ajajs
2026-02-01 22:20:21
7
luisfergarciareyes
Luis García 🎤 🎹🎸 :
es como una combinación entre Rosa de Guadalupe y los hermanos Grin, 🤣🤣🤣 solo pasa eso en tick tock
2026-02-06 03:54:40
17
argemiroladino513
miroirra :
parte2
2026-02-01 03:10:48
5
araceliy.zuiga
Araceliy Zuñiga :
2y3y4
2026-02-01 10:03:02
6
melfis.zuanare
Melfis Zuanare :
Parte 3.4.5.6.7
2026-02-01 11:50:32
7
jose.boffil1
Jose Boffil :
siguiente
2026-02-01 02:18:43
5
chicano6930
chicano :
parte 2y3 por favor 🙏
2026-02-04 13:58:57
6
rayson7859
Rayson :
parte 2
2026-02-01 11:59:41
8
jorge.luis.chirino3
Jorge Luis Chirino :
agencia films arte2
2026-02-01 03:43:58
15
angela.maria.varg4
Angela maria Vargas castano :
jefe quería pedirle permiso parte 2
2026-02-17 17:17:25
46
arcos5238
arcos :
parte 2
2026-02-02 16:16:49
5
user3702912698874
Matias :
final inesperado parte 2 y final vid...
2026-02-04 03:12:14
9
bilmarodriguez88
Bilma Rodriguez :
le pidió que se hiciera pasar por su esposa parte 2
2026-02-18 19:53:10
6
To see more videos from user @agenciasfilms, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🇮🇩 Memperingati Peristiwa G30S 30 September 1965 Penjelasan: 30 September 1965 menjadi salah satu tanggal kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi di tengah situasi politik yang memanas dan berujung pada pencul1kan serta pemb4nt4ian sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah nasional. Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut bergerak menuju kediaman sejumlah perwira tinggi TNI AD di Jakarta. Mereka berupaya membawa para perwira tersebut, tetapi operasi itu berakhir dengan gugurnya enam jenderal dan seorang perwira pertama TNI AD. Kronologi: Pada malam 30 September 1965, pasukan yang terlibat dalam Gerakan 30 September mulai bergerak untuk melaksanakan operasi terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat. Gerakan ini dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri, yang saat itu menjabat sebagai komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. Memasuki dini hari 1 Oktober 1965, pasukan mendatangi kediaman para perwira yang menjadi sasaran. Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat, ditemb4k di rumahnya setelah menolak ikut dibawa. Sementara itu, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dibawa oleh pasukan dari kediaman masing-masing. Sasaran lainnya adalah Jenderal A.H. Nasution. Namun, ia berhasil meloloskan diri dari upaya pencul1kan. Dalam insiden tersebut, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, tertemb4k dan kemudian meninggal dunia. Ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean, turut ditangkap setelah disangka sebagai Nasution. Para perwira yang dicul1k kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mereka dib4nt4i dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua. Ketujuh perwira tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Pada 1 Oktober 1965, kelompok tersebut juga menguasai sejumlah fasilitas penting di Jakarta, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada hari yang sama, Mayjen Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat dan mengerahkan pasukan untuk merebut kembali lokasi-lokasi strategis. Pada 4 Oktober 1965, jenazah ketujuh perwira berhasil diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya. Sehari kemudian, pada 5 Oktober 1965, mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur: •Jenderal Ahmad Yani •Letnan Jenderal R. Soeprapto •Letnan Jenderal M.T. Haryono •Letnan Jenderal S. Parman •Mayor Jenderal D.I. Panjaitan •Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo •Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean Selain itu, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun gugur ketika menjalankan tugas pengamanan di kediaman Dr. J. Leimena. Dalam rangkaian peristiwa di Yogyakarta, Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto juga menjadi korban. Peristiwa G30S menjadi pengingat akan pentingnya mempelajari sejarah secara cermat, menghargai para korban, serta menjaga persatuan bangsa. Berbagai peristiwa kelam di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi generasi penerus agar tragedi serupa tidak terulang kembali. JAS MERAH — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. 🇮🇩 #G30S #G30SPKI #30September1965 #PahlawanRevolusi #SejarahIndonesia
🇮🇩 Memperingati Peristiwa G30S 30 September 1965 Penjelasan: 30 September 1965 menjadi salah satu tanggal kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi di tengah situasi politik yang memanas dan berujung pada pencul1kan serta pemb4nt4ian sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah nasional. Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut bergerak menuju kediaman sejumlah perwira tinggi TNI AD di Jakarta. Mereka berupaya membawa para perwira tersebut, tetapi operasi itu berakhir dengan gugurnya enam jenderal dan seorang perwira pertama TNI AD. Kronologi: Pada malam 30 September 1965, pasukan yang terlibat dalam Gerakan 30 September mulai bergerak untuk melaksanakan operasi terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat. Gerakan ini dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri, yang saat itu menjabat sebagai komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. Memasuki dini hari 1 Oktober 1965, pasukan mendatangi kediaman para perwira yang menjadi sasaran. Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat, ditemb4k di rumahnya setelah menolak ikut dibawa. Sementara itu, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dibawa oleh pasukan dari kediaman masing-masing. Sasaran lainnya adalah Jenderal A.H. Nasution. Namun, ia berhasil meloloskan diri dari upaya pencul1kan. Dalam insiden tersebut, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, tertemb4k dan kemudian meninggal dunia. Ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean, turut ditangkap setelah disangka sebagai Nasution. Para perwira yang dicul1k kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mereka dib4nt4i dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua. Ketujuh perwira tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Pada 1 Oktober 1965, kelompok tersebut juga menguasai sejumlah fasilitas penting di Jakarta, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada hari yang sama, Mayjen Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat dan mengerahkan pasukan untuk merebut kembali lokasi-lokasi strategis. Pada 4 Oktober 1965, jenazah ketujuh perwira berhasil diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya. Sehari kemudian, pada 5 Oktober 1965, mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur: •Jenderal Ahmad Yani •Letnan Jenderal R. Soeprapto •Letnan Jenderal M.T. Haryono •Letnan Jenderal S. Parman •Mayor Jenderal D.I. Panjaitan •Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo •Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean Selain itu, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun gugur ketika menjalankan tugas pengamanan di kediaman Dr. J. Leimena. Dalam rangkaian peristiwa di Yogyakarta, Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto juga menjadi korban. Peristiwa G30S menjadi pengingat akan pentingnya mempelajari sejarah secara cermat, menghargai para korban, serta menjaga persatuan bangsa. Berbagai peristiwa kelam di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi generasi penerus agar tragedi serupa tidak terulang kembali. JAS MERAH — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. 🇮🇩 #G30S #G30SPKI #30September1965 #PahlawanRevolusi #SejarahIndonesia

About