@insaneshayne: UnDodgeball. What a Game.😤🏈⚾️🫑 #sports #funny #football #game #dodgeball @fattstafford @Jake and Speed @Speed

Shayne Boyle
Shayne Boyle
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 01 February 2026 01:43:18 GMT
524265
55915
99
2116

Music

Download

Comments

zackaryschilling
zackaryschilling :
WE’RE PLAYIN UNDODGEBALL
2026-02-01 01:47:09
1305
jonathanbeasley37
Jonathan Beasley :
This was the greatest undodgeball game of all time
2026-07-26 00:48:01
1
brandontheguzman
The Brandon Guzmán Show :
Bell peppers to the bean bag must be awful
2026-02-01 01:52:23
744
pirates.._..cove
pirates.._..cove :
“Zero points for the catch!”
2026-02-01 20:44:30
81
casyn01
C.b00ty :
That must have hurt so bad
2026-02-01 01:48:55
47
codymoore410
Cody Moore :
2026-02-01 03:31:34
116
dylt409
DylT :
One of Shayne’s best games! He was ruthless on this one
2026-02-01 20:20:43
31
snippet195
Destroyer :
Get bro on the Red Sox’s
2026-02-01 01:47:42
16
aiwwkso
12345678 :
“I’m gonna turn into a Ken doll” 😂😂😂
2026-02-17 03:34:51
6
kellorschooley
Kellor Schooley :
Right in the bean bag 😂
2026-02-01 01:51:35
3
jas2ns
jas3ns :
2026-02-01 14:18:55
4
aiden.campbell593
Aiden Campbell 🤼‍♂️ 🏈 :
2026-02-01 13:53:22
2
antw0nfi5her
Antwon :
This is the Super Bowl half time show we need
2026-02-02 21:46:22
4
bbbraaandddonnn
🇦🇺🐵🇳🇿 :
2026-02-01 01:44:48
6
ryanc922
Ryan C :
try dragon fruit next
2026-02-02 20:05:51
1
tmoneyman44
Tanner :
The back to back to back head shots is probably the best undodgeball run of all time
2026-02-04 04:59:41
1
warroadmn5
Prochainsnap :
One of these things is not like the other
2026-02-01 04:06:59
1
martatron3000
Martin :
Laser beam cold open was great
2026-02-01 22:38:16
1
imnot_julio
𝔍𝔲𝔩𝔦𝔬🕊 :
EARLYYYY
2026-02-01 01:49:23
1
adammiller7948
Adam Miller :
Greatest round ever
2026-02-01 03:43:04
1
s_k_y_l_e_r8
skyler👑 :
Shayne your so tuff
2026-02-01 01:47:32
1
bassmaster3350
Bassmaster355 :
Do apples
2026-02-13 20:23:36
0
thecadencannonnnn
cadennn04 :
2026-03-20 23:42:17
0
texasandpacific
Texasandpacific2013 :
This dude has a better throw than me
2026-09-24 01:02:25
0
arashissexy
arashissexy :
Hey
2026-02-01 01:45:37
0
To see more videos from user @insaneshayne, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Karya anak daerah kembali mengharumkan nama Madura di panggung nasional. Motor kustom Pelor Angin garapan Ajies Sabara, builder dari FR 32 Bangkalan, berhasil meraih juara pertama sekaligus penghargaan Best Media Pick dalam ajang Kustomfest. Prestasi tersebut terasa istimewa karena Pelor Angin berbasis mesin Honda CBR 150R, yang kapasitas mesinnya relatif kecil dibandingkan motor-motor besar seperti Harley-Davidson yang selama ini mendominasi kompetisi tersebut. Motor berkonsep boardtracker itu sukses menarik perhatian juri internasional berkat perpaduan kreativitas, orisinalitas, dan detail pengerjaan yang mencerminkan karakter lokal Madura. Ajies Sabara mengaku, awalnya ia tidak memasang target muluk-muluk saat mengikuti ajang tersebut. Baginya, kesempatan untuk berpartisipasi dan memperkenalkan karya dari Bangkalan sudah menjadi pencapaian tersendiri. “Target kami yang sebenarnya ke sana itu hanya ikut, ikut menjadi partisipan. Alhamdulillah, Allah menjawab, diberikan kepercayaan,” ungkap Ajies, Selasa (13/10/2026). Kemenangan itu sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ajies yang telah menekuni dunia modifikasi kendaraan sejak 2008. Melalui FR 32 Bangkalan, ia terus mengembangkan kreativitas dalam membangun kendaraan kustom dengan karakter dan identitas yang kuat. ## Filosofi Sapi Kerap dan Detail Kayu Jadi Daya Tarik Keistimewaan Pelor Angin tidak hanya terletak pada konsep desainnya, tetapi juga pada filosofi yang diusung. Ajies menjadikan tradisi Sapi Kerap sebagai salah satu inspirasi dalam merancang motor tersebut. Nilai-nilai lokal Madura dipadukan dengan konsep boardtracker sehingga menghasilkan karya yang memiliki identitas tersendiri. Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian adalah detail kayu pada tangki motor. Elemen tersebut dikerjakan dengan teliti sehingga menghasilkan tampilan yang rapi dan bersih. Ketelitian pengerjaan itu bahkan mendapat apresiasi dari juri asal Jepang. Ajies menuturkan, juri tersebut mengaku belum pernah menjumpai motor dengan detail kayu seperti yang disematkan pada Pelor Angin. “Motor ini saya keliling dunia belum pernah berjumpa dengan motor sedetail ini, se-clean ini, serapi ini, dan terutama di bagian wood atau kayunya,” tutur Ajies, menirukan pujian juri tersebut. Bagi Ajies, apresiasi itu menjadi bukti bahwa kualitas sebuah karya tidak semata-mata ditentukan oleh kapasitas mesin, tetapi juga kreativitas, ketekunan, dan kesabaran dalam proses pembuatannya. Menariknya, di luar aktivitasnya sebagai builder kendaraan kustom, Ajies juga berprofesi sebagai guru di sekolah menengah kejuruan (SMK). Perjalanan Pelor Angin hingga meraih prestasi tidak berlangsung singkat. Proses pembuatannya telah dimulai sejak 2018, tetapi sempat terhenti akibat pandemi dan keterbatasan dana. Proyek tersebut kemudian kembali dilanjutkan berkat dukungan sejumlah pihak yang percaya terhadap potensi karya lokal Bangkalan. Bebek Sinjay sebagai sponsor utama turut memberikan dukungan bagi keberlanjutan proses pembuatan Pelor Angin. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan motor kustom itu hingga mampu bersaing di ajang bergengsi. Setelah mencatatkan prestasi di tingkat nasional, Pelor Angin kini dipersiapkan untuk melangkah ke panggung internasional. Jika tidak ada kendala, motor kustom kebanggaan Bangkalan tersebut dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Desember 2026 untuk mewakili Indonesia. Kesempatan itu diharapkan menjadi ruang bagi karya anak Madura untuk memperkenalkan kreativitas, identitas budaya, dan kemampuan builder Indonesia kepada komunitas kustom internasional. Bagi Ajies, pencapaian Pelor Angin bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi pesan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. “Jadi tidak hanya melihat karya hanya dari besar kecilnya mesin, tetapi dari kreativitas, ketekunan, dan kesabaran dalam proses pembuatannya,” pungkasnya.#madura #madurapride #bangkalan #Motor #kustom @LUKMAN HAKIM Pelor Angin@Burneh @Kecamatan Burneh
Karya anak daerah kembali mengharumkan nama Madura di panggung nasional. Motor kustom Pelor Angin garapan Ajies Sabara, builder dari FR 32 Bangkalan, berhasil meraih juara pertama sekaligus penghargaan Best Media Pick dalam ajang Kustomfest. Prestasi tersebut terasa istimewa karena Pelor Angin berbasis mesin Honda CBR 150R, yang kapasitas mesinnya relatif kecil dibandingkan motor-motor besar seperti Harley-Davidson yang selama ini mendominasi kompetisi tersebut. Motor berkonsep boardtracker itu sukses menarik perhatian juri internasional berkat perpaduan kreativitas, orisinalitas, dan detail pengerjaan yang mencerminkan karakter lokal Madura. Ajies Sabara mengaku, awalnya ia tidak memasang target muluk-muluk saat mengikuti ajang tersebut. Baginya, kesempatan untuk berpartisipasi dan memperkenalkan karya dari Bangkalan sudah menjadi pencapaian tersendiri. “Target kami yang sebenarnya ke sana itu hanya ikut, ikut menjadi partisipan. Alhamdulillah, Allah menjawab, diberikan kepercayaan,” ungkap Ajies, Selasa (13/10/2026). Kemenangan itu sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ajies yang telah menekuni dunia modifikasi kendaraan sejak 2008. Melalui FR 32 Bangkalan, ia terus mengembangkan kreativitas dalam membangun kendaraan kustom dengan karakter dan identitas yang kuat. ## Filosofi Sapi Kerap dan Detail Kayu Jadi Daya Tarik Keistimewaan Pelor Angin tidak hanya terletak pada konsep desainnya, tetapi juga pada filosofi yang diusung. Ajies menjadikan tradisi Sapi Kerap sebagai salah satu inspirasi dalam merancang motor tersebut. Nilai-nilai lokal Madura dipadukan dengan konsep boardtracker sehingga menghasilkan karya yang memiliki identitas tersendiri. Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian adalah detail kayu pada tangki motor. Elemen tersebut dikerjakan dengan teliti sehingga menghasilkan tampilan yang rapi dan bersih. Ketelitian pengerjaan itu bahkan mendapat apresiasi dari juri asal Jepang. Ajies menuturkan, juri tersebut mengaku belum pernah menjumpai motor dengan detail kayu seperti yang disematkan pada Pelor Angin. “Motor ini saya keliling dunia belum pernah berjumpa dengan motor sedetail ini, se-clean ini, serapi ini, dan terutama di bagian wood atau kayunya,” tutur Ajies, menirukan pujian juri tersebut. Bagi Ajies, apresiasi itu menjadi bukti bahwa kualitas sebuah karya tidak semata-mata ditentukan oleh kapasitas mesin, tetapi juga kreativitas, ketekunan, dan kesabaran dalam proses pembuatannya. Menariknya, di luar aktivitasnya sebagai builder kendaraan kustom, Ajies juga berprofesi sebagai guru di sekolah menengah kejuruan (SMK). Perjalanan Pelor Angin hingga meraih prestasi tidak berlangsung singkat. Proses pembuatannya telah dimulai sejak 2018, tetapi sempat terhenti akibat pandemi dan keterbatasan dana. Proyek tersebut kemudian kembali dilanjutkan berkat dukungan sejumlah pihak yang percaya terhadap potensi karya lokal Bangkalan. Bebek Sinjay sebagai sponsor utama turut memberikan dukungan bagi keberlanjutan proses pembuatan Pelor Angin. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan motor kustom itu hingga mampu bersaing di ajang bergengsi. Setelah mencatatkan prestasi di tingkat nasional, Pelor Angin kini dipersiapkan untuk melangkah ke panggung internasional. Jika tidak ada kendala, motor kustom kebanggaan Bangkalan tersebut dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Desember 2026 untuk mewakili Indonesia. Kesempatan itu diharapkan menjadi ruang bagi karya anak Madura untuk memperkenalkan kreativitas, identitas budaya, dan kemampuan builder Indonesia kepada komunitas kustom internasional. Bagi Ajies, pencapaian Pelor Angin bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi pesan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. “Jadi tidak hanya melihat karya hanya dari besar kecilnya mesin, tetapi dari kreativitas, ketekunan, dan kesabaran dalam proses pembuatannya,” pungkasnya.#madura #madurapride #bangkalan #Motor #kustom @LUKMAN HAKIM Pelor Angin@Burneh @Kecamatan Burneh

About