BIMA FEBRINDA :
Bang Enau, maaf ya bang kalau lancang.
Saya sukaa banget sama lagu Sesi Potret. Bahkan hampir setiap malam sebelum tidur, lagu ini selalu saya putar sebagai pengantar tidur. Entah kenapa, lagu ini rasanya dekat banget sama kehidupan saya.
Tapi makin lama saya dengar, lagu ini justru jadi ketakutan buat saya sendiri. Saya seorang pelaut, bang. Saya rasa hampir semua pelaut di dunia harus meninggalkan istri, anak, dan keluarganya berbulan-bulan demi bekerja di laut.
Bukan berarti lirik lagu ini jelek ya bang, justru karena terlalu bagus sampai terasa nyata. Mungkin itu yang bikin kami takut. Takut kehilangan waktu bersama keluarga, takut pulang terlambat, takut ada hal-hal yang tidak bisa kami kendalikan.
Kalau suatu hari abang berkenan, saya punya harapan kecil. Boleh nggak bang bikin lagu untuk kami para pelaut? Tentang seseorang yang bekerja jauh dari rumah, yang setiap hari pikirannya cuma ingin cepat pulang memeluk keluarga. Tentang rindu yang ditahan, tentang ombak yang ditemani doa, dan tentang perjuangan mencari nafkah agar orang-orang yang kami sayangi bisa hidup lebih bahagia.
Karena pada akhirnya, kami memilih jauh bukan karena ingin meninggalkan mereka. Kami pergi justru karena terlalu mencintai mereka.
Terima kasih banyak, Bang Enau. Semoga abang selalu diberi kesehatan dan terus berkarya. Mungkin suatu saat nanti, ada lagu yang benar-benar menjadi suara hati para pelaut.
2026-07-02 19:53:29