@capcuteditsfyp26: Cheeky spam and quick edit of the alu king #georgerussell #f1 #silversone #mercedesbenz #arabmeme

capcuteditsfyp26
capcuteditsfyp26
Open In TikTok:
Region: GB
Sunday 01 February 2026 17:40:49 GMT
1098885
82715
579
12379

Music

Download

Comments

dex_.cc
𝐂𝐂. 𝐃 𝐗 𝐌 :
playing an f1 game and sees a user named "George_Russel_Fan63"
2026-02-16 17:38:12
3057
pasquale.di.paolo14
Pasquale Di Paolo :
2026-02-01 18:25:06
2698
dhms01
DHMS01 :
2026-02-05 11:39:42
564
cupid.graffiti
cupid.graffiti :
2026-02-06 17:47:08
341
skodakodiaqpsni
Skoda kodiaq :
Our operation
2026-02-24 10:07:44
159
hex_aviation
𝐇𝐄𝐗™ :
bro the first one isnt geogre its Hamilton
2026-07-14 07:23:53
0
appleuser35459455
Osama Bin Russel :
I have been summoned
2026-03-16 22:11:53
133
maty04618
maty :
2026-04-04 21:10:40
147
parileopard
PARI_leopard :
2026-03-10 14:59:08
75
drone_guy_1903
Drone_guy1903 :
2026-02-21 16:55:39
30
maximeperraud2
maximeperraud28 :
2026-02-07 17:46:49
48
johnporkkkkk67
johnporkkkkk67 :
Assalamualaikum double podium🔥
2026-03-14 04:13:09
30
shuler_77
шулер | F1 :
WHY I LOVE THIS SONG SO MUCH
2026-05-29 06:36:58
10
._utente._sconosciuto0
777 :
Andrea Kamikantonelli
2026-03-18 15:49:55
40
3dq333
Eda :
guys im asking out of curiosity, why are mercedes edits made with arabic songs?
2026-03-22 10:35:48
0
sprlyy
Sprlyy ッ :
2026-03-15 14:42:49
19
rm_tzs.gtr
Tsz•GTR :
2026-02-13 12:55:43
28
dimedrol785
DimitriX :
Удивляет, что не по официальным данным, за сезон 2025 он самый акуратный пилот который нанес меньше всего ущерба команде
2026-02-24 06:05:28
99
_mar.tyyy_
Marty(chan'sver) :
2026-02-07 21:46:08
31
laroca3410
Maki :
2026-02-07 14:23:47
20
kirk31923
Ashtar Sheran :
He won in australia
2026-03-08 05:50:51
49
personne7856
Ωmεgα :
2026-03-09 06:50:46
18
aiden__________7
Aiden :
2026-03-04 19:24:27
22
To see more videos from user @capcuteditsfyp26, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Tanpa pernah kamu sadari, seluruh ruang di dalam hidupmu kini telah dipenuhi oleh satu nama: Keonho. Ke mana pun kakimu melangkah, bayang-bayang Keonho seolah selalu memiliki cara tersendiri untuk mengaburkan rencana kedamaian yang sudah kamu susun matang-matang. Masa-masa awal perkuliahan di tanah perantauan ini sebenarnya sempat kamu bayangkan akan berjalan dengan penuh ketenangan, jauh dari hiruk-pikuk masa SMA yang melelahkan.  Dibandingkan dengan keangkuhannya di masa lalu, aksi nekat Keonho yang mendadak menempel dan menguntitmu tanpa tahu malu justru menjadi hal yang jauh lebih membekas di dalam ingatan. Kamu memilih merantau jauh-jauh ke Universitas Pradipa ini murni demi bisa bernapas lega dari pusaran obsesi seorang Keonho yang gila-gilaan.  Namun, rencana pelarian suci itu berantakan total sejak hari pertama ospek kemarin, membuktikan bahwa kota Bandung pun tidak cukup luas untuk membuatmu lepas dari radar cowok bermuka badak tersebut. Keonho menolak untuk melepaskanmu begitu saja. Sejan kedok hubungan virtual kalian terbongkar di masa sekolah—di mana Keonho sempat tertegun parah saat menyadari bahwa sosok yang selama ini dia khawatirkan setiap malam di balik layar kaca ternyata adalah kamu—logika cowok itu langsung mati total.  Rasa sayang Keonho yang telanjur ugal-ugalan membuat seluruh harga diri anak konglomeratnya luntur tak bersisa. Keonho nekat mendaftar ke universitas yang sama, masuk melalui jalur Kelas Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan bahkan menyewa kamar kos yang balkonnya tepat berhadapan dengan milikmu.  Semua itu dilakukan Keonho hanya demi bisa menempel padamu seperti prangko dan mengunci fokus duniamu setiap hari. Semenjak hari itu, hidupmu yang kamu kira akan berjalan monoton dan datar kembali di perantauan, justru mulai terasa jauh lebih berwarna semenjak ada Keonho. Sialnya, nyaris tidak ada satu pun aktivitas harianmu yang luput dari campur tangan mantan pembully yang kini sudah sah beralih fungsi menjadi budak cintamu itu. Every single day, alarm pagimu bukan lagi bunyi nyaring bawaan ponsel, melainkan suara dehaman bariton Keonho dari bawah gerbang kos yang memanggil namamu dengan pengeras suara alami dari pita suaranya. Saat kamu kelaparan di tengah malam karena begadang menghafal pasal-pasal hukum pidana yang memusingkan, sebuah tali tambang kecil tiba-tiba akan terjulur dari balkon seberang, menurunkan keranjang anyaman berisi susu kotak cokelat hangat dan camilan favoritmu. Bahkan isi tas kuliahmu pun mulai terkontaminasi olehnya. Di dalam dompet pensilmu, ada pulpen gel hitam mahal berlogo FEB yang sengaja dia selipkan
POV : Tanpa pernah kamu sadari, seluruh ruang di dalam hidupmu kini telah dipenuhi oleh satu nama: Keonho. Ke mana pun kakimu melangkah, bayang-bayang Keonho seolah selalu memiliki cara tersendiri untuk mengaburkan rencana kedamaian yang sudah kamu susun matang-matang. Masa-masa awal perkuliahan di tanah perantauan ini sebenarnya sempat kamu bayangkan akan berjalan dengan penuh ketenangan, jauh dari hiruk-pikuk masa SMA yang melelahkan. Dibandingkan dengan keangkuhannya di masa lalu, aksi nekat Keonho yang mendadak menempel dan menguntitmu tanpa tahu malu justru menjadi hal yang jauh lebih membekas di dalam ingatan. Kamu memilih merantau jauh-jauh ke Universitas Pradipa ini murni demi bisa bernapas lega dari pusaran obsesi seorang Keonho yang gila-gilaan. Namun, rencana pelarian suci itu berantakan total sejak hari pertama ospek kemarin, membuktikan bahwa kota Bandung pun tidak cukup luas untuk membuatmu lepas dari radar cowok bermuka badak tersebut. Keonho menolak untuk melepaskanmu begitu saja. Sejan kedok hubungan virtual kalian terbongkar di masa sekolah—di mana Keonho sempat tertegun parah saat menyadari bahwa sosok yang selama ini dia khawatirkan setiap malam di balik layar kaca ternyata adalah kamu—logika cowok itu langsung mati total. Rasa sayang Keonho yang telanjur ugal-ugalan membuat seluruh harga diri anak konglomeratnya luntur tak bersisa. Keonho nekat mendaftar ke universitas yang sama, masuk melalui jalur Kelas Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan bahkan menyewa kamar kos yang balkonnya tepat berhadapan dengan milikmu. Semua itu dilakukan Keonho hanya demi bisa menempel padamu seperti prangko dan mengunci fokus duniamu setiap hari. Semenjak hari itu, hidupmu yang kamu kira akan berjalan monoton dan datar kembali di perantauan, justru mulai terasa jauh lebih berwarna semenjak ada Keonho. Sialnya, nyaris tidak ada satu pun aktivitas harianmu yang luput dari campur tangan mantan pembully yang kini sudah sah beralih fungsi menjadi budak cintamu itu. Every single day, alarm pagimu bukan lagi bunyi nyaring bawaan ponsel, melainkan suara dehaman bariton Keonho dari bawah gerbang kos yang memanggil namamu dengan pengeras suara alami dari pita suaranya. Saat kamu kelaparan di tengah malam karena begadang menghafal pasal-pasal hukum pidana yang memusingkan, sebuah tali tambang kecil tiba-tiba akan terjulur dari balkon seberang, menurunkan keranjang anyaman berisi susu kotak cokelat hangat dan camilan favoritmu. Bahkan isi tas kuliahmu pun mulai terkontaminasi olehnya. Di dalam dompet pensilmu, ada pulpen gel hitam mahal berlogo FEB yang sengaja dia selipkan "supaya tulisan nota hukum lo secantik orangnya," katanya saat itu. Di sudut meja, bertengger sebuah tanaman kaktus mini dalam pot keramik yang dia namai 'Keonho Kecil' dengan titipan pesan percaya diri: "Wajib disiram dua hari sekali, biar lo gak bisa absen buat mikirin gue." Bersamanya, jalan gang kosan yang sempit berubah menjadi panggung komedi harian. Keonho benar-benar membuang seluruh keangkuhan masa lalunya sebagai anak bungsu konglomerat ke tempat sampah. • • • Harapanmu untuk bisa bernapas lega dan menikmati pagi Sabtu yang damai di tanah perantauan ini seketika buyar begitu membuka mata. Bandung pagi itu terasa begitu sejuk, memancingmu untuk segera beranjak dari tempat tidur demi mencuci beberapa helai pakaian dan menjemurnya di area luar. Sembari menenteng keranjang kecil, kamu menggeser pintu kaca balkon kamarmu pelan-pelan. Kamu sengaja bergerak dengan sangat pelan, berasumsi bahwa cowok di seberang gedung itu pasti masih terlelap pulas karena ini adalah hari libur kuliah. Namun, perkiraanmu meleset total. Baru saja kamu selesai mengaitkan kardigan hangatmu di tali jemuran, suara bariton yang teramat familier mendadak memecah keheningan gang. "Weekend ini ada agenda apa, Ntik?" Refleks, kamu mendongak dan mendapati Keonho ternyata sudah nangkring manis di ujung balkonnya. 💬+ #keonho #cortis #fyp

About