Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@true.crime.documen3: #crime #murder #trial #court #justice #CrimeDocumentary #TrueCrimeStories #CrimeMysteries #TrueCrimeCommunity #CrimeInvestigation #truecrime #disturbing #truestory #documentary
True Crime Documentary
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 03 February 2026 03:00:48 GMT
3585
21
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.84MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.44MB
)
Watermark .mp4 (
1.6MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @true.crime.documen3, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Spider-Man was stabbed and lost his connection to the Spider-Verse, leaving him to live a life where he was never bitten by the radioactive spider. #spiderman #marvel #cindymoon #spiderverse #peterparker
david imutt #davidmoreno #barcalona #fypppppppppppppppppppppp #fyppppppppppppppppppppppp #sb
Dress from @Aleena | ألينا discount code:Mils
e football skills #fyp #foryou #efootball #edit #video
— Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dunia dakwah dan pesantren berduka atas wafatnya KH Syukron Ma’mun, ulama kelahiran Sampang, Madura, yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk menyebarkan ilmu agama dan mendidik generasi santri di Jakarta. Kiai Syukron lahir pada 21 Desember 1941 di Sampang, Madura. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang lekat dengan tradisi keislaman. Sejak muda, perjalanan hidupnya ditempa oleh pendidikan pesantren dan semangat menuntut ilmu. Ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Sidogiri, Pasuruan, sebelum melanjutkan pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Di masa muda itulah, kiprah dakwahnya mulai berkembang hingga berbagai daerah di Jawa Timur. Perjuangannya bukan tanpa tantangan. Di tengah dinamika sosial pada masanya, Kiai Syukron terus menyampaikan dakwah. Gaya ceramahnya yang tegas, bersemangat, dan lantang kemudian membuatnya dikenal luas dengan julukan “Singa Podium.” Ketika menetap di Jakarta, pengabdiannya tidak berhenti pada mimbar ceramah. Ia melanjutkan belajar kepada sejumlah ulama Betawi, mengajar, serta mengisi majelis-majelis taklim. Dakwahnya pun meluas, menjangkau berbagai wilayah Nusantara hingga sejumlah negara Asia Tenggara. Salah satu warisan penting perjuangannya adalah Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta Selatan, yang didirikannya bersama sejumlah rekan pada 1975. Pesantren ini menjadi ruang untuk menanamkan ilmu agama, membentuk karakter, dan menyiapkan generasi penerus perjuangan dakwah. Dari Sampang, Madura, hingga Jakarta, perjalanan KH Syukron Ma’mun menunjukkan bahwa perjuangan seorang santri tidak selalu berlangsung di medan pertempuran. Ada perjuangan panjang melalui ilmu, keberanian menyampaikan nasihat, pendidikan, dan ketekunan membimbing umat. Pada Ahad, 18 Oktober 2026, KH Syukron Ma’mun wafat setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia berpulang pada usia 84 tahun, meninggalkan keluarga besar pesantren, para santri, alumni, serta masyarakat yang mengenal kiprahnya. Kepergiannya menutup perjalanan hidup seorang pendakwah, tetapi ilmu dan lembaga pendidikan yang dirintisnya menjadi bagian dari warisan yang akan diteruskan generasi berikutnya. Dari tanah Madura, ia melangkah membawa ilmu. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, ia menyalakan dakwah. Kini sang Singa Podium telah berpulang, sementara jejak perjuangannya tetap hidup dalam ilmu yang diwariskan dan santri yang dididiknya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu. Semoga Allah menerima amal ibadahnya, mengampuni segala kekhilafannya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah.
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy