@agung_pidekso: Nyobain fitur baru Tik Tok upload satu foto bisa dipilihin backsoud Kisah ini di buat otomatis oleh Ai Pagi belum benar-benar ramai. Ruang itu masih sunyi. Hanya bendera merah putih yang pelan bergerak karena angin dari jendela. Ia duduk diam. Menatap lurus. Bukan karena kosong… tapi karena pikirannya sedang penuh. Seragam coklat itu bukan sekadar pakaian dinas. Itu adalah tanda tanggung jawab. Tanda bahwa ada banyak orang yang berharap, meski tak pernah tahu seberapa berat beban yang ia pikul. Di dinding ada papan data. Angka-angka. Laporan. Target. Tuntutan. Tapi tak ada satu pun yang mencatat: lelahnya pikiran, beratnya keputusan, dan diamnya perjuangan. Ia bukan pejabat besar. Bukan juga orang terkenal. Hanya seseorang yang memilih tetap bertahan, di tempat yang sering membuat orang lain menyerah. Kadang ia ingin berhenti sejenak. Tapi setiap kali melihat bendera itu, ia ingat… Ia bekerja bukan hanya untuk dirinya. Tapi untuk banyak orang yang tak pernah terlihat. Dan pagi itu, sebelum semua orang datang, ia sudah lebih dulu memulai perjuangannya. Dalam diam. Dalam tanggung jawab. Dalam kesetiaan. Karena pahlawan zaman sekarang… sering kali tidak berseragam perang. Tapi berseragam coklat.