@downtimepodcast: We messed up. The Jackson Goldstone interview went live missing a full segment due to an upload issue and a lot of you caught it. This is the missing section, now live. Link in bio. #JacksonGoldstone #DownhillMTB #MTB

Downtime Podcast
Downtime Podcast
Open In TikTok:
Region: GB
Thursday 05 February 2026 18:27:00 GMT
2242
263
1
0

Music

Download

Comments

spaz_on_a_dmr67
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ :
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
2026-02-05 22:28:07
0
To see more videos from user @downtimepodcast, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Petuah ini mengajarkan kepekaan hati dalam bersikap dan berbicara. Tidak semua hal yang benar untuk diucapkan pantas disampaikan di setiap keadaan. Ada kondisi di mana sebuah cerita yang bagi kita biasa saja, bagi orang lain justru bisa menjadi beban batin. Di sinilah empati diuji—bukan pada niat, melainkan pada kesadaran terhadap perasaan orang lain. Ketika seseorang hidup dalam keterbatasan, mendengar keberlimpahan orang lain dapat berubah menjadi luka yang sunyi. Bukan karena iri semata, tetapi karena perbandingan yang tak terhindarkan sering menumbuhkan rasa tidak adil, kecewa, atau rendah diri. Begitu pula bagi mereka yang sedang berjuang dengan kondisi fisik; kisah tentang tubuh yang kuat dan bebas sering kali terasa seperti pengingat akan apa yang sedang hilang dari hidup mereka. Kebijaksanaan tidak selalu ditunjukkan dengan kejujuran tanpa saringan, melainkan dengan kemampuan membaca suasana. Menahan cerita bukan berarti berbohong, tetapi memilih untuk tidak menambah beban di hati orang lain. Dalam banyak kasus, kehadiran yang penuh perhatian jauh lebih berarti daripada kata-kata yang penuh kebanggaan. Sikap ini juga mengajarkan kerendahan hati. Apa yang kita miliki hari ini bukanlah jaminan untuk selamanya. Keadaan bisa berubah, peran bisa bertukar. Dengan menjaga lisan dan sikap, kita tidak hanya menghormati orang lain, tetapi juga melatih diri untuk tidak terjebak dalam rasa lebih tinggi dari sesama. Pada akhirnya, empati adalah seni memahami tanpa harus mengalami hal yang sama. Ia hadir dalam kesadaran sederhana: berbicara seperlunya, mendengar sepenuhnya, dan menempatkan perasaan orang lain setara dengan perasaan sendiri. Dari situlah lahir hubungan yang lebih hangat, manusiawi, dan bermartabat. #tekshitam #fyp
Petuah ini mengajarkan kepekaan hati dalam bersikap dan berbicara. Tidak semua hal yang benar untuk diucapkan pantas disampaikan di setiap keadaan. Ada kondisi di mana sebuah cerita yang bagi kita biasa saja, bagi orang lain justru bisa menjadi beban batin. Di sinilah empati diuji—bukan pada niat, melainkan pada kesadaran terhadap perasaan orang lain. Ketika seseorang hidup dalam keterbatasan, mendengar keberlimpahan orang lain dapat berubah menjadi luka yang sunyi. Bukan karena iri semata, tetapi karena perbandingan yang tak terhindarkan sering menumbuhkan rasa tidak adil, kecewa, atau rendah diri. Begitu pula bagi mereka yang sedang berjuang dengan kondisi fisik; kisah tentang tubuh yang kuat dan bebas sering kali terasa seperti pengingat akan apa yang sedang hilang dari hidup mereka. Kebijaksanaan tidak selalu ditunjukkan dengan kejujuran tanpa saringan, melainkan dengan kemampuan membaca suasana. Menahan cerita bukan berarti berbohong, tetapi memilih untuk tidak menambah beban di hati orang lain. Dalam banyak kasus, kehadiran yang penuh perhatian jauh lebih berarti daripada kata-kata yang penuh kebanggaan. Sikap ini juga mengajarkan kerendahan hati. Apa yang kita miliki hari ini bukanlah jaminan untuk selamanya. Keadaan bisa berubah, peran bisa bertukar. Dengan menjaga lisan dan sikap, kita tidak hanya menghormati orang lain, tetapi juga melatih diri untuk tidak terjebak dalam rasa lebih tinggi dari sesama. Pada akhirnya, empati adalah seni memahami tanpa harus mengalami hal yang sama. Ia hadir dalam kesadaran sederhana: berbicara seperlunya, mendengar sepenuhnya, dan menempatkan perasaan orang lain setara dengan perasaan sendiri. Dari situlah lahir hubungan yang lebih hangat, manusiawi, dan bermartabat. #tekshitam #fyp

About