@s_jll97: رجعت بي الذكرى على ذيك الايام🧑‍🦯

نـايــف|𝐀𝐥-𝐲𝐚𝐦𝐢
نـايــف|𝐀𝐥-𝐲𝐚𝐦𝐢
Open In TikTok:
Region: SA
Thursday 05 February 2026 21:50:01 GMT
373657
14206
110
2890

Music

Download

Comments

aayd93
𝔹𝕒𝕢𝕒𝕪𝕒 𝕊𝕙𝕦𝕠𝕣 :
الأفراق صعبة خاصة لما تحب شخص ويبعد عنك تحس فجأة كل شيء صار فراغ تتساءل هل هو اختبار لتقوي نفسك او خذلان يوريك الناس على حقيقتها احيانًا الاثنين مع بعض الحياة تختبر قلبك لتعرف صبرك وقوتك وتعلمك تترك ما صار لك ولا تخلي الخذلان يحطمك بالعكس خذ الألم درس والفقدان فرصة لتعرف من يستحقك ومن مجرد مرور والأهم تعرف ان قلبك قيمته ما تنقص مهما صار وتستحق شخص يقدرك ويقف معك
2026-04-09 05:37:08
1
aa1234n1
ْابو انس :
مردها لو ضاقت اعوام بتزين وبتضحك لنا الدنيا وبننسى تعبها
2026-02-08 19:46:10
24
user694310320
Ŧ :
:تغيرت ماكنك عضيدٍ وراس مال تراخى غلاك اللي من أول بنيته عطيتك مقامٍ فوق في عالي المنزال وقدرك نزل في خاطري ما نويته
2026-02-06 19:56:09
10
user747273320638039
Omer...Marmoush....Man....City :
صح لسانك على كتابت البيات الجميله انشهد انها ابيات تفاصيل من حياتي ماقول شكرن وكتفي عليها ادبلها ثنتين وثلاث على السان اخرجها ويمنا اكتبتها
2026-02-07 19:34:44
7
user7987767478709
user7987767478709اقصي خبال :
رجعت بي الذكرى على ذيك الايام حلو السنين اللي مضت من حياتي ليت العمر ينعاد لو بضعه اعوام وارجع وراتب من جديد امنياتي
2026-02-11 00:55:25
7
swiftkey974
swiftkey974 :
رجعت بي ذكرى على ذيك الأيام حلو سنين الي مضت من حياتي ليت العمر ينعاد لو بضعه أعوام وراجع وارتب من جديد امنياتي
2026-04-03 22:00:40
3
user4873498367931
ابرد لك :
وتبقى الذكريات قصصا صامته تركت بقلوبنا أثار لا يزول
2026-02-07 17:16:16
4
user261669652827
سليم مبارك 🇸🇩 :
راح العمر مابين روحة او جية💔💔
2026-03-28 10:22:47
2
user66815545112454
أبو جود :
رجعت بي الذكـرى على ذيك الايام حلو السنين اللي قضّت من حياتي فـ الذاكره تعرض مثل عرض الافلام
2026-03-24 14:53:08
4
lj.1r3
lj.1r3 :
الارض الطيبه💔💔💔
2026-02-06 13:42:35
5
9hz_6
𝐇•. :
مسلسل لطفوله ارض طيبه 🤍😢
2026-04-13 10:16:16
1
user9800555482338
محمد :
اذكرو الله سبحانه وتعالى
2026-02-17 11:44:24
2
a.917.x
ابو سلطان العولقي 😴🚭 :
ارض الطيبه 💔
2026-04-02 17:33:30
1
hh.hh3238
خذلان :
كان ابوي م يخلينا نتابع العصر عشان يسمع الاخبار واحنانا نصيح نزعج والان ابوي رحل 😭😭😭😭😭
2026-03-24 23:44:10
3
tatw249
ابرهيم ابن عواد 🫀 ✔️ :
عزالله 😭
2026-04-02 07:47:57
2
nxqi_1
نوف ❣️ :
ياليت فينا نرجعها بس مستحيل ترجع 💔💔
2026-02-08 22:20:55
5
user70433781242934
نمشي على كف الغدر :
وتبقى الذكريات قصصا صامته تركت بقلوبنا أثار لا يزول🥹🥹
2026-02-17 08:41:59
2
catalonia117
Catalonia :
اي والله
2026-02-08 00:52:35
3
3ftbi_rq
هـٰمـَْــسْ اّلْليــلّ❤️. 505 :
ليت الزمن يعود يوما 🥺🥺🥺
2026-03-30 21:06:14
1
user9800555482338
محمد :
صلو على النبي عليه الصلاة والسلام
2026-02-17 11:44:29
1
guahr200
نـــغـــم🎻 :
"غالباً اكثر مايؤثر في الشخص هي الذكريات وتجعله يمر باسوء مراحله النفسيه" وقيل على سياق ذالك: مابقى من حبه إلا بقايا ذكريات ودي انه راح كله وأخذها كلها :). عزاه💔
2026-02-10 04:35:24
3
v.y912
14🖐🏻🎖️. :
ياليت ارجع في عمري واصحح اخطائي 💔
2026-02-09 06:20:32
2
yzn.6l
سهـاجَ الروقي ⚕. :
سقا الله ايامهم آلا ليت الزمان يعود يوماً 💔💔.
2026-02-09 19:38:04
2
2022ebraheem
عابر سبيل القيقب🚤 :
رجعت بي الذكرى على ذيك الايام حلو السنين اللي مضت من حياتي ليت العمر ينعاد لو بضعة اعوام وارجع وارتب من جديد امنياتي 🥰
2026-04-02 17:41:46
1
user4873498367931
ابرد لك :
اه اه
2026-02-07 17:15:53
1
To see more videos from user @s_jll97, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Sore itu taman terasa hangat. Jake berbaring di atas pahamu, wajahnya menghadap langit. Kamu mengusap rambutnya pelan. Dia memejamkan mata, tersenyum kecil. “Nanti di masa depan, anak kita bakal mirip aku kan?” Kamu terkekeh. “Mirip akulah. Kan aku ibunya.” Jake membuka satu mata, senyumnya makin lebar. “Tapi kan aku ayahnya.” Kalian tertawa ringan, polos, seperti masa depan itu pasti. Tiba-tiba Layla—anjingnya Jake berlari kecil ke arahnya, ekornya bergerak ke sana kemari. Jake langsung duduk, tertawa lepas. Layla lalu berlari ke arahmu dengan antusias. Refleks. Tubuhmu mundur. Jake cepat menangkap Layla, menggendongnya ke dada. “Oh— Ga boleh ya? Maaf, sayang… aku lupa.” ada rasa bersalah di sana. Kamu mengangguk, buru-buru tersenyum supaya momen itu tidak membesar. …….. Pulangnya, kamu baru selesai salat Asar, saat masuk mobil. Jake menoleh, senyumnya hangat. “Pantes kamu cantik banget,” katanya ringan. “Sehari lima kali kena air.” Kamu tersenyum. Di balik semua yang terlihat ringan itu, ada sesuatu yang lagi-lagi mengingatkan kalian. Bahwa kalian berbeda keyakinan. Empat tahun lalu kalian memulai semua ini dengan polos. Terlalu muda untuk memikirkan “akhir”. Seolah cinta bisa menjadi jembatan yang cukup. Salib kecil selalu tergantung di leher Jake. Tidak pernah dilepas. Jake juga pernah bilang nama baptisnya adalah ‘Noah’. Artinya ‘Damai dan Penenang’ Indah bukan? Itu sangat mencerminkan dia. ⸻—————— Sebulan sekali, Jake selalu datang dengan bunga. Katanya supaya ‘tangki cinta’ kamu selalu penuh. Kali ini, dia datang dengan bunga putih. Kamu baru masuk mobil ketika dia menyodorkannya. “Kok lagi?” kamu tertawa kecil. “Minggu lalu kan udah.” Jake tersenyum. “Bulan ini spesial. Jadi dua kali.” Kamu menerima bunga itu, tersenyum… tapi matamu mulai berkaca-kaca. Jake tidak bilang apa-apa. Dia tidak bilang bahwa akhir-akhir ini, setiap kali cintanya bertambah besar, dia juga semakin merasa bersalah. Kamu menatap bunga putih itu lama. Lalu pelan, kamu bertanya. “…kita bakal nikah ga ya?” Di kepala Jake, untuk sepersekian detik, pernikahan adalah dirinya berdiri di altar, matanya menunggumu berjalan mendekat, janji suci terucap dan nama Tuhan disebut. Kamu menoleh ke arahnya. Di kepalamu, terlintas gambaran lain, Jake duduk bersila, suara tegas tapi bergetar, mengucapkan ijab qobul, namamu disebut, sah diucapkan, satu tarikan napas menentukan hidup. Hening. Jake tidak memiliki jawaban untuk pertanyaanmu. “I wish.. tapi jodoh bukan di tangan kita kan?” Kamu mengangguk kecil. “Iya… di tangan Tuhan… Tapi Tuhan yang mana?” Jake menoleh. Kali ini kamu melihat ketakutan di matanya. Dia tidak bisa menjawab. Sebagai gantinya, Jake menarikmu ke dalam pelukannya—erat, sangat erat, matanya terpejam. Rahangnya mengeras. “Kalau ini sementara,” suaranya lembut dan jujur, “biarin aku cintai kamu sebanyak dan sebaik yang aku bisa” Kamu membalas pelukannya. Sama eratnya. Sama takutnya. ————————— Ayahmu tahu semuanya. Dia tahu Jake anak baik. Tahu caranya memperlakukanmu dengan lembut. Tahu cintanya bukan main-main. Hari itu, saat ayahmu melihat matamu yang kosong, langkahmu yang ragu, dia duduk di sampingmu mengusap kepalamu. Tidak menggurui. Tidak menekan. Hanya berkata pelan, “Coba… lebih sering lagi bicara dan meminta petunjuk ke Allah.” Kalimat sederhana itu justru memecahkan sesuatu di dadamu. Sejak itu, kamu lebih sering berdoa. Begitu juga Jake. Kalian mulai lebih sering datang meminta petunjuk kepada Tuhan masing-masing. Terlalu mencintai untuk saling merebut satu sama lain.  Dan perlahan… ketenangan datang. Bukan jawaban instan. Bukan tanda besar. Tapi keyakinan kecil yang menetap. Kamu akhirnya berani memutuskan. Dan Jake… sudah lama bersiap menerima apa pun yang akan kamu bawa. Kalian bertemu di tempat yang tenang. Jake tersenyum saat melihatmu. (Lanjutan di komentar>>) #jake #enhypen #pov #enhypenpov #fyp
POV : Sore itu taman terasa hangat. Jake berbaring di atas pahamu, wajahnya menghadap langit. Kamu mengusap rambutnya pelan. Dia memejamkan mata, tersenyum kecil. “Nanti di masa depan, anak kita bakal mirip aku kan?” Kamu terkekeh. “Mirip akulah. Kan aku ibunya.” Jake membuka satu mata, senyumnya makin lebar. “Tapi kan aku ayahnya.” Kalian tertawa ringan, polos, seperti masa depan itu pasti. Tiba-tiba Layla—anjingnya Jake berlari kecil ke arahnya, ekornya bergerak ke sana kemari. Jake langsung duduk, tertawa lepas. Layla lalu berlari ke arahmu dengan antusias. Refleks. Tubuhmu mundur. Jake cepat menangkap Layla, menggendongnya ke dada. “Oh— Ga boleh ya? Maaf, sayang… aku lupa.” ada rasa bersalah di sana. Kamu mengangguk, buru-buru tersenyum supaya momen itu tidak membesar. …….. Pulangnya, kamu baru selesai salat Asar, saat masuk mobil. Jake menoleh, senyumnya hangat. “Pantes kamu cantik banget,” katanya ringan. “Sehari lima kali kena air.” Kamu tersenyum. Di balik semua yang terlihat ringan itu, ada sesuatu yang lagi-lagi mengingatkan kalian. Bahwa kalian berbeda keyakinan. Empat tahun lalu kalian memulai semua ini dengan polos. Terlalu muda untuk memikirkan “akhir”. Seolah cinta bisa menjadi jembatan yang cukup. Salib kecil selalu tergantung di leher Jake. Tidak pernah dilepas. Jake juga pernah bilang nama baptisnya adalah ‘Noah’. Artinya ‘Damai dan Penenang’ Indah bukan? Itu sangat mencerminkan dia. ⸻—————— Sebulan sekali, Jake selalu datang dengan bunga. Katanya supaya ‘tangki cinta’ kamu selalu penuh. Kali ini, dia datang dengan bunga putih. Kamu baru masuk mobil ketika dia menyodorkannya. “Kok lagi?” kamu tertawa kecil. “Minggu lalu kan udah.” Jake tersenyum. “Bulan ini spesial. Jadi dua kali.” Kamu menerima bunga itu, tersenyum… tapi matamu mulai berkaca-kaca. Jake tidak bilang apa-apa. Dia tidak bilang bahwa akhir-akhir ini, setiap kali cintanya bertambah besar, dia juga semakin merasa bersalah. Kamu menatap bunga putih itu lama. Lalu pelan, kamu bertanya. “…kita bakal nikah ga ya?” Di kepala Jake, untuk sepersekian detik, pernikahan adalah dirinya berdiri di altar, matanya menunggumu berjalan mendekat, janji suci terucap dan nama Tuhan disebut. Kamu menoleh ke arahnya. Di kepalamu, terlintas gambaran lain, Jake duduk bersila, suara tegas tapi bergetar, mengucapkan ijab qobul, namamu disebut, sah diucapkan, satu tarikan napas menentukan hidup. Hening. Jake tidak memiliki jawaban untuk pertanyaanmu. “I wish.. tapi jodoh bukan di tangan kita kan?” Kamu mengangguk kecil. “Iya… di tangan Tuhan… Tapi Tuhan yang mana?” Jake menoleh. Kali ini kamu melihat ketakutan di matanya. Dia tidak bisa menjawab. Sebagai gantinya, Jake menarikmu ke dalam pelukannya—erat, sangat erat, matanya terpejam. Rahangnya mengeras. “Kalau ini sementara,” suaranya lembut dan jujur, “biarin aku cintai kamu sebanyak dan sebaik yang aku bisa” Kamu membalas pelukannya. Sama eratnya. Sama takutnya. ————————— Ayahmu tahu semuanya. Dia tahu Jake anak baik. Tahu caranya memperlakukanmu dengan lembut. Tahu cintanya bukan main-main. Hari itu, saat ayahmu melihat matamu yang kosong, langkahmu yang ragu, dia duduk di sampingmu mengusap kepalamu. Tidak menggurui. Tidak menekan. Hanya berkata pelan, “Coba… lebih sering lagi bicara dan meminta petunjuk ke Allah.” Kalimat sederhana itu justru memecahkan sesuatu di dadamu. Sejak itu, kamu lebih sering berdoa. Begitu juga Jake. Kalian mulai lebih sering datang meminta petunjuk kepada Tuhan masing-masing. Terlalu mencintai untuk saling merebut satu sama lain. Dan perlahan… ketenangan datang. Bukan jawaban instan. Bukan tanda besar. Tapi keyakinan kecil yang menetap. Kamu akhirnya berani memutuskan. Dan Jake… sudah lama bersiap menerima apa pun yang akan kamu bawa. Kalian bertemu di tempat yang tenang. Jake tersenyum saat melihatmu. (Lanjutan di komentar>>) #jake #enhypen #pov #enhypenpov #fyp

About