@ghs_korea: WE NEED CHAT 🥲 - 99 NIGHT IN THE FOREST | ROBLOX ANIMATION #nightintheforest #99nightintherforest #shorts #robloxanimation #memeanimation

GH'S
GH'S
Open In TikTok:
Region: KR
Friday 06 February 2026 04:00:38 GMT
16124096
809896
10113
33404

Music

Download

Comments

kimi_014offline
♥︎•.🅺🅸🅼🅸.•♥︎ :
Now we all know how she feel🫩
2026-02-06 14:10:14
41723
julek7395
🌟CIEMNY_PCD🌟 :
no chat no roblox
2026-02-06 07:44:21
70975
edi247349
edi :
we can just communicate in jjk
2026-06-04 02:24:26
0
skibiditoilet9598
ธาดา 🐰👍🏻🥳 :
roblox now
2026-02-06 09:18:55
9172
megumi_99gojo
✧*🌹ARIANA🌹✧*。 :
we need chat back who's with me!!
2026-02-06 06:05:48
757
rynmntl
yen :
holy
2026-02-06 04:03:32
4772
karlthichve
Racting pace :
Roblox VNG:
2026-02-06 05:50:12
2154
seleb_kicik
just_cintazq🕷 :
bacon:
2026-02-06 06:17:53
936
maka07759
Serowy :
sad
2026-02-06 08:00:57
1690
andredorte
DecoGamer BR :
na minha época o roblox n tinha voice chat e censurada até as palavras "porque" e "tudo bem" kkkkkkk
2026-02-07 13:10:03
546
mauroleon09
Mauro 💫 :
Estuvo bien, odienme lo q quiera, pero si roblox te quito el chat con ese amigo, es porque era mayor o menor q tu
2026-02-06 15:26:35
1280
user34414038803406
someone :
hope roblox see this..
2026-05-03 13:23:47
0
noisymusex
Moon ⚯͛ :
Pidieron seguridad y ahora se quejan
2026-02-07 17:17:14
3993
lelouch_garden
LELOUCH :
roblox now🥀
2026-02-06 09:27:09
2741
abigail_by2002
Abi 🐈‍⬛🥐🕯️ :
a mí me parece, en ese caso solo deberían poner la función de ver y hablar con los amigos que tengas agregados y ya
2026-02-06 18:26:59
236
kevinperalta16
Kevin Peralta :
Lo mejor que pudieron hacer fue quitar el chat y dejarlo por edades FUE LO MEJOR sin duda la gente era demasiado tóxica y me incluyo aveces se pasaban de insultos, pero en fin es mejor asi aun que algunos si podemos usarlo con personas de nuestra misma edad y eso es mejor.
2026-02-06 16:33:37
177
user2354180003342
기모기모 :
현재의 로블록스 구현한 영상 잘봤습니다.
2026-02-08 02:35:25
44
larkvoid
larkvoid :
“queremos injustiça” 💔🥀
2026-02-06 19:19:35
85
fursuit.milo
❦ 𝓡𝓸𝔁𝔂 𝓕𝓸𝓻𝓽𝓲𝓷 ❦ :
Dsl mais sait mieux comme sa comme il ya beaucoup adulte qu’il profite des mineur dans le sense mal 😖
2026-02-08 05:47:37
10
kulsxex
Даже KulsУ не :
есть дискорд и другие приложения для общения 🐔
2026-02-06 06:06:29
1377
death_0455
𝕯𝖊𝖆𝖙𝖍 :
the chat be like:🔒••••••
2026-02-10 09:52:14
2535
capoo_401
Lee G Hoon :
แทนที่จะไล่แบนโปรดันไล่ปิดปากคนเล่น
2026-02-06 05:52:16
777
z4ff052
Z4FF⚡ :
with chat:we can say sorry no chat:we cant say sorry and ppl report us
2026-02-06 05:04:10
152
canalsinidentidad
Canal sin identidad. :
Pues pónganse a jugar sin chat y ya. Lo que viene a uno a Roblox es a jugar, si quieres hacer amigos, allí está la calle.
2026-02-06 15:47:04
137
lucas.arau.len.li
luk ⚡ :
ya me la pensé mejor no juego el 1 de marzo
2026-02-06 13:24:40
41
To see more videos from user @ghs_korea, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Renungan 3-6-26 : *JALA IKAN DIGANTI JALA MANUSIA ( 1 )*      Dalam Matius 4:20 dikisahkan Simon dan Andreas menerima undangan Yesus dengan meninggalkan jala ikannya. Meninggalkan jala ikan, dalam konteks literalnya, berarti meninggalkan segala sesuatu demi Tuhan. Bagi nelayan seperti Simon dan Andreas, jala adalah alat penghidupan utama sebagaimana cangkul bagi seorang petani. Meninggalkan jala berarti meninggalkan segala sesuatu, termasuk yang paling mendasar, yakni penghidupan mereka.      Harus diakui bahwa narasi pemanggilan para murid pada Matius 4 ini sangat indah. Keindahannya terletak apabila ayat ke-20 ini dibaca bersamaan dengan ayat ke-19, di mana mereka diundang Yesus menjadi penjala manusia. Ketika mereka merespons undangan Yesus, mereka meninggalkan jala ikan dan menggantinya dengan “jala manusia”. Apakah jala manusia itu? Ia adalah kehendak dan rencana Allah. Para murid meninggalkan yang paling mendasar dalam hidup seorang manusia, yakni penghidupan, dan menggantinya dengan hal yang lebih mendasar, yakni kehendak dan rencana Allah atas hidupnya. Para murid tidak meninggalkan penghidupan tanpa arah, mereka meninggalkannya dengan arah yang jelas, yakni kehendak dan rencana Allah. Itulah yang lebih mendasar ketimbang kebutuhan hidup yang sementara. Di sinilah letak keindahan narasi tersebut.      Panggilan mengikut Tuhan bukan panggilan yang sporadis (tanpa arah dan tujuan). Paulus berkata bahwa ia bukan pelari tanpa tujuan dan petinju yang sembarangan memukul (1Kor. 9:26). Ia memiliki tujuan dan sasaran pukulan yang jelas, yakni pembenahan manusia batiniah yang terus bergerak seturut kehendak dan rencana Allah (1Kor. 9:27). Paulus sadar bahwa *manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.* Firman tersebut adalah kehendak dan rencana Allah. Bila dikatakan bahwa manusia hidup dari firman, itu bukan berarti kita menganggap remeh pencarian berkat jasmani. Berkat jasmani harus diusahakan dengan tanggung jawab  karena itu juga merupakan bagian dari pengabdian kita kepada Tuhan dan sesama. Bagaimana mungkin seseorang memenuhi kehendak dan rencana Tuhan apabila dalam hal kecil (berkat jasmani) ia tidak benar? Namun, pencarian berkat jasmani tidak boleh mengalihkan kita dari fokus yang sesungguhnya. *Kehendak dan rencana Allah dalam hidup kita adalah hal yang lebih mendasar yang perlu diusahakan dengan sungguh-sungguh.*      Oleh karena itu, mengikut Tuhan tidak menjadikan kita sebagai pribadi yang penuh fantasi dan utopis. Justru seseorang yang mengikut Tuhan adalah pribadi yang realistis. Ia memenuhi seluruh kebutuhan jasmani dengan penuh tanggung jawab. Akan tetapi, fokusnya bukan lagi pada bagaimana memperoleh berkat jasmani lebih banyak agar hidup lebih tenang. Ia akan *“mengganti jalanya”*. Ia akan berusaha menjaring kehendak Allah dalam kehidupannya sehari-hari. Ia akan memiliki kegalauan yang kudus, yakni gelisah apabila tidak menemukan kehendak dan rencana Allah dalam hidupnya. Dengan demikian, seseorang tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan, memilih, atau melakukan sesuatu. Ia akan mempertimbangkannya dengan matang, bukan hanya dari segi kemampuan finansial ataupun dampak dari suatu keputusan, melainkan juga perasaan Allah. Perasaan Allah ini dikenali dalam persekutuan yang intim dengan-Nya melalui interaksi hidup sehari-hari yang berusaha tidak bercela serta waktu perenungan yang intim dalam doa.      *Seseorang yang mengganti jalanya bisa mengalami ketidaknyamanan, sebab perubahan jala berarti perubahan cita rasa jiwa.* Perubahan cita rasa jiwa dari duniawi menjadi surgawi sangat menyayat manusia batiniah. Proses ini layaknya seseorang yang “sekarat”, di mana ia berada di antara hidup dan mati. Tidak ada kepastian dan kenyamanan. Namun, tidak ada keadaan sekarat yang tanpa ujung. Seseorang yang sekarat pasti akan kembali sadar ataupun berpulang.  create: chd #renunganharian #firmantuhan #motivasirohani
Renungan 3-6-26 : *JALA IKAN DIGANTI JALA MANUSIA ( 1 )* Dalam Matius 4:20 dikisahkan Simon dan Andreas menerima undangan Yesus dengan meninggalkan jala ikannya. Meninggalkan jala ikan, dalam konteks literalnya, berarti meninggalkan segala sesuatu demi Tuhan. Bagi nelayan seperti Simon dan Andreas, jala adalah alat penghidupan utama sebagaimana cangkul bagi seorang petani. Meninggalkan jala berarti meninggalkan segala sesuatu, termasuk yang paling mendasar, yakni penghidupan mereka. Harus diakui bahwa narasi pemanggilan para murid pada Matius 4 ini sangat indah. Keindahannya terletak apabila ayat ke-20 ini dibaca bersamaan dengan ayat ke-19, di mana mereka diundang Yesus menjadi penjala manusia. Ketika mereka merespons undangan Yesus, mereka meninggalkan jala ikan dan menggantinya dengan “jala manusia”. Apakah jala manusia itu? Ia adalah kehendak dan rencana Allah. Para murid meninggalkan yang paling mendasar dalam hidup seorang manusia, yakni penghidupan, dan menggantinya dengan hal yang lebih mendasar, yakni kehendak dan rencana Allah atas hidupnya. Para murid tidak meninggalkan penghidupan tanpa arah, mereka meninggalkannya dengan arah yang jelas, yakni kehendak dan rencana Allah. Itulah yang lebih mendasar ketimbang kebutuhan hidup yang sementara. Di sinilah letak keindahan narasi tersebut. Panggilan mengikut Tuhan bukan panggilan yang sporadis (tanpa arah dan tujuan). Paulus berkata bahwa ia bukan pelari tanpa tujuan dan petinju yang sembarangan memukul (1Kor. 9:26). Ia memiliki tujuan dan sasaran pukulan yang jelas, yakni pembenahan manusia batiniah yang terus bergerak seturut kehendak dan rencana Allah (1Kor. 9:27). Paulus sadar bahwa *manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.* Firman tersebut adalah kehendak dan rencana Allah. Bila dikatakan bahwa manusia hidup dari firman, itu bukan berarti kita menganggap remeh pencarian berkat jasmani. Berkat jasmani harus diusahakan dengan tanggung jawab karena itu juga merupakan bagian dari pengabdian kita kepada Tuhan dan sesama. Bagaimana mungkin seseorang memenuhi kehendak dan rencana Tuhan apabila dalam hal kecil (berkat jasmani) ia tidak benar? Namun, pencarian berkat jasmani tidak boleh mengalihkan kita dari fokus yang sesungguhnya. *Kehendak dan rencana Allah dalam hidup kita adalah hal yang lebih mendasar yang perlu diusahakan dengan sungguh-sungguh.* Oleh karena itu, mengikut Tuhan tidak menjadikan kita sebagai pribadi yang penuh fantasi dan utopis. Justru seseorang yang mengikut Tuhan adalah pribadi yang realistis. Ia memenuhi seluruh kebutuhan jasmani dengan penuh tanggung jawab. Akan tetapi, fokusnya bukan lagi pada bagaimana memperoleh berkat jasmani lebih banyak agar hidup lebih tenang. Ia akan *“mengganti jalanya”*. Ia akan berusaha menjaring kehendak Allah dalam kehidupannya sehari-hari. Ia akan memiliki kegalauan yang kudus, yakni gelisah apabila tidak menemukan kehendak dan rencana Allah dalam hidupnya. Dengan demikian, seseorang tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan, memilih, atau melakukan sesuatu. Ia akan mempertimbangkannya dengan matang, bukan hanya dari segi kemampuan finansial ataupun dampak dari suatu keputusan, melainkan juga perasaan Allah. Perasaan Allah ini dikenali dalam persekutuan yang intim dengan-Nya melalui interaksi hidup sehari-hari yang berusaha tidak bercela serta waktu perenungan yang intim dalam doa. *Seseorang yang mengganti jalanya bisa mengalami ketidaknyamanan, sebab perubahan jala berarti perubahan cita rasa jiwa.* Perubahan cita rasa jiwa dari duniawi menjadi surgawi sangat menyayat manusia batiniah. Proses ini layaknya seseorang yang “sekarat”, di mana ia berada di antara hidup dan mati. Tidak ada kepastian dan kenyamanan. Namun, tidak ada keadaan sekarat yang tanpa ujung. Seseorang yang sekarat pasti akan kembali sadar ataupun berpulang. create: chd #renunganharian #firmantuhan #motivasirohani

About