@ab_12787: #LiveForTheChallenge #اكسبلوررر #fyp #ايفون17 #ايفون_برتقالي

Ab
Ab
Open In TikTok:
Region: SA
Saturday 07 February 2026 18:09:03 GMT
12173
187
10
81

Music

Download

Comments

rateel254
Rateel🪽 :
تكفين مرا محتاره بين الكحلي والبرتقالي
2026-06-24 17:38:21
0
To see more videos from user @ab_12787, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

BALITOPIK.COM, BANGLI – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi senilai Rp137,36 miliar di wilayah kerja BWS Bali-Penida dipertanyakan petani di Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli. Selain minim sosialisasi, petani mengaku tidak mendapat informasi jelas mengenai nilai pekerjaan, volume saluran yang direhabilitasi hingga pihak pelaksana di lapangan. Kondisi tersebut dinilai janggal karena proyek yang menggunakan anggaran besar seharusnya dapat diketahui masyarakat, khususnya petani yang menjadi pengguna langsung jaringan irigasi. Kelian Subak Puluai, Ketut Sirka, mengatakan petani tidak pernah diajak berkoordinasi sebelum pekerjaan dimulai. Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti nilai proyek maupun panjang saluran yang dikerjakan. “Dari awal tidak ada sosialisasi kepada petani. Kami juga tidak tahu berapa nilai proyeknya dan berapa panjang yang dikerjakan,” ungkap Sirka saat ditemui Selasa (20/10/2026). Menurut Sirka, usulan perbaikan saluran dari sejumlah subak sebelumnya mencapai sekitar 1.000 meter. Namun, ia mendapat informasi bahwa pekerjaan yang ditangani hanya sekitar 500 meter. Meski demikian, angka tersebut belum dapat dipastikan sebagai volume kontrak dan masih perlu dicocokkan dengan dokumen resmi pekerjaan. Persoalan lain yang disoroti petani adalah waktu pelaksanaan. Sirka menyebut pekerjaan yang semestinya dimulai pada Agustus 2025 baru berjalan pada Oktober 2025. “Proyek ini semestinya dikerjakan Agustus 2025. Kenyataan di lapangan proyek ini baru dikerjakan Oktober 2025. Sehingga petani rugi selama dua bulan tidak bisa tanam padi dan sayur,” ujarnya. Keluhan juga disampaikan Kelian Subak Tampuagan, Sang Nyoman Giri Jaya. Ia mengaku tidak memperoleh sosialisasi maupun koordinasi dari BWS Bali-Penida dan kontraktor sebelum pekerjaan berlangsung. Ia juga tidak mengetahui secara jelas nilai proyek, nama kontraktor maupun panjang saluran yang menjadi sasaran rehabilitasi.
BALITOPIK.COM, BANGLI – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi senilai Rp137,36 miliar di wilayah kerja BWS Bali-Penida dipertanyakan petani di Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli. Selain minim sosialisasi, petani mengaku tidak mendapat informasi jelas mengenai nilai pekerjaan, volume saluran yang direhabilitasi hingga pihak pelaksana di lapangan. Kondisi tersebut dinilai janggal karena proyek yang menggunakan anggaran besar seharusnya dapat diketahui masyarakat, khususnya petani yang menjadi pengguna langsung jaringan irigasi. Kelian Subak Puluai, Ketut Sirka, mengatakan petani tidak pernah diajak berkoordinasi sebelum pekerjaan dimulai. Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti nilai proyek maupun panjang saluran yang dikerjakan. “Dari awal tidak ada sosialisasi kepada petani. Kami juga tidak tahu berapa nilai proyeknya dan berapa panjang yang dikerjakan,” ungkap Sirka saat ditemui Selasa (20/10/2026). Menurut Sirka, usulan perbaikan saluran dari sejumlah subak sebelumnya mencapai sekitar 1.000 meter. Namun, ia mendapat informasi bahwa pekerjaan yang ditangani hanya sekitar 500 meter. Meski demikian, angka tersebut belum dapat dipastikan sebagai volume kontrak dan masih perlu dicocokkan dengan dokumen resmi pekerjaan. Persoalan lain yang disoroti petani adalah waktu pelaksanaan. Sirka menyebut pekerjaan yang semestinya dimulai pada Agustus 2025 baru berjalan pada Oktober 2025. “Proyek ini semestinya dikerjakan Agustus 2025. Kenyataan di lapangan proyek ini baru dikerjakan Oktober 2025. Sehingga petani rugi selama dua bulan tidak bisa tanam padi dan sayur,” ujarnya. Keluhan juga disampaikan Kelian Subak Tampuagan, Sang Nyoman Giri Jaya. Ia mengaku tidak memperoleh sosialisasi maupun koordinasi dari BWS Bali-Penida dan kontraktor sebelum pekerjaan berlangsung. Ia juga tidak mengetahui secara jelas nilai proyek, nama kontraktor maupun panjang saluran yang menjadi sasaran rehabilitasi.

About