raflidfh :
gua setuju sebagian, tapi ga sepenuhnya juga.
di satu sisi, kalimat Imam Syafi’i itu dalem banget: seringkali orang ga benar-benar berubah, cuma topengnya yang makin kebuka. pas awal kenal, kita lihat versi terbaiknya; makin lama, kita lihat versi utuhnya—kelebihan dan kekurangannya. jadi rasanya seperti “dia berubah”, padahal sebenarnya kita baru benar-benar kenal.
tp di sisi lain, manusia itu makhluk yang tumbuh. pengalaman, trauma, cinta, kehilangan, tanggung jawab—semua itu beneran bisa ngerubah cara seseorang mikir, ngerasa, dan bersikap. bukan cuma topeng yang lepas, tapi juga ada bagian diri yang memang berkembang atau bahkan rusak.
yang penting bukan cuma “dia berubah atau engga”, tapi:
apakah perubahan atau sisi asli itu masih sejalan sm nilai, batas, dan kebutuhan kita sekarang.
2026-02-08 21:54:21