@horror.media1: Ia Menatap dari Luar Tenda, Lalu Mendekat‼️ -Gn. Gede Pangrango | pertengahan tahun 2004. Sejak siang aku dan sahabatku mendaki Gunung Gede via Jalur Cibodas. Jalur terasa lebih sepi karena saat itu bukan hari libur. Setelah melewati pos air panas, seperti hutan yang menahan napas. Kaki gemetar, napas berat, dan tubuh sudah tak sanggup memaksa naik lebih jauh. Kami mendirikan tenda di sana. Sore hari pukul 18:00. Tidak terlihat satupun tenda dari rombongan pendaki lain. Kegelapan terasa turun sangat cepat, kabut tebal datang tanpa suara. Lampu headlamp memantul di putihnya kabut, jarak pandang tinggal beberapa langkah. Tenda kami pasang, Api unggun kami nyalakan. Kompor parafin kami gunakan untuk memasak air panas menyeduh kopi. Di situlah aku dan sahabatku melihatnya—sosok kakek tua berdiri tak jauh dari tenda. Tubuhnya kurus, punggung membungkuk, wajahnya pucat seperti tak pernah tersentuh matahari. Ia hanya menatap. Tak bergerak. Tak bersuara. Beberapa saat berlalu, dan tatapan itu tak juga hilang. Perlahan, sangat perlahan, kakek tua itu mendekat. Langkahnya tak terdengar, namun bayangannya makin besar. Hingga akhirnya ia berhenti tepat di depan pintu tenda. Dadaku terasa sesak. Jantung berdegup tak beraturan. Tangan yang kugunakan untuk menggenggam gelas kopi mulai sedikit gemetar. Sahabatku tetap menghisap rokok kretek dalam ketakutan, aku melakukan satu-satunya hal yang kuingat—berdoa. Doa sederhana yang kuhafal sejak masih SD, saat sekolah minggu dulu. ##doabapakami “Bapa kami yang ada di surga… ….. janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.” ….. Suara doaku bergetar, nyaris kalah oleh dingin. Saat kalimat terakhir dan kata Amin terucap, kabut di depan tenda perlahan menipis. Sosok itu… menghilang. Tak ada langkah menjauh. Tak ada suara. Hanya hening yang tiba-tiba terasa terlalu luas. Secara spontan aku dan sahabatku teetawa kecil menghibur diri dan lega.. Malam itu kami melanjutkan aktifitas memasak, merapikan isi tas dalam tenda dan menyiapkan sleeping bag untuk istirahat . Dan sejak saat itu, aku tahu— tidak semua jalur pendakian hanya dilalui manusia. (Kiriman Cerita Dari Salah Satu Follower) #ceritahoror #gununggede #horrorstory #pendakigunung
Horror Media
Region: ID
Monday 09 February 2026 05:55:04 GMT
Music
Download
Comments
utiayang :
Setiap gunung itu wingit atau angker dan semua pendaki mempunyai potensi utk hilang atau TDK bisa pulang Maka jgn merasa hebat Tetap santun dan rendah hati Krn kita masuk area pihak lain
2026-02-09 22:47:07
2
utiayang :
ada juga kakek2 yg tubuhnya transparant Semua organ tubuh yg didalam keliatan Dia hanya diam Kami juga diam membuka Doa dlm hati dan mengucap salam Akhirnya hilang Di gunung SDH biasa Maka santunlah ketika mendaki
2026-02-09 22:42:58
1
To see more videos from user @horror.media1, please go to the Tikwm
homepage.