@rolo.promedio: •Mi Amor Amor | Ray Sepúlveda•🎶 Si tu te vas, ya no saldra la luna🔊 . . #tendencia #musicasalsa #SalsaMusic #SalsaVibes #SalsaLovers ✨Tu regalo mantiene viva esta cuenta 🎶🎁

Rolo Promedio
Rolo Promedio
Open In TikTok:
Region: CO
Wednesday 11 February 2026 18:45:11 GMT
243760
13633
53
2123

Music

Download

Comments

gloria.cuentas0
Gloria cuentas :
2026-02-13 05:03:36
9
cristiams.raul.za
Cristiams Raul Zavaleta Sánche :
del 91 Salsa power lima Perú 🇵🇪 saludos desde España 🇪🇸
2026-02-14 09:08:00
4
mariuxicastrodebr
Mariuxi Castro de Bravo :
2026-02-15 00:41:30
2
anthonyfranco1234543221
eddy :
2026-02-14 19:21:38
1
ysa_493
Ysabela :
muy buena música 😇
2026-02-12 23:54:07
2
eri.4_
eJCC :
2026-02-14 17:06:58
3
josemanuelvalverd30
༒㊜𝕵𝖔𝖘𝖊™✞༒ :
2026-03-28 06:27:29
1
mapr418
Sel 123 :
Recordar es volver a vivir 🥰🥰🥰
2026-04-08 03:05:39
0
susana_deza_castillo
katyzita🥰😍 :
2026-03-04 18:31:48
1
nubecita2028
nubecita2028 :
2026-02-12 17:48:35
2
victoria290l
Victoria Secret :
le dije que me regreso pa mi cantòn desde Europa y pummm me dedicò esta 😁🥰🥰🥰🥰que hago😳🥰🥰🥰no colaboran estas canciones😏
2026-02-17 14:33:08
1
danielaovel
Daniela :
2026-03-04 08:32:09
1
ninfagodoygonzabay
Alexandra :
bonito tema ole ole🥰💕💕💕
2026-02-12 14:35:46
2
chacon480
Ximena :
si tú vaz 🥳🥳
2026-02-12 19:03:04
1
wilmer6268
wilmer :
temaso
2026-02-16 01:43:11
1
oleana8
Oleana :
Te quise tanto mi amor amor..🤍🤍🤍🫶🤍🤍🤍
2026-03-23 05:07:23
1
el.chito683
el chito :
linda canción
2026-03-03 00:50:54
1
gloria.cuentas0
Gloria cuentas :
hermosa canción calajo 💖💖💖💖
2026-02-13 05:03:18
1
gloria.cuentas0
Gloria cuentas :
2026-03-15 03:34:35
1
jessymariuxi
Jessy Mariuxi Semper :
@Pablo⚽️♥️
2026-02-16 02:17:56
2
lolitama03
amor Lolita :
❤️❤️❤️
2026-03-07 21:53:54
1
oscarpinilla007
oscarpinilla007 :
🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
2026-02-14 03:24:22
2
ma.victoria22
María Victoria :
❤️
2026-02-16 01:48:16
1
esthefanysolangep3
😚❤️‍🩹✌️🫶 :
🥰🥰🥰
2026-02-14 23:07:04
1
To see more videos from user @rolo.promedio, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Martin datang dan orang sekitar seketika langsung menunduk, ia membalas dengan anggukan dingin lalu matanya beralih padamu yang sedang bersama Keonho. Aura studio yang tadinya dipenuhi canda gurau seketika membeku, seolah oksigen di ruangan itu baru saja tersedot habis oleh kehadiran Sang Mahakarya.  Kamu bisa merasakan tatapan tajam Martin menusuk punggungmu, berat dan penuh tuntutan, tepat saat kamu sengaja tertawa kecil menanggapi celotehan Keonho yang sedang duduk di kursi rias. Setiap langkah sepatu Martin di atas lantai kayu terdengar seperti detak jam yang menuju ledakan. Tanpa memedulikan orang-orang yang berkerumun di sekitarnya, ia berjalan lurus ke arahmu, mengabaikan jarak profesional yang berusaha kamu jaga. Kini kamu tahu persis apa tujuannya datang lagi dari Amerika, kamu akan memimpin proyek pemotretan kolaborasi besar antara Keonho dan Martin atas perintah atasanmu. Ini bukan sekadar kerja sama, tapi panggung yang sudah disiapkan takdir agar kamu berhadapan langsung dengan masa lalumu dan masa depan yang sedang kamu rintis.
POV : Martin datang dan orang sekitar seketika langsung menunduk, ia membalas dengan anggukan dingin lalu matanya beralih padamu yang sedang bersama Keonho. Aura studio yang tadinya dipenuhi canda gurau seketika membeku, seolah oksigen di ruangan itu baru saja tersedot habis oleh kehadiran Sang Mahakarya. Kamu bisa merasakan tatapan tajam Martin menusuk punggungmu, berat dan penuh tuntutan, tepat saat kamu sengaja tertawa kecil menanggapi celotehan Keonho yang sedang duduk di kursi rias. Setiap langkah sepatu Martin di atas lantai kayu terdengar seperti detak jam yang menuju ledakan. Tanpa memedulikan orang-orang yang berkerumun di sekitarnya, ia berjalan lurus ke arahmu, mengabaikan jarak profesional yang berusaha kamu jaga. Kini kamu tahu persis apa tujuannya datang lagi dari Amerika, kamu akan memimpin proyek pemotretan kolaborasi besar antara Keonho dan Martin atas perintah atasanmu. Ini bukan sekadar kerja sama, tapi panggung yang sudah disiapkan takdir agar kamu berhadapan langsung dengan masa lalumu dan masa depan yang sedang kamu rintis. "Lama tidak bertemu, semoga kita bisa menjalin kerjasama yang lebih "baik" lagi, Desainer," suara bariton Martin menginterupsi, rendah namun cukup kuat untuk membungkam tawa Keonho. Ia berhenti tepat di belakangmu, begitu dekat hingga kamu bisa mencium aroma parfum mahalnya yang menyesakkan. "Aku nggak tahu kalau studiomu sekarang lebih mirip tempat bermain daripada tempat kerja." Kamu sengaja tidak langsung berbalik. Sebaliknya, kamu mengulurkan tangan untuk merapikan helai rambut Keonho dengan gerakan yang sangat lembut—sebuah provokasi halus. "Dunia terus berputar, Martin. Aku hanya mencoba suasana yang lebih segar," jawabmu tanpa menoleh, membuat Keonho menyeringai penuh kemenangan. Keonho, yang sadar akan ketegangan ini, justru semakin berani. Ia meraih pergelangan tanganmu, menahan jemarimu di pipinya sambil menatap Martin dengan tatapan menantang. "Halo, Senior. Terimakasih udah datang. Gue harap kehadiran gue nggak ngebuat lo ngerasa... terlalu tua di pemotretan kali ini." Rahang Martin mengeras, urat di lehernya menonjol saat ia melihat tangan Keonho menyentuh kulitmu. Ia mengepalkan tangan di samping tubuh, mencoba meredam gejolak amarah dan kecemburuan yang membakar harga dirinya. Sang Mahakarya yang biasanya dipuja kini harus berdiri mematung, menyaksikan orang yang ia cintai lebih peduli pada setiap hembusan napas model pemula daripada eksistensinya yang megah. Ketegangan di ruang rias tadi hanyalah pemanasan. Kini, medan perang yang sesungguhnya berpindah ke bawah lampu sorot studio yang menyilaukan. Aula studio yang luas itu terasa pengap oleh persaingan ego. Di bawah lampu sorot yang panas, dua pria berdiri mengenakan busana rancanganmu—karya yang seharusnya menjadi pusat perhatian, namun kini tertutup oleh drama yang mendidih. Di satu sisi ada Martin, supermodel internasional yang gerak-geriknya penuh presisi dan aura dingin yang mematikan. Di sisi lain ada Keonho, model baru yang baru saja terjun ke dunia ini, dia lebih muda, segar, dan punya tatapan mata yang berani. Tujuan mereka di sini seharusnya adalah profesionalisme, tapi kenyataannya, mereka berdua sedang mencari perhatian padamu. Sesi pemotretan dimulai. Kamu berdiri di samping fotografer, mengawasi setiap detail jahitan pada tubuh mereka dengan mata elangmu. "Desainer," panggil Martin dengan suara baritonnya yang berat, memecah kesunyian. Ia sengaja mengubah posisinya, memiringkan wajah untuk memperlihatkan rahangnya yang tegas tepat ke arahmu. "Jas di bagian bahu ini udah pas nggak? Aku ngerasa cuma tanganmu aja yang bisa perbaiki itu." Martin menatapmu intens, mencoba memancing perhatian yang dulu selalu ia dapatkan darimu dengan mudah. Namun, kamu hanya meliriknya sekilas tanpa ekspresi, seolah ia hanyalah manekin kayu. "Itu sudah pas, Martin. Jangan banyak bergerak," jawabmu dingin. [💬💬💬]+ #cortis #fiction #martin

About