@shiinzjavelinn: Pada Puncak Ketegangan Indonesia Malaysia (1963–1966), Tepatnya Ketika Indonesia Melancarkan Operasi Dwikora Sebagai Kelanjutan Trikora, Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Berada Pada Masa Terkuatnya. Berkat Pembelian Alutsista Dari Uni Soviet Pada Awal Tahun 1961, Indonesia Memiliki Sekitar 24 Unit Pembom Strategis Jarak Jauh Tupolev Tu-16 Badger, Yaitu Varian Pembom Konvensional Dan Pembawa Rudal KS-1/AS-1 Comet. Pada Masanya, Kekuatan Dari Alutsista Ini Menjadikan Indonesia Sebagai Salah Satu Kekuatan Udara Terkuat Di Asia Tenggara. Operasi Penerbangan Jarak Jauh Tu-16 Menuju Wilayah Alice Springs Di Pedalaman Australia Pada Pertengahan 1963. Operasi Ini Bukan Sebagai Misi Pengeboman Militer, Melainkan Sebagai Bagian Dari Psychological Warfare (Psywar) Atau Perang Psikologis. Menurut Berbagai Sumber Indonesia Termasuk Memoar Pilot, Tulisan Air Vice Marshal (Purn) RJ Salatun, Dan Literatur Sejarah TNI AU, Misi Tersebut Dipimpin Oleh Komodor Udara Suwondo (Yang Dalam Beberapa Referensi Juga Ditulis Suwandi/Suwondo Sudjono). Pesawat Tu-16 Berangkat Dari Lanud Iswahjudi, Madiun, Sekitar Pukul 01.00 WIB Setelah Briefing Singkat Pada Malam Sebelumnya. Penerbangan Dilakukan Dalam Kondisi Malam Hari Dengan Teknik Low Level Flight (Terbang Rendah) Untuk Menghindari Deteksi Radar. Jarak Madiun Sampai Alice Springs Sekitar 2.976 Km Satu Arah (Hampir 6.000 Km). Dengan Konfigurasi Bahan Bakar Maksimal Dan Muatan Minimal, Tu-16 Badger Memang Secara Teknis Memiliki Radius Jelajah Yang Memungkinkan Misi Tersebut. Pesawat Berhasil Mencapai Wilayah Sekitar Alice Springs Yang Berada Di Jantung Benua Australia Dan Menjatuhkan Airdrop. Muatan Yang Dijatuhkan Bukan Bom Atau Senjata, Melainkan Perlengkapan Ringan Seperti Parasut, Perbekalan Militer, Alat Komunikasi, Serta Makanan Kaleng. Konon, Barang-barang Tersebut Diberi Label Made In Indonesia Sebagai Simbol Pesan Demonstratif. Tindakan Ini Dimaksudkan Untuk Menunjukkan Bahwa Indonesia Memiliki Kemampuan Menjangkau Wilayah Inti Australia Kapan Pun. Setelah Melakukan Penjatuhan Airdrop, Pesawat Kembali Ke Madiun Dan Mendarat Sekitar Pukul 08.00 Pagi Tanpa Intersepsi. Tidak Ada Pencegatan Dari Pesawat Tempur RAAF Seperti Sabre, Maupun Sistem Pertahanan Udara Seperti Bristol Bloodhound Missile Yang Dioperasikan Australia Saat Itu. Air Vice Marshal (Purn) RJ Salatun Kemudian Menyebut Operasi Ini Sebagai Semacam Psychological War Untuk Australia. Tujuannya Adalah Memberikan Tekanan Psikologis Agar Australia Tidak Terlalu Jauh Mendukung Malaysia Dan Inggris Dalam Konflik Regional Tersebut. Ini Adalah Demonstrasi Kalau Indonesia Memiliki Kemampuan Proyeksi Kekuatan Strategis Hingga Ribuan Kilometer. #operasidwikora #tupolevtu16 #militaryedit #shiinzjavelin #masukberanda

HMS Javelin G61 ғт『𝐇𝐂』
HMS Javelin G61 ғт『𝐇𝐂』
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 15 February 2026 02:08:40 GMT
72337
4246
17
115

Music

Download

Comments

masbayy.2
cibay16 :
wisata masalalu🥰
2026-02-27 10:22:44
16
damchyy
adam basudara :
sumbernya darimana bang?
2026-03-20 06:52:42
0
jyanzz._
Unknown :
coba aja air drop nya bukan makanan, melainkan bom, pasti udah rata tu kota ☠️
2026-02-15 09:05:07
83
azitriwahyulianto
Azi Tri Wahyulianto :
indonesia pernah op dimasanya 🗿
2026-02-17 11:13:31
34
yuuulyz
Y u u :
sebelum terbentuknya FPDA🗿
2026-02-18 13:29:56
5
ballajax6
I For? :
julukan negara kita dulu adalah negara terkuat bagian bumi selatan
2026-02-21 22:01:09
15
daraif
sovet nav :
1 jam lalu😁😁😁
2026-02-15 03:14:17
9
muhamad.sabrang.b
second✌🏻 :
alasan Australia mulai mandiri membuat teknologi radar 🤭🤭
2026-03-09 15:25:11
3
tehgelas_52
Gaa :
@fadhil08az
2026-03-27 06:01:47
0
stasis36
Archives :
😂😂😂
2026-03-05 03:48:10
0
o7jzos
stone9roses :
@
2026-03-15 20:32:55
0
rinaldi2087
Rinaldi :
😁
2026-04-15 08:08:36
0
To see more videos from user @shiinzjavelinn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About