@_illoveuggs: Twinnn

Hi
Hi
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 15 February 2026 04:36:38 GMT
2658
140
5
2

Music

Download

Comments

opal.norling
opal :
🙌🙌🤩
2026-02-15 04:46:45
0
elizabeth.briscoe
Elizabeth :
Twins
2026-02-15 05:07:16
0
maddieplaat
maddie plaat :
Alwaus twinning w u
2026-02-15 05:19:39
0
tenzinlund
tenzin :
Hi :)
2026-02-15 05:42:01
0
abbyamicoo
abby :
Yum
2026-02-15 18:58:15
0
To see more videos from user @_illoveuggs, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, Indonesia mengalami salah satu peristiwa paling penting dan kontroversial dalam sejarahnya, yang kemudian dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30S. Dalam peristiwa tersebut, sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat menjadi sasaran penculikan. Enam jenderal dan satu perwira akhirnya tewas. Enam jenderal tersebut adalah: • Letjen Ahmad Yani • Mayjen R. Suprapto • Mayjen M.T. Haryono • Mayjen S. Parman • Brigjen D.I. Pandjaitan • Brigjen Sutoyo Siswomiharjo Sementara satu perwira lainnya adalah Lettu Pierre Andreas Tendean, yang merupakan ajudan Jenderal A.H. Nasution. Para korban kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Jenderal A.H. Nasution sendiri berhasil meloloskan diri, meskipun mengalami luka dan putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, kemudian meninggal akibat tertembak. Setelah pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut berhasil dilumpuhkan, jenazah para korban ditemukan di sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965. Keenam jenderal dan Pierre Tendean kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi. Peristiwa G30S tidak hanya menyebabkan jatuhnya korban jiwa, tetapi juga memicu perubahan besar dalam politik dan kehidupan bernegara Indonesia. Setelahnya, terjadi penumpasan terhadap PKI dan orang-orang yang dianggap terkait dengannya, disertai penangkapan dan kekerasan massal di berbagai daerah. G30S 1965 tetap menjadi salah satu bab paling kelam dan penting dalam sejarah Indonesia, dengan berbagai perdebatan mengenai latar belakang, pelaku, dan rangkaian peristiwa di baliknya. #History #g30spki #6jendral1perwira #HE #indonesia🇮🇩
Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, Indonesia mengalami salah satu peristiwa paling penting dan kontroversial dalam sejarahnya, yang kemudian dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30S. Dalam peristiwa tersebut, sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat menjadi sasaran penculikan. Enam jenderal dan satu perwira akhirnya tewas. Enam jenderal tersebut adalah: • Letjen Ahmad Yani • Mayjen R. Suprapto • Mayjen M.T. Haryono • Mayjen S. Parman • Brigjen D.I. Pandjaitan • Brigjen Sutoyo Siswomiharjo Sementara satu perwira lainnya adalah Lettu Pierre Andreas Tendean, yang merupakan ajudan Jenderal A.H. Nasution. Para korban kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Jenderal A.H. Nasution sendiri berhasil meloloskan diri, meskipun mengalami luka dan putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, kemudian meninggal akibat tertembak. Setelah pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut berhasil dilumpuhkan, jenazah para korban ditemukan di sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965. Keenam jenderal dan Pierre Tendean kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi. Peristiwa G30S tidak hanya menyebabkan jatuhnya korban jiwa, tetapi juga memicu perubahan besar dalam politik dan kehidupan bernegara Indonesia. Setelahnya, terjadi penumpasan terhadap PKI dan orang-orang yang dianggap terkait dengannya, disertai penangkapan dan kekerasan massal di berbagai daerah. G30S 1965 tetap menjadi salah satu bab paling kelam dan penting dalam sejarah Indonesia, dengan berbagai perdebatan mengenai latar belakang, pelaku, dan rangkaian peristiwa di baliknya. #History #g30spki #6jendral1perwira #HE #indonesia🇮🇩

About