@oddiy_insonmiz07: #xamasiga tupurdim🔇✅️

Оддий Инсонмиз
Оддий Инсонмиз
Open In TikTok:
Region: UZ
Monday 16 February 2026 15:21:41 GMT
36466
701
76
216

Music

Download

Comments

atirgulim.0205
Mala :
qaniydi shuni iloji busa. miyyadan ham yurakdan ham oʻchmeydi
2026-02-16 16:02:37
13
matildatairovna
Matilda :
o'chmaskan
2026-02-17 07:20:14
2
husniya.xursanova
Husniya Xursanova :
Qanidi yuradan ham huddi wunaqa uchirilganda edi afsus 😢😢😢
2026-03-01 07:14:17
2
qora.kozim92
Q҉O҉R҉A҉ K҉O҉ʻZ҉I҉M҉ :
telefondan ochiramiz lekin qalbimizdan ochirolmemizda😞😞
2026-02-17 08:01:47
5
wwtyji
Muhammadjon :
nimani oʻchirish kerak oʻzi 😁
2026-03-06 19:57:52
1
allohyagona_1611
Joʻrayevni 🤗yagonasi🌹 :
man ham shunaqa uchirishni istayman🥺🥺🥺
2026-02-16 16:15:56
2
odilov525
M E B E L CH I B O L A :
xotiradan ochirmaslik uchun sevishmaslik kerede qizla
2026-02-19 07:55:39
1
rahmonovcoo62
Eldorbek :
hammasi ocib ketgan lekin insonni qalbida yuregimni tupida faqat u yashayapdi üyoq bolsaham
2026-02-17 19:44:40
1
don..786lm
❤️Simran❤️.. sirk🫰👊 :
Qaniydi chindan uchib ketsa 🖤🥺
2026-03-01 09:05:30
1
mitticham0027
❤SADIYA❤ :
tel hotirasi oʻcharkuyaaa xayoldagi xotirani qanday oʻchiramiz😔😔😔😔
2026-03-08 19:18:25
2
beelinebeeline698
❤️irosh❤️ :
qaniydi shunday oson bulsa uchirish😔
2026-02-17 03:18:02
1
user1334776210806
Мадаминовна :
учирилгарку урни колган
2026-02-17 10:42:19
1
ymygylsym
umugulsum :
ха Бир умир
2026-02-17 14:45:49
1
user2113816170492
Layli :
bunchalar oson boʻlganda edi hech kim ozor chekmasdi
2026-02-17 03:35:49
9
muhlisa.9229
yiğlama yurak9227 :
Юк учирмиман у хакики хайотни бахтни бирганку нега учураман ёнмизда булмаса хам юрагмизга яшайди доим
2026-02-17 14:14:06
1
jaxona2000
💝💞💝💞💝💞💝 :
yoʻqqq oʻchmasinn🥺 qolsinn man bilannn🥺🥹🥹🥹
2026-02-17 17:18:23
1
odilov525
M E B E L CH I B O L A :
xaqiqiy sevgi ota onaga bo'ladi kochadagilarga emas
2026-02-19 07:56:51
1
d.n.x_555
⫷☄️🕊𝔾✨𝕌✨𝕃✨𝕀✨𝕄🕊☄️⫸ :
Афсус хамма нарсага...
2026-02-17 07:19:04
1
dilyorbek905
Dilyorbek :
Ха умурбот ка очирилсин
2026-02-17 04:11:20
1
shodeyva
telba yuragim :
Ha
2026-03-25 15:31:41
1
vjjjfffhj
Muhammad 06 :
учиришга минг марталаб уриниб учираолмаганлар нечтамиз🥺
2026-04-08 11:21:34
1
user4106863121813
зарнигор :
учармикин
2026-04-10 15:14:17
1
suxrob__11_
XAYOT GUZAL $$$$ :
канийди
2026-04-18 15:40:09
1
parchalanganyurak__
yuraksiz qiz 💔💔💔 :
butun umr yuragda qoladi ekan 🥺🥺🥺🥺 yillar otsa ham
2026-03-25 04:01:07
1
To see more videos from user @oddiy_insonmiz07, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Rembang – Cahyo Awwali (17 tahun), penyandang disabilitas warga Dusun Gobog Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang menyatakan sudah memaafkan sosok oknum berseragam ASN yang menirukan gaya bicaranya dan diduga mengarah pada bull*ing. Cahyo menyebut sejak awal sudah memaafkan yang bersangkutan. Ia tidak merasa sakit hati. “Saya sudah maafin bapaknya kok,” ungkapnya, Senin (22 Desember 2025). Justru Cahyo merasa khawatir terhadap kondisi oknum tersebut, karena mendapatkan gelombang komentar negatif dari warganet. Apalagi banyak yang memposting ulang tayangan live tiktok itu. “Saya kurang nyaman, karena banyak yang mosting. Saya juga agak trauma mau live lagi, karena mikir ke bapaknya (oknum), kan masih muncul komentar-komentar yang menghujat bapak tersebut,” kata Cahyo. Perlakuan bull*ing kepada dirinya, sebelumnya beberapa kali pernah terjadi di media sosial. Selama ini ia sebatas mendiamkan saja. Menurutnya, dari kejadian itu cukup sebagai bahan pembelajaran. Bagi Cahyo, setiap orang pasti ada kesalahan. “Bukan bapak itu saja, banyak pak. Biasa saja, saya diamkan. Ya lebih baik buat pembelajaran, karena setiap orang pasti punya kesalahan,” imbuhnya. Siswa SMK N 1 Rembang ini memohon kepada masyarakat yang sudah terlanjur memosting tayangan oknum berseragam ASN menirukan gaya biacaranya, untuk dihapus dan jangan memperpanjang masalah tersebut. Pihak oknum pelaku juga sudah membuat video klarifikasi, sekaligus menyampaikan permohonan maaf. “Saya minta tolong banget, mohon dihapus ya, demi kenyamanan saya dan demi bapaknya juga. Masalah ini jangan diperpanjang ya, sudah selesai,” terangnya. Terduga Pelaku Bukan Guru Cahyo sejak usia 2 tahun diasuh dan tinggal bersama neneknya, Gini, karena orang tua berpisah, kemudian sudah berkeluarga lagi di luar daerah. Untuk membantu ekonomi keluarga, Cahyo “si anak tangguh” biasa berjualan kebab dan air minum pada hari Sabtu dan Minggu di sekitar Alun-Alun Rembang. Gini mengaku tetap ada rasa tidak nyaman, ketika cucunya mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan dari orang lain. “Nggeh pripun malih, mugi-mugi boten wonten malih (Ya mau bagaimana lagi, semoga tidak ada lagi/kejadian pembull*an_Red),” kata Gini. Sementara itu, Kepala SMK N 1 Rembang, Widodo melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Avendi Bambang Yulianto menjelaskan terduga pelaku sudah meminta maaf kepada siswanya maupun pihak sekolah, melalui sebuah video yang dikirim. “Anak didik kami sudah sejak awal memaafkan, ini merupakan sikap luar biasa, di luar dugaan kami. Apa yang dilakukan memberikan pembelajaran kepada kita, meski dia masih anak di bawah umur,” terangnya. Ia menegaskan terduga pelaku bukanlah seorang guru, tetapi oknum ASN di Morowali, Sulawesi Tengah. “Bukan guru dan juga bukan bagian dari kami, tapi dari luar Jawa. Semenjak kasus itu ramai di media sosial, yang bersangkutan intens komunikasi dengan kami, meminta maaf,” tandas Avendi. Avendi berharap kejadian ini memberikan hikmah, semakin menyadarkan masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. “Apalagi sampai memb*lly anak disabilitas, semoga kedepan tidak terulang lagi. Kami dari sekolah sudah mendampingi korban, mengedukasi, supaya tidak merasa jatuh atau rendah diri,” pungkasnya. (Musyafa Musa).
Rembang – Cahyo Awwali (17 tahun), penyandang disabilitas warga Dusun Gobog Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang menyatakan sudah memaafkan sosok oknum berseragam ASN yang menirukan gaya bicaranya dan diduga mengarah pada bull*ing. Cahyo menyebut sejak awal sudah memaafkan yang bersangkutan. Ia tidak merasa sakit hati. “Saya sudah maafin bapaknya kok,” ungkapnya, Senin (22 Desember 2025). Justru Cahyo merasa khawatir terhadap kondisi oknum tersebut, karena mendapatkan gelombang komentar negatif dari warganet. Apalagi banyak yang memposting ulang tayangan live tiktok itu. “Saya kurang nyaman, karena banyak yang mosting. Saya juga agak trauma mau live lagi, karena mikir ke bapaknya (oknum), kan masih muncul komentar-komentar yang menghujat bapak tersebut,” kata Cahyo. Perlakuan bull*ing kepada dirinya, sebelumnya beberapa kali pernah terjadi di media sosial. Selama ini ia sebatas mendiamkan saja. Menurutnya, dari kejadian itu cukup sebagai bahan pembelajaran. Bagi Cahyo, setiap orang pasti ada kesalahan. “Bukan bapak itu saja, banyak pak. Biasa saja, saya diamkan. Ya lebih baik buat pembelajaran, karena setiap orang pasti punya kesalahan,” imbuhnya. Siswa SMK N 1 Rembang ini memohon kepada masyarakat yang sudah terlanjur memosting tayangan oknum berseragam ASN menirukan gaya biacaranya, untuk dihapus dan jangan memperpanjang masalah tersebut. Pihak oknum pelaku juga sudah membuat video klarifikasi, sekaligus menyampaikan permohonan maaf. “Saya minta tolong banget, mohon dihapus ya, demi kenyamanan saya dan demi bapaknya juga. Masalah ini jangan diperpanjang ya, sudah selesai,” terangnya. Terduga Pelaku Bukan Guru Cahyo sejak usia 2 tahun diasuh dan tinggal bersama neneknya, Gini, karena orang tua berpisah, kemudian sudah berkeluarga lagi di luar daerah. Untuk membantu ekonomi keluarga, Cahyo “si anak tangguh” biasa berjualan kebab dan air minum pada hari Sabtu dan Minggu di sekitar Alun-Alun Rembang. Gini mengaku tetap ada rasa tidak nyaman, ketika cucunya mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan dari orang lain. “Nggeh pripun malih, mugi-mugi boten wonten malih (Ya mau bagaimana lagi, semoga tidak ada lagi/kejadian pembull*an_Red),” kata Gini. Sementara itu, Kepala SMK N 1 Rembang, Widodo melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Avendi Bambang Yulianto menjelaskan terduga pelaku sudah meminta maaf kepada siswanya maupun pihak sekolah, melalui sebuah video yang dikirim. “Anak didik kami sudah sejak awal memaafkan, ini merupakan sikap luar biasa, di luar dugaan kami. Apa yang dilakukan memberikan pembelajaran kepada kita, meski dia masih anak di bawah umur,” terangnya. Ia menegaskan terduga pelaku bukanlah seorang guru, tetapi oknum ASN di Morowali, Sulawesi Tengah. “Bukan guru dan juga bukan bagian dari kami, tapi dari luar Jawa. Semenjak kasus itu ramai di media sosial, yang bersangkutan intens komunikasi dengan kami, meminta maaf,” tandas Avendi. Avendi berharap kejadian ini memberikan hikmah, semakin menyadarkan masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. “Apalagi sampai memb*lly anak disabilitas, semoga kedepan tidak terulang lagi. Kami dari sekolah sudah mendampingi korban, mengedukasi, supaya tidak merasa jatuh atau rendah diri,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

About