@arc533: 😂😂

Арс
Арс
Open In TikTok:
Region: KZ
Monday 16 February 2026 19:30:47 GMT
24007
2636
75
131

Music

Download

Comments

dyolzgnomvih
dyolzgnomvih :
Зачем бить по носу🥺😳
2026-02-22 18:02:25
105
a.vvv77
a.vvv77 :
Неге урасын! 🤬
2026-02-22 19:44:46
64
user4406865466132
Bolatbek :
2026-02-17 10:59:47
21
belesaksagyndyk
اسمي بيلي :
ұрганың болмады енді
2026-02-22 19:25:01
24
aimira2807
Aimira 07 :
ұйқысынан тұрыптығо😂😂
2026-02-16 20:24:05
8
islam4ik_yo
𝕴𝖘𝖑𝖆𝖒𝖈𝖍𝖎𝖐 🂡 :
Неге ұрысын мысықты
2026-02-24 11:02:39
14
miss_musilmanka07
✨M҉i҉s҉s҉ b҉a҉b҉y҉ g҉i҉r҉l💎 :
Тиіспе Мұрына
2026-02-23 10:11:28
14
ermekuly21
Жомарт Дауыт :
2026-02-21 02:59:06
23
stolstulyalmaty
Стол стулья Тохтахан . Алматы :
ұрма
2026-02-23 16:40:47
10
ray_17770
. :
2026-02-23 07:59:37
3
gulimai_011
𝓖𝓾𝓵𝓲𝓶𝓪𝓲 :
Тиіспеші🥺🥺
2026-02-25 16:16:43
3
korkema0102
abdigamitova :
ұрмаше
2026-02-27 08:47:35
3
qwuiwl1
aua :
мұрнына тиісуге болмайды
2026-02-23 02:07:21
12
gulmira74_
Гульмира Альбекова74 :
урган нес
2026-02-26 05:50:58
2
meyrkhanova.altyna
Meyrkhanova Altynay :
жаным деп үрған не?есалаң
2026-02-25 14:36:13
3
dilyara0702
Девушка на мерсе❤️ :
Поцелуй его за меня 🥰в носик
2026-02-20 19:19:05
3
lianathakahova
ᴛɢᴋ:ᅠЦ𝟏ы𝐤𝟏унит𝟏э 🫧 :
Утю тю тю 🩷
2026-02-25 10:21:45
1
a.j.28.02
a.j.28.02 :
Бір таныс мысыктан аумаиды екен, подругам мысыгы бар еді каз суретін тапсам жіберем аты сосони
2026-02-24 16:42:13
0
nurshat_aitymbetova
Энерготазарту, Пранатерапия :
😍😍😍Түрінен сол
2026-02-17 13:03:30
1
nurshat_aitymbetova
Энерготазарту, Пранатерапия :
Ұрмашы🥹🥹
2026-02-17 13:04:01
1
zhanka_.017
zhanka_017 :
Жұртың мысығы молодец біздің мысық сұмырай🤣
2026-02-23 11:19:39
1
0234nika
0234Nika :
адемы екен мысыгыз
2026-04-16 08:03:37
0
aboshakzkzk
Abow :
Сатам достар багасн келсемз
2026-03-01 16:41:53
0
abzalqyzyyy
abzalqyzyya :
менин мысыгымаа уксайдыыыыы🥹
2026-03-07 19:28:04
0
gulizhemenei91
guli_zhemenei :
Занеммм😍😍😂
2026-02-17 13:57:07
0
To see more videos from user @arc533, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Terbakar oleh Kebiasaan, Jauh dari Keajaiban‼️😌 Ada saat-saat dalam hidup ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon perubahan, keberkahan, ketenangan, dan jalan keluar dari segala kesulitan. Namun diam-diam, kita masih memelihara kebiasaan yang sama: menunda taubat, mengulang kesalahan, menuruti hawa nafsu, dan membiarkan hati dipenuhi hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah. Ibnu Atha’illah As-Sakandari mengingatkan dengan kalimat yang sederhana namun menghunjam: “Bagaimana mungkin engkau mendapatkan sesuatu yang luar biasa, sementara engkau belum meninggalkan kebiasaan-kebiasaan burukmu?” Bayangkan seorang musafir yang ingin sampai ke taman yang indah, tetapi ia terus berjalan ke arah yang berlawanan. Setiap hari ia mengeluh mengapa belum sampai, padahal langkahnya sendiri menjauhkan dirinya dari tujuan. Begitulah manusia. Kita menginginkan cahaya, tetapi masih mencintai kegelapan yang sama. Kita mengharapkan kedekatan dengan Allah, tetapi enggan melepaskan kebiasaan yang menjadi hijab antara diri dan-Nya. Dalam pandangan para sufi, perubahan besar bukan dimulai dari hasil yang besar, melainkan dari keberanian memerangi kebiasaan kecil yang merusak hati. Sebab dosa yang terus diulang bukan sekadar kesalahan, tetapi bisa menjadi rantai yang mengikat perjalanan ruhani seseorang. Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini bukan hanya berbicara tentang perubahan nasib, tetapi juga perubahan jiwa. Pertolongan Allah datang kepada mereka yang mau memulai langkah perbaikan dari dalam dirinya. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati ibarat cermin. Setiap maksiat yang dilakukan dan diulang akan meninggalkan noda. Bila noda itu terus bertambah tanpa taubat, cahaya kebenaran menjadi sulit dipantulkan. Karena itu, jalan menuju Allah bukan hanya memperbanyak amal, tetapi juga membersihkan hati dari kebiasaan yang mengotorinya. Mungkin yang menghalangi datangnya ketenangan bukan kurangnya rezeki. Mungkin yang menghalangi terkabulnya doa bukan kurangnya permintaan. Bisa jadi yang menjadi penghalang adalah kebiasaan yang belum kita tinggalkan, padahal kita sudah mengetahui bahwa itu tidak disukai oleh Allah. Hari ini, jangan fokus menjadi luar biasa. Fokuslah meninggalkan satu kebiasaan buruk yang selama ini menghambat langkahmu menuju-Nya. Sebab sering kali, keajaiban hidup dimulai ketika seorang hamba berani berkata pada dirinya sendiri: “Cukup. Aku ingin berubah karena Allah.” Karena Allah tidak menuntut kesempurnaan dalam satu malam, tetapi Dia mencintai hamba yang terus kembali dan memperbaiki dirinya. Semoga Allah membersihkan hati kita dari kebiasaan yang menjauhkan dari-Nya, menggantinya dengan amal yang dicintai-Nya, serta menjadikan kita termasuk hamba yang diberi taufik untuk terus berubah menuju kebaikan. Aamiin. #MuhasabahDiri #IbnuAthaillah #Tasawuf #fyp
Terbakar oleh Kebiasaan, Jauh dari Keajaiban‼️😌 Ada saat-saat dalam hidup ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon perubahan, keberkahan, ketenangan, dan jalan keluar dari segala kesulitan. Namun diam-diam, kita masih memelihara kebiasaan yang sama: menunda taubat, mengulang kesalahan, menuruti hawa nafsu, dan membiarkan hati dipenuhi hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah. Ibnu Atha’illah As-Sakandari mengingatkan dengan kalimat yang sederhana namun menghunjam: “Bagaimana mungkin engkau mendapatkan sesuatu yang luar biasa, sementara engkau belum meninggalkan kebiasaan-kebiasaan burukmu?” Bayangkan seorang musafir yang ingin sampai ke taman yang indah, tetapi ia terus berjalan ke arah yang berlawanan. Setiap hari ia mengeluh mengapa belum sampai, padahal langkahnya sendiri menjauhkan dirinya dari tujuan. Begitulah manusia. Kita menginginkan cahaya, tetapi masih mencintai kegelapan yang sama. Kita mengharapkan kedekatan dengan Allah, tetapi enggan melepaskan kebiasaan yang menjadi hijab antara diri dan-Nya. Dalam pandangan para sufi, perubahan besar bukan dimulai dari hasil yang besar, melainkan dari keberanian memerangi kebiasaan kecil yang merusak hati. Sebab dosa yang terus diulang bukan sekadar kesalahan, tetapi bisa menjadi rantai yang mengikat perjalanan ruhani seseorang. Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini bukan hanya berbicara tentang perubahan nasib, tetapi juga perubahan jiwa. Pertolongan Allah datang kepada mereka yang mau memulai langkah perbaikan dari dalam dirinya. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati ibarat cermin. Setiap maksiat yang dilakukan dan diulang akan meninggalkan noda. Bila noda itu terus bertambah tanpa taubat, cahaya kebenaran menjadi sulit dipantulkan. Karena itu, jalan menuju Allah bukan hanya memperbanyak amal, tetapi juga membersihkan hati dari kebiasaan yang mengotorinya. Mungkin yang menghalangi datangnya ketenangan bukan kurangnya rezeki. Mungkin yang menghalangi terkabulnya doa bukan kurangnya permintaan. Bisa jadi yang menjadi penghalang adalah kebiasaan yang belum kita tinggalkan, padahal kita sudah mengetahui bahwa itu tidak disukai oleh Allah. Hari ini, jangan fokus menjadi luar biasa. Fokuslah meninggalkan satu kebiasaan buruk yang selama ini menghambat langkahmu menuju-Nya. Sebab sering kali, keajaiban hidup dimulai ketika seorang hamba berani berkata pada dirinya sendiri: “Cukup. Aku ingin berubah karena Allah.” Karena Allah tidak menuntut kesempurnaan dalam satu malam, tetapi Dia mencintai hamba yang terus kembali dan memperbaiki dirinya. Semoga Allah membersihkan hati kita dari kebiasaan yang menjauhkan dari-Nya, menggantinya dengan amal yang dicintai-Nya, serta menjadikan kita termasuk hamba yang diberi taufik untuk terus berubah menuju kebaikan. Aamiin. #MuhasabahDiri #IbnuAthaillah #Tasawuf #fyp

About