@j.feld: Look at the new squishmallow my mom got me #wlw #masc

JFELD
JFELD
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 17 February 2026 04:41:48 GMT
793
68
3
0

Music

Download

Comments

avery.clark08
Nora.clark :
Hey! just noticed your page and had a quick question! Would you like to collaborate with us and get jewelry pieces?🤩💕 DM US💌
2026-02-18 02:44:48
0
femmiillyy
femily :
we ❤️mom
2026-02-17 07:14:12
1
To see more videos from user @j.feld, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Developer Arknight: Enfield yang dikenal sebagai Ryan, dalam wawancara ekslusif bersama GamesRadar menceritakan kalau ide sistem pabrik dan automation di gamenya berawal dari sesuatu yang pengen mereka coba karena doyan game sandbox. Tapi ternyata, eksperimen itu jadi senjata utama Endfield buat tampil beda di tengah lautan game gacha yang mulai homogen.  Dia nunjuk kalau di banyak game open world lain, dunia di sekeliling pemain cuma sebatas dekorasi: cantik dilihat, tapi jarang benar-benar bisa diutak-atik secara mendalam. Di Endfield, justru sisi bangun-membangun itulah yang bikin pemain merasa bisa mempengaruhi dunia dan ngerasa punya “jejak” sendiri di dalamnya. Menurut Ryan, rata-rata pemain ngabisin waktu lebih lama di Endfield dibanding game sejenis karena keasikan ngulik sistem sandbox dan bangunan mereka. Arknights: Endfield jadi bahan omongan karena berani nyebur ke pasar gacha action RPG di era pasca-Genshin Impact yang makin rame dan mirip-mirip satu sama lain. Alih-alih sekadar ikut template “open world, combat flashy, gacha waifu/husbando”, game ini milih jalur nyeleneh: nyampurin action RPG dengan gameplay mirip game pabrik dan otomatisasi ala Factorio. Hasilnya, Endfield nggak cuma kelihatan beda di permukaan, tapi juga ngasih pengalaman main yang terasa lebih unik buat pemain yang udah capek sama formula gacha itu-itu aja. Source: GamesRadar Content Creator: Archie Creative Director: Ridwan Ura Producer: Rahmat Handiko #KotakGame #ArknightsEnfield #GenshinImpact #GamingNews
Developer Arknight: Enfield yang dikenal sebagai Ryan, dalam wawancara ekslusif bersama GamesRadar menceritakan kalau ide sistem pabrik dan automation di gamenya berawal dari sesuatu yang pengen mereka coba karena doyan game sandbox. Tapi ternyata, eksperimen itu jadi senjata utama Endfield buat tampil beda di tengah lautan game gacha yang mulai homogen. Dia nunjuk kalau di banyak game open world lain, dunia di sekeliling pemain cuma sebatas dekorasi: cantik dilihat, tapi jarang benar-benar bisa diutak-atik secara mendalam. Di Endfield, justru sisi bangun-membangun itulah yang bikin pemain merasa bisa mempengaruhi dunia dan ngerasa punya “jejak” sendiri di dalamnya. Menurut Ryan, rata-rata pemain ngabisin waktu lebih lama di Endfield dibanding game sejenis karena keasikan ngulik sistem sandbox dan bangunan mereka. Arknights: Endfield jadi bahan omongan karena berani nyebur ke pasar gacha action RPG di era pasca-Genshin Impact yang makin rame dan mirip-mirip satu sama lain. Alih-alih sekadar ikut template “open world, combat flashy, gacha waifu/husbando”, game ini milih jalur nyeleneh: nyampurin action RPG dengan gameplay mirip game pabrik dan otomatisasi ala Factorio. Hasilnya, Endfield nggak cuma kelihatan beda di permukaan, tapi juga ngasih pengalaman main yang terasa lebih unik buat pemain yang udah capek sama formula gacha itu-itu aja. Source: GamesRadar Content Creator: Archie Creative Director: Ridwan Ura Producer: Rahmat Handiko #KotakGame #ArknightsEnfield #GenshinImpact #GamingNews

About