. :
"Sejujurnya, kadang aku capek. Capek banget rasanya harus selalu terlihat kuat, harus selalu tersenyum, dan seolah-olah semuanya baik-baik saja di depan orang lain. Padahal kalau boleh jujur, di dalam sini, rasanya penuh sekali dengan tumpukan-tumpukan perasaan yang belum sempat aku uraikan.
Aku sering bertanya-tanya, apakah aku sudah melakukan yang terbaik? Atau jangan-jangan, apa yang aku lakukan selama ini justru salah arah? Ada banyak sekali momen di mana aku merasa ragu dengan diriku sendiri. Ragu dengan kemampuan, ragu dengan pilihan yang sudah aku ambil, dan ragu apakah aku pantas untuk mendapatkan hal-hal baik di hidup ini.
Aku tipe orang yang kalau sudah sayang atau peduli sama seseorang, aku kasih semuanya. Aku berusaha jadi pendengar yang baik, aku berusaha ada saat mereka butuh, dan aku berusaha nggak pernah nyusahin. Tapi kadang, justru karena terlalu baik atau terlalu pengertian, aku jadi lupa cara buat bahagiain diri sendiri. Aku selalu mengalah, aku selalu menempatkan perasaan orang lain di atas perasaanku sendiri, dan akhirnya aku yang tersesat di jalan sendiri.
Ada kalanya aku merasa sangat sepi. Sekalipun di tempat yang ramai, sekalipun dikelilingi banyak orang, tetap ada ruang kosong di hati yang rasanya sulit sekali untuk diisi. Aku kangen rasanya dimengerti tanpa harus banyak bicara. Kangen rasanya diperhatikan tanpa aku harus minta. Kangen rasanya jadi prioritas, bukan cuma pilihan kedua atau cadangan kalau orang lain lagi nggak ada.
Aku juga sering overthinking. Satu hal kecil bisa jadi masalah besar di kepalaku. Aku takut kecewa, aku takut ditinggal, aku takut nggak cukup baik. Aku berusaha keras buat memperbaiki diri, belajar dari kesalahan, dan berusaha jadi versi yang lebih baik setiap harinya. Tapi kadang, rasanya seperti aku berjalan di tempat. Seperti usaha yang aku lakukan nggak pernah cukup dilihat atau dihargai.
Tapi ya sudahlah. Hidup memang begini adanya. Ada naik, ada turun.
2026-05-09 18:35:04