@zeuusss97: JAJAJA este edit a las 2am que? #humor #meme #dragonballz #anime #foryou

Jordan Murillo
Jordan Murillo
Open In TikTok:
Region: EC
Wednesday 18 February 2026 07:17:32 GMT
191616
27280
68
21411

Music

Download

Comments

r.edu_0
~R🧃• :
Es para especificar si te duele o no Bro
2026-02-18 20:50:46
611
osvaldo36260
Osvaldo :
piccolo en corto
2026-02-19 15:48:07
52
el_empanadas124
lord empanadillas :
esto no es viral porque el oro es difícil de encontrar
2026-02-18 20:47:35
26
cj9147413
fredi plush :
el doctor
2026-02-18 22:30:14
162
bryan57j
Bryan flores :
2026-02-18 13:30:45
80
the_fer5
𝔻𝕒𝕟𝕚𝟝 :
llevo como media hora cagandome de risa con esto parce, sea serio JAJJAJA
2026-02-20 01:24:22
2
alea_kathe
Alea ♡✿ :
Pero si te duele o no?
2026-02-19 23:33:26
2
chelsea71111
¥roly¥ :
2026-02-18 21:07:36
14
keynergarzon7
a'lex Kings :
me pasó igual pero con un dolor de estómago 😞
2026-02-19 00:42:08
3
gatosospechoso4
gato NEIN :
es para asegurar
2026-02-19 01:45:50
3
userr_66xn
Kevhzzz 💤 :
2026-02-18 16:32:29
4
ra1d3n0013
- ̗̀ 🃁 ╲「𝓡𝓪𝓲𝓭𝓮𝓷」╱♱ :
Antes que se vuelva peak 🔥
2026-02-18 19:22:12
1
one.exe1
Matalolis5000 :
2026-02-18 14:31:03
4
leyder.500k
Lois_19@Flaco :
kkkk el dolor
2026-02-18 22:22:54
3
dreamer_ez.1
ᯓ★𝕯𝖗𝖊𝖆𝖒𝖊𝖗⋆† :
XDD
2026-02-18 10:58:10
2
scrafttrap
empanada 👍 :
dios mío un meme de calidad esto si vale la pena
2026-02-19 05:39:49
1
dominick2007ec
DmCk :
2026-02-18 14:58:59
2
sasori267
Cse :
2026-02-18 22:13:44
1
sharkyellen19
SharkyEllen :
2026-02-18 22:22:53
0
nanashi_kennedy
nanashi Kennedy :
2026-02-18 22:06:52
0
leopoldogod
Leopoldo :
si me pasó jajaja
2026-03-10 06:47:24
0
hitt_5
HįT :
2026-03-06 01:40:23
0
goku_darck_
𝐆𝐎𝐊𝐔_𝐃𝐀𝐑𝐂𝐊 :
2026-02-20 01:16:57
0
julianavelezmerin
yoonming123456 :
🤣Te sale igualito
2026-02-19 13:34:20
0
To see more videos from user @zeuusss97, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TRIBUNPEKANBARU.COM-Puluhan tahun Jovi menjadi bagian dari upaya penyelamatan gajah Sumatera di Riau. Gajah jantan berusia 46 tahun itu bahkan berkali-kali dikerahkan membantu menangani konflik antara manusia dan satwa liar. Namun, perjalanan panjang Jovi di dunia konservasi berakhir pada Senin (3/8/2026) malam. Gajah binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas tersebut mati setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari.  Jovi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.47 WIB setelah kondisi kesehatannya terus menurun. Plh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin, mengatakan Jovi mulai menunjukkan tanda-tanda sakit sejak 1 Juli 2026. Saat itu, kondisi Jovi mengalami kelemahan umum, kehilangan nafsu makan, tremor, hingga kekakuan pada kaki, belalai dan ekornya. Jovi juga mengalami kesulitan untuk berdiri.
TRIBUNPEKANBARU.COM-Puluhan tahun Jovi menjadi bagian dari upaya penyelamatan gajah Sumatera di Riau. Gajah jantan berusia 46 tahun itu bahkan berkali-kali dikerahkan membantu menangani konflik antara manusia dan satwa liar. Namun, perjalanan panjang Jovi di dunia konservasi berakhir pada Senin (3/8/2026) malam. Gajah binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas tersebut mati setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari. Jovi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.47 WIB setelah kondisi kesehatannya terus menurun. Plh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin, mengatakan Jovi mulai menunjukkan tanda-tanda sakit sejak 1 Juli 2026. Saat itu, kondisi Jovi mengalami kelemahan umum, kehilangan nafsu makan, tremor, hingga kekakuan pada kaki, belalai dan ekornya. Jovi juga mengalami kesulitan untuk berdiri. "Sejak awal munculnya gejala, tim medis BBKSDA Riau langsung melakukan penanganan secara intensif sesuai SOP pelayanan kesehatan satwa," kata Ujang, Selasa (4/8/2026). Berbagai upaya medis dilakukan untuk mempertahankan kondisi Jovi. Mulai dari pemberian cairan infus selama 24 jam, vitamin, antibiotik, antiinflamasi, asam amino hingga terapi suportif. Kondisinya pun sempat menunjukkan perkembangan. Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh Rini Deswita, menyebut kekakuan pada sejumlah bagian tubuh Jovi perlahan berkurang. Nafsu makannya juga sempat membaik. Bahkan, pada hari keenam perawatan, Jovi sempat mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah. Pemeriksaan darah yang dilakukan secara berkala juga menunjukkan tingkat infeksi dalam tubuhnya mengalami penurunan setelah mendapatkan terapi. Namun, perbaikan tersebut tidak berlangsung lama. Kondisi otot Jovi terus memburuk hingga mengalami myopati berat atau gangguan jaringan otot yang membuatnya kembali tidak mampu berdiri. Selama masa perawatan, tim medis tetap berupaya memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan Jovi melalui pemberian pakan khusus serta terapi infus secara intensif. Penanganan Jovi juga melibatkan dokter hewan dari berbagai unit di lingkungan Kementerian Kehutanan. Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan mengoordinasikan diskusi dan konsultasi teknis untuk mendapatkan berbagai masukan terkait langkah medis yang dapat dilakukan terhadap Jovi. Dari pemeriksaan klinis, hasil laboratorium darah dan perkembangan gejala, tim medis menduga kondisi Jovi berkaitan dengan komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan bagian atas. Komplikasi tersebut kemudian berkembang hingga menyebabkan myopati berat. Memasuki 2 Agustus 2026, kondisi Jovi semakin menurun. Ia tidak lagi mau makan maupun minum. Tim medis pun kembali memberikan terapi intensif. Sehari kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, suhu tubuh Jovi meningkat hingga sekitar 40 derajat Celsius. Berbagai tindakan suportif tetap dilakukan, termasuk pemberian cairan melalui infus serta cairan secara oral dan rektal. Namun, sekitar pukul 20.43 WIB, Jovi mengalami tremor hebat. Empat menit berselang, tepat pukul 20.47 WIB, Jovi dinyatakan mati. Untuk mengetahui penyebab kematian secara ilmiah, tim medis langsung melakukan nekropsi setelah Jovi mati. Sampel organ dan jaringan kemudian diambil untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah Jovi dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku. Jovi bukan sekadar gajah binaan. Gajah jinak jantan itu berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan mulai bergabung di PLG Minas sejak 18 Februari 1998. Lebih dari dua dekade, Jovi menjadi bagian dari berbagai operasi mitigasi konflik manusia dan gajah liar di sejumlah wilayah Riau. Kehadirannya membantu petugas dalam penanganan konflik sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan populasi gajah Sumatera di alam.

About