@phandroids: The @cuktech_asia 15 Air Power Bank is an impressive achievement in portable technology, striking an excellent balance between capacity and sleek design. At under one inch thick and weighing just 10.8 ounces, its slim form factor is perfect for modern professionals. Under the hood, it utilizes advanced GaN and silicon-carbon cell technology to deliver up to 100W of total output, featuring a robust 65W USB-C port capable of efficiently charging laptops and high-demand devices. The 15,000mAh battery supports seamless concurrent charging for up to three devices. Additionally, the integrated TFT color display provides a sophisticated touch, offering precise, real-time metrics on power usage. A highly refined, functional charging solution. #tech #gadgets #unboxing #cuktech #android #smartphone #iphone #cooltech

Phandroid.com
Phandroid.com
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 19 February 2026 14:26:25 GMT
28054
268
1
60

Music

Download

Comments

m4hdi.110
M4HDI :
early
2026-02-19 17:45:23
0
To see more videos from user @phandroids, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aksi ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) di depan pabrik BYD, Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Rabu (28/10/2026), sempat memanas sekitar pukul 11.00 WIB. Massa menyuarakan tuntutan agar perusahaan lebih membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Juru bicara aksi, Megi Akbar Setiawan, menegaskan bahwa kedatangan warga bukan untuk menolak investasi, melainkan meminta solusi atas sulitnya masyarakat Subang mengakses pekerjaan di kawasan industri tersebut. Menurut FMSB, penyerapan tenaga kerja lokal masih di bawah 20 persen. Mereka menilai keberadaan industri kendaraan listrik berskala besar seharusnya turut membuka peluang bagi lulusan SMA dan SMK di Subang. FMSB juga menyoroti aplikasi Nyari Gawe yang dinilai membantu masyarakat memperoleh informasi lowongan kerja. Namun, mereka menilai penyediaan informasi perlu disertai pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri kendaraan listrik. Massa mendesak pemerintah daerah, DPRD, dinas ketenagakerjaan, dan pihak perusahaan duduk bersama untuk merumuskan program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, termasuk pembentukan balai latihan kerja khusus otomotif listrik. Situasi aksi sempat memanas setelah muncul seseorang yang diduga memprovokasi massa. Aparat kepolisian yang berjaga kemudian mengamankan orang tersebut sehingga aksi dapat kembali berlangsung tertib. Selain persoalan ketenagakerjaan, FMSB meminta pemerintah mengevaluasi perizinan PT Cholyfour Mitra Mandiri (CMM) serta memastikan transparansi pemilihan vendor pengolahan limbah B3. Dugaan kejanggalan perizinan yang disampaikan massa, menurut mereka, perlu diperiksa lebih lanjut oleh instansi berwenang. FMSB juga mendesak adanya regulasi yang mengatur prioritas tenaga kerja lokal, termasuk usulan kuota 70 persen bagi warga Subang. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari manajemen BYD Indonesia terkait tuntutan tersebut.
Aksi ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) di depan pabrik BYD, Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Rabu (28/10/2026), sempat memanas sekitar pukul 11.00 WIB. Massa menyuarakan tuntutan agar perusahaan lebih membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Juru bicara aksi, Megi Akbar Setiawan, menegaskan bahwa kedatangan warga bukan untuk menolak investasi, melainkan meminta solusi atas sulitnya masyarakat Subang mengakses pekerjaan di kawasan industri tersebut. Menurut FMSB, penyerapan tenaga kerja lokal masih di bawah 20 persen. Mereka menilai keberadaan industri kendaraan listrik berskala besar seharusnya turut membuka peluang bagi lulusan SMA dan SMK di Subang. FMSB juga menyoroti aplikasi Nyari Gawe yang dinilai membantu masyarakat memperoleh informasi lowongan kerja. Namun, mereka menilai penyediaan informasi perlu disertai pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri kendaraan listrik. Massa mendesak pemerintah daerah, DPRD, dinas ketenagakerjaan, dan pihak perusahaan duduk bersama untuk merumuskan program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, termasuk pembentukan balai latihan kerja khusus otomotif listrik. Situasi aksi sempat memanas setelah muncul seseorang yang diduga memprovokasi massa. Aparat kepolisian yang berjaga kemudian mengamankan orang tersebut sehingga aksi dapat kembali berlangsung tertib. Selain persoalan ketenagakerjaan, FMSB meminta pemerintah mengevaluasi perizinan PT Cholyfour Mitra Mandiri (CMM) serta memastikan transparansi pemilihan vendor pengolahan limbah B3. Dugaan kejanggalan perizinan yang disampaikan massa, menurut mereka, perlu diperiksa lebih lanjut oleh instansi berwenang. FMSB juga mendesak adanya regulasi yang mengatur prioritas tenaga kerja lokal, termasuk usulan kuota 70 persen bagi warga Subang. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari manajemen BYD Indonesia terkait tuntutan tersebut.

About