@horror.media1: Keraton Ratu Siluman Ular Gunung Salak‼️ Langit sore berubah kelabu ketika Raka menyadari ia berjalan sendirian di lereng Gunung Salak. Tadi masih ada tiga temannya. Tadi masih terdengar tawa. Sekarang… hanya kabut. Jam tangannya menunjukkan 15.32. Ia melangkah cepat menyusuri jalur setapak. Tapi jalur itu terasa berbeda. Pita penanda hilang. Jejak sepatu tak terlihat. “Tenang… cuma salah jalur,” gumamnya. Angin berhenti. Hutan mendadak bisu. Lalu terdengar suara. Pelan. Seperti kain bergesekan. Raka menoleh. Di antara batang pohon tinggi, ia melihat siluet seseorang berdiri diam. Seorang wanita cantik berpakaian prajurit kuno dengan lembut namun tegas dengan sopan meminta Raka untuk mengikutinya ke jalur yang asing, berujung ke pintu istana keraton di balik rimbunnya pepohonan besar dan semak tinggi. Didalam pintu keraton Raka melihat seorang ratu dengan gaun hijau panjangnya menyentuh tanah. Rambutnya tergerai indah dengan mahkota emas berkilau. Raka menelan ludah. “Teh… jalur turun ka Pasir Reungit ka mana?” suaranya bergetar. Wanita itu tidak menjawab. Ia hanya tersenyum. Langkahnya tidak menimbulkan suara saat mendekat. Kabut mengitari mereka ruangan itu. Lalu terdengar bisikan lembut di dekat telinga Raka: “Asup ka dieu… tong sieun. Lebet wé…” (Masuk ke sini… jangan takut. Masuk saja…) Raka membeku. Bisikan itu terasa hangat… terlalu hangat. “Anjeun tos dipilih… abdi parantos ngantosan lami…” (Kamu sudah dipilih… aku sudah lama menunggu…) Jantungnya berdegup keras. “Dipilih ku saha?” tanyanya lirih. Wanita itu mengangkat wajahnya. Senyumnya manis. Namun matanya perlahan berubah—pupilnya menyempit seperti garis tipis. Kilau kehijauan merayap di kulitnya. “Ku nu gaduh ieu gunung…” (Oleh pemilik gunung ini…) Tanah di bawah kaki Raka bergetar pelan. Ia mundur. Kabut menutup jalur di belakangnya. Suara desisan terdengar dari segala arah. Raka berlari. Namun setiap arah tampak sama. Pohon-pohon berputar seperti lingkaran. Suara wanita itu kini menggema dari atas, dari bawah, dari dalam tanah. “Teu aya nu tiasa balik lamun parantos dipilih…” (Tidak ada yang bisa kembali jika sudah dipilih…) Langkah Raka terhenti. Di hadapannya, tanah merekah sedikit. Seolah ada sesuatu besar yang bergerak di bawahnya. Keesokan paginya, tim pencari menemukan menemukan Raka dalam kondisi hidup, namun tidak sadarkan diri, seperti kehilangan sebagian jiwanya. Jam tangannya berhenti di 15.32. Di dekatnya terlihat bekas panjang melingkar di tanah lembap. Dan ketika kabut turun lagi sore itu… Hutan kembali berbisik pelan. Seakan menunggu pendaki berikutnya. #ceritahoror #silumanular #ghoststories #gunungsalak #siluman
Horror Media
Region: ID
Friday 20 February 2026 09:04:21 GMT
Music
Download
Comments
Asep Rusyandhi :
👍
2026-02-21 21:19:04
2
congyangjuzy :
😁
2026-02-22 05:28:43
2
masdani :
❤️❤️❤️
2026-02-21 09:36:53
0
To see more videos from user @horror.media1, please go to the Tikwm
homepage.