@3.kf.1: ماشاءالله👀🌷✨ #camry #كامري #تصميمي #عين

𝓓𝓪𝓻𝓴𝓸
𝓓𝓪𝓻𝓴𝓸
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 21 February 2026 16:49:38 GMT
19159
879
13
224

Music

Download

Comments

mohanad88335
"Mohanad" :
مشاء الله 😍
2026-02-21 17:02:46
3
user9095323819077
فينسيوس جونيور :
يارباااااااااههههه الهم اعطينا خيرها واكفينا شرها
2026-03-23 21:26:13
0
user5836062140728
انـ😍ـا لك وانت لًـييـ مـدريـد :
افتح الحفظ ياقلب اخوك
2026-02-22 18:20:52
0
user8242071047134
الحياة حلوة بس احنا احلى 😜🌹 :
التنزيل 😏😏😏
2026-04-18 21:23:17
0
7700a54
اليـ²͢⁰͢³͢⁰͢͢ـمـا𓄌ـني ✯ 🇾🇪 :
🥰🥰🥰🥰
2026-02-21 18:45:57
1
7700a54
اليـ²͢⁰͢³͢⁰͢͢ـمـا𓄌ـني ✯ 🇾🇪 :
أنا في الكامري مش في الشعر@الدون
2026-02-21 18:47:54
1
zxcvgfqrftfrffsddyugf4
ابو فيروز :
😏😏😏
2026-02-22 18:20:53
0
user1416712250487
زكريا المنصوب :
الله يزقنا نفسها
2026-03-13 22:34:34
1
r.kf.77
رغدان السندي 😎😌 :
ووووووووو☺️☺️
2026-03-13 02:44:54
0
user92hhn553kk
A.T.M. alshameri :
🥰🥰🥰🥰😁😁☺️
2026-03-13 19:13:57
0
user7101361851111
🤍༺♡𝐽𝑈𝑀𝐴𝐴𝑁♡༻🩵 :
🥰🥰🥰
2026-03-22 21:19:05
0
ayhm565
Ayham Adham🖤🥀 :
🖤
2026-03-29 09:58:18
0
To see more videos from user @3.kf.1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Musik, tari, dan komedi menjadi cara berbeda untuk menyuarakan persoalan lingkungan di Batam. Melalui Mangrove Kustik bertajuk Sound for Nature, Akar Bhumi Indonesia menggabungkan gerakan pelestarian lingkungan dengan kesenian. Kegiatan yang berlangsung di Shelter Akar Bhumi Indonesia, Jalan Pancur Pelabuhan, Tanjung Piayu, Kabil, Kecamatan Nongsa, Sabtu (10/10), melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Batam. Menariknya, tiket masuk berupa bibit mangrove yang dapat dibawa pengunjung untuk ditanam di sekitar shelter. Sejumlah agenda digelar, mulai dari music parade, tari, green class, penanaman mangrove, pengumpulan sampah, hingga tur mangrove. Pertunjukan musik juga diselingi stand-up comedy dari Stand Up Indo Batam yang menyampaikan kritik melalui satire, termasuk menyinggung tindakan pemerintah yang dinilai berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan di Batam. Founder Akar Bhumi Indonesia, Hendrik Hermawan, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan komunitas seni dan gerakan lingkungan. “Ini adalah sebuah fusi antara lingkungan hidup dan kesenian,” kata Hendrik. Menurutnya, konsep tiket berupa bibit pohon dipilih agar kegiatan dapat diikuti masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi. “Kalau Anda tidak memiliki uang, mungkin bisa bawa bibit pohon. Kalau punya uang, mungkin bisa beli pohon. Tapi yang penting bagaimana kita bersama-sama di sini,” ujarnya. Hendrik berharap Mangrove Kustik menjadi agenda rutin bulanan dan membuka kolaborasi dengan berbagai instansi untuk mendukung kesenian sekaligus pelestarian lingkungan. “Ini sebagai kanal bagaimana seni dan lingkungan bisa berjalan bersama,” katanya. Reporter: Jamaluddin Lobang   Editor Video: Ari #soundfornature #pelestarian #mangrove #batam
Musik, tari, dan komedi menjadi cara berbeda untuk menyuarakan persoalan lingkungan di Batam. Melalui Mangrove Kustik bertajuk Sound for Nature, Akar Bhumi Indonesia menggabungkan gerakan pelestarian lingkungan dengan kesenian. Kegiatan yang berlangsung di Shelter Akar Bhumi Indonesia, Jalan Pancur Pelabuhan, Tanjung Piayu, Kabil, Kecamatan Nongsa, Sabtu (10/10), melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Batam. Menariknya, tiket masuk berupa bibit mangrove yang dapat dibawa pengunjung untuk ditanam di sekitar shelter. Sejumlah agenda digelar, mulai dari music parade, tari, green class, penanaman mangrove, pengumpulan sampah, hingga tur mangrove. Pertunjukan musik juga diselingi stand-up comedy dari Stand Up Indo Batam yang menyampaikan kritik melalui satire, termasuk menyinggung tindakan pemerintah yang dinilai berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan di Batam. Founder Akar Bhumi Indonesia, Hendrik Hermawan, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan komunitas seni dan gerakan lingkungan. “Ini adalah sebuah fusi antara lingkungan hidup dan kesenian,” kata Hendrik. Menurutnya, konsep tiket berupa bibit pohon dipilih agar kegiatan dapat diikuti masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi. “Kalau Anda tidak memiliki uang, mungkin bisa bawa bibit pohon. Kalau punya uang, mungkin bisa beli pohon. Tapi yang penting bagaimana kita bersama-sama di sini,” ujarnya. Hendrik berharap Mangrove Kustik menjadi agenda rutin bulanan dan membuka kolaborasi dengan berbagai instansi untuk mendukung kesenian sekaligus pelestarian lingkungan. “Ini sebagai kanal bagaimana seni dan lingkungan bisa berjalan bersama,” katanya. Reporter: Jamaluddin Lobang Editor Video: Ari #soundfornature #pelestarian #mangrove #batam

About