@loumoni_actu_music: Un artiste et créateur de contenu annonce, verser ses droits Sacem à une association . on le critique souvent, mais là il vient de faire un geste que peu de gens feraient . on parle d’environ 300 000 € qui veut donner à une association .. Qu’en pensez-vous ? ##anyme##shamballa##association##don##actu

Loumoni Actu Music
Loumoni Actu Music
Open In TikTok:
Region: FR
Monday 23 February 2026 17:07:07 GMT
18794
940
38
10

Music

Download

Comments

.dark266
aLi.927 :
C’est un bon
2026-02-23 17:09:28
23
angebrun0
Marie-Ange :
c'est un gentil.
2026-02-24 15:29:32
3
angedechu166
angedechu166 :
Respect et il donne pour le cancer aussi car ça mère et toucher
2026-02-24 11:39:17
8
elodie.oslo.molly.61
elodie :
c est un bon garçon il a dit c est pour la lutte contre le cancer car sa maman a un cancer force a Anyme
2026-02-24 13:35:52
3
syoneergame
syoneer :
J ai pas pour habitude de commenter mais c est un bon gars vraiment pépite vraiment
2026-02-23 22:48:34
8
charles.varignon0
Charles Varignon :
c'est un gentil il est dans le Bon Camp lui
2026-02-23 20:57:57
7
fredfifa
Fred Fifa :
c'est un vrai bon gars reel
2026-02-24 15:34:13
1
user33071852263
Tang2øø6 :
Bravo pour cette initiative Anyme
2026-02-24 10:35:23
2
user786860168566
tania :
Ce mec est juste adorable 👏👏👏🥰🥰🥰🥰
2026-05-01 21:03:20
0
sylvie.chauvet
Sylvie Chauvet :
C'est un vrai gentil, je pense que c'est vrai 🥰
2026-02-24 12:48:13
1
nanouch989
Nanouch :
c est un bon Anyme je le suis et c est un beau geste ✌️🥰
2026-02-23 18:51:20
7
stef26408
L'unique :
si j'ai bien compris l'association contre le cancer normalement c'est pour cette association qui va faire le don
2026-02-23 19:42:39
1
issoufbaye2
BAYE :
Bah ouais
2026-02-28 06:01:03
0
jeanmarierenard
draner :
asso Dom Tom car il s'est inspiré de leur musique
2026-02-24 18:42:32
0
melanie_et_compagnie
Lilou et Mel :
attention , il partage avec la nana qui a chanté avec si je dis pas de bêtise ;)
2026-02-23 22:21:53
3
la.brestoise
la brestoise :
anime gars sur 🥰
2026-02-24 14:31:48
0
young.christ14
Young CHRIST :
Même si c'est de la stratégie le problème c'est où
2026-02-23 18:08:39
0
fab951305
Fab95130 :
pour moi c'est sincère mais faut pas se mentir c'est déductible des impôts😉 respect à lui 👌
2026-02-23 17:29:47
1
pinon.sur.rue
Pinon Sûr Rue :
Mec, je te regarde tous les jours et j’aimerais bien gagner une place d’un concert de rap si t’as moyen. Merci
2026-02-23 21:59:57
0
urielofficieltiktok
user2092347946960 :
Je crois en son buzz
2026-08-06 15:15:29
0
t_rushghostblackflag_c
🏴‍☠️Rushy-Rushou🇲🇫/RushWill :
Anyme je l'adore, il a le cœur sur la main.
2026-06-03 05:48:17
0
charlottealyhahsn
Charlotte Alyha Hsn :
je crois qu'il avait parler pour Mayotte la où il y avait eu une tornade ou je sais plus quoi
2026-02-23 22:00:40
0
zinziinn
. :
C’est un mois de boulot pour lui 😅
2026-02-24 08:54:27
0
__.marcus..___59
Marcus :
cet vraiment bien de donner pour des associations,cet un beau geste qui a fait, certains devrez en prendre exemples
2026-03-27 17:41:59
0
ladame62
ladame62 :
Une belle âme.
2026-02-23 21:26:18
0
To see more videos from user @loumoni_actu_music, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Martha Christina Tiahahu (4 Januari 1800 – 2 Januari 1818) adalah seorang gadis dari negeri Abubu di Nusalaut, Maluku Tengah. Pada usia 17 tahun, ia ikut mengangkat senjata melawan tentara kolonial Belanda. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang membantu Thomas Matulessy dalam Perang Pattimura pada tahun 1817.[1] Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambut panjangnya yang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah), ia setia mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran, baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia juga membangkitkan semangat kaum wanita di sekitarnya agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran. Dalam pertempuran yang sengit di negeri Ouw – Ullath, sebelah tenggara Pulau Saparua. Ia bersama beberapa pasukan lainnya dikalahkan dan ditangkap oleh pasukan Belanda. Beberapa dihukum gantung dan yang lainnya diasingkan ke Pulau Jawa. Ayahnya, Paulus Tiahahu divonis hukuman tembak mati.  Martha Christina Tiahahu berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, tetapi ia tidak berdaya dan meneruskan gerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan hendak diasingkan ke Pulau Jawa. Saat itulah ia jatuh sakit, namun ia menolak diobati oleh orang Belanda. Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda tepatnya di antara Pulau Buru dan Pulau Manipa pada tanggal 2 Januari 1818. Untuk menghargai jasa dan pengorbanannya, Martha Christina Tiahahu dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. #historyworld🌍🔍 #republikindonesia🇮🇩 #pahlawan #marthacristinatiahahu
Martha Christina Tiahahu (4 Januari 1800 – 2 Januari 1818) adalah seorang gadis dari negeri Abubu di Nusalaut, Maluku Tengah. Pada usia 17 tahun, ia ikut mengangkat senjata melawan tentara kolonial Belanda. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang membantu Thomas Matulessy dalam Perang Pattimura pada tahun 1817.[1] Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambut panjangnya yang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah), ia setia mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran, baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia juga membangkitkan semangat kaum wanita di sekitarnya agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran. Dalam pertempuran yang sengit di negeri Ouw – Ullath, sebelah tenggara Pulau Saparua. Ia bersama beberapa pasukan lainnya dikalahkan dan ditangkap oleh pasukan Belanda. Beberapa dihukum gantung dan yang lainnya diasingkan ke Pulau Jawa. Ayahnya, Paulus Tiahahu divonis hukuman tembak mati. Martha Christina Tiahahu berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, tetapi ia tidak berdaya dan meneruskan gerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan hendak diasingkan ke Pulau Jawa. Saat itulah ia jatuh sakit, namun ia menolak diobati oleh orang Belanda. Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda tepatnya di antara Pulau Buru dan Pulau Manipa pada tanggal 2 Januari 1818. Untuk menghargai jasa dan pengorbanannya, Martha Christina Tiahahu dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. #historyworld🌍🔍 #republikindonesia🇮🇩 #pahlawan #marthacristinatiahahu

About