@lagorditaoriginal2: La gordita original en Mercado Qatuna 🙀 💪 🫂 Nuevo Poit chocolateras #qatunamercados #distribuidor #joma #peru

Lagorditaoriginal
Lagorditaoriginal
Open In TikTok:
Region: PE
Tuesday 24 February 2026 15:31:27 GMT
29990
516
14
50

Music

Download

Comments

jelisabethvidalv
Mirian Elisabeth vidal :
yo boy a mi gamarra y mi mercado de mi barrio
2026-05-26 11:21:54
1
angel.contreras.m21
Angel Contreras Martinez :
cuánto la mundial
2026-03-31 23:50:37
0
edith_angelica_2022
Edith Angélica :
precios elevadisimos, no pasa nada
2026-05-25 19:36:16
1
addiersz
Addier Salinas :
Joma cancha?
2026-03-09 19:21:08
0
yurgenls1
Jng11_Ls :
infooo
2026-03-20 01:52:53
1
giogi100cz
giogi100cz :
tengo 200 soles k joma me puedo llevar
2026-03-06 15:41:28
0
joako.sx_
Joako_sk :
la mejor tienda de Joma con los mejores precios
2026-02-25 05:23:51
1
henry_callea
HENRY :
hola para voley??
2026-02-27 12:35:51
0
To see more videos from user @lagorditaoriginal2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#POV  {5} : Dia adalah manusia paling anti yang namanya 'ngobrol serius'. Jangankan membahas kelanjutan hubungan, membahas salah paham kecil saja dia selalu menghindar. Semboyan hidupnya kalau ada masalah itu jelas: kalau terpaksa harus ngobrol serius dan ribet, mending gausah sama sekali. Dia lebih memilih menghilang berhari-hari sampai kamu capek sendiri, daripada harus duduk berdua dan membicarakan isi hati. Tapi malam ini, cowok avoidant yang biasanya sekaku dinding semen itu mendadak mengemis sebuah obrolan serius lewat nomor baru yang sengaja dia beli demi menembus blokirmu. Perubahan drastis ini membuatmu merasa asing sekaligus curiga. Apakah dia benar-benar takut kehilanganmu, atau dia hanya panik karena egonya terusik setelah kamu putuskan sepihak?
#POV {5} : Dia adalah manusia paling anti yang namanya 'ngobrol serius'. Jangankan membahas kelanjutan hubungan, membahas salah paham kecil saja dia selalu menghindar. Semboyan hidupnya kalau ada masalah itu jelas: kalau terpaksa harus ngobrol serius dan ribet, mending gausah sama sekali. Dia lebih memilih menghilang berhari-hari sampai kamu capek sendiri, daripada harus duduk berdua dan membicarakan isi hati. Tapi malam ini, cowok avoidant yang biasanya sekaku dinding semen itu mendadak mengemis sebuah obrolan serius lewat nomor baru yang sengaja dia beli demi menembus blokirmu. Perubahan drastis ini membuatmu merasa asing sekaligus curiga. Apakah dia benar-benar takut kehilanganmu, atau dia hanya panik karena egonya terusik setelah kamu putuskan sepihak? "Kamu aneh, hyeon," ucapmu akhirnya, memecah keheningan dengan nada suara yang teramat datar. "Biasanya juga kalau aku ajak ngomong serius, kamu selalu bilang 'mending gausah' atau 'jangan drama'. Kenapa sekarang tiba-tiba pengen ngobrol?" "Karena kamu ngeblok aku, Y/N! Kamu mutusin semuanya sepihak!" jawab Seonghyeon, nada suaranya naik satu oktav karena frustrasi. "Aku ga suka digantung kayak gini. Makanya besok kita ketemu, biar aku bakal jelasin semuanya." Kamu tersenyum getir di tengah kegelapan kamar. Dia ga suka digantung? Lucu sekali. Berbulan-bulan ini dialah yang selalu menggantung perasaanmu tanpa kejelasan, tapi begitu dia merasakan posisinya dibalik, dia langsung kalang kabut seperti ini. • • • Keesokan paginya, kamu sengaja melanggar janji. Jam di ponselmu sudah menunjukkan pukul 07.15 WIB, melewati batas waktu yang seonghyeon berikan semalam. Kamu memilih langsung masuk ke dalam kelas, duduk di bangkumu, dan berpura-pura sibuk membaca buku. Kamu pikir, dengan sengaja tidak datang, Seonghyeon akan menyerah dan pergi dengan egonya yang terluka. Kamu salah besar. Brak! Pintu kelasmu terbuka kasar, mengejutkan seisi ruangan yang masih sepi. Berdiri di sana, Seonghyeon dengan napas terengah-engah dan rambut yang sedikit berantakan. Sorot matanya yang dipenuhi rasa frustrasi langsung tertuju padamu. Mengabaikan tatapan heran dari beberapa teman sekelasmu, dia melangkah lebar menghampiri mejamu. "Kenapa ga datang?" tanyanya, suaranya rendah tapi bergetar menahan amarah dan kepanikan. Kamu mendongak, menatapnya datar. "Kan udah aku bilang, hubungan kita udah selesai, aku ga mau berurusan sama kamu lagi, Hyeon." "Ga bisa gitu, Y/N!" sentak Seonghyeon. Sebelum kamu sempat membalas, dia langsung meraih pergelangan tanganmu. Cengkeramannya kuat, tidak menyakitkan, tapi begitu tegas hingga kamu tidak bisa mengelak. Dia menarikmu paksa keluar dari kelas. Kamu sempat memberontak dan mencoba melepaskan diri, namun kekuatannya jauh di atasmu. Dia terus membawamu membelah koridor sekolah menuju ke taman belakang. Begitu sampai di area taman yang sepi, dia baru melepaskan tanganmu. Kamu langsung melangkah mundur, mengusap pergelangan tanganmu sambil menatapnya tajam. "Kamu apa-apaan sih, Hyeon? Kasar banget!" "Aku terpaksa!" Seonghyeon mengacak rambutnya frustrasi, berjalan mondar-mandir di depanmu sebelum akhirnya berhenti dan menatapmu lekat-lekat. Matanya tampak memerah. "Aku ga terima kamu mutusin aku gitu aja, Y/N. Kamu ga bisa hancurin hubungan hampir satu tahun kita cuma lewat satu chat dan blokir!" "Terus aku harus gimana?!" suaramu ikut meninggi, menumpahkan segala sesak yang berbulan-bulan ini kamu pendam sendiri. "Nungguin kamu yang selalu hilang setiap ada masalah? Ngadepin dinding semen yang ga pernah mau diajak bicara? Kamu egois, Hyeon!" "Aku tahu aku salah!" potong Seonghyeon cepat. Untuk pertama kalinya, kamu melihat cowok avoidant ini benar-benar panik sampai suaranya serak. "Aku tahu aku sering lari kalau kita berantem. Tapi itu cara aku biar ga makin emosi, Y/N! Aku ga bermaksud gantungin kamu..." Dia melangkah mendekat, mencoba meraih kedua pundakmu, memaksamu untuk menatap langsung ke dalam matanya yang kini menyiratkan ketakutan mendalam, ketakutan kehilangan dirimu. #4u

About