@nolimitsco__: Ktm exc 300 2t pink🚀 #ktm #enduro #motocros #motocrossgirl #moto

No Limits Co
No Limits Co
Open In TikTok:
Region: ES
Wednesday 25 February 2026 16:25:18 GMT
2167178
323290
684
34275

Music

Download

Comments

xcruzalbax
﹫ :
ktm exc 300 2t 🔥🔥
2026-06-01 21:37:39
0
katulosa
katulosa :
Compartiendo motos que claramente no puedo manejar porque me huequeo cuando me enseñan 🤣
2026-04-14 04:46:51
58
imsomiaaa1
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ :
GIVE IT TO ME🙏
2026-04-09 10:52:53
1176
dn.staywoke
⃟ :
4t is better
2026-04-08 18:36:36
150
ashanty.sc
brisitaaaa :
oztias amor a primera vista dios 😍
2026-04-13 12:06:18
2169
ludo__patico._
𝕷𝖚𝖉𝖔_𝖘𝖒𝖗| 𝕸𝖝𝕷𝖆𝖇 :
ma che cazzo di tachimetro monta
2026-04-08 19:35:20
63
julina.3e
𝒥𝓊𝓁𝓁ミ★ :
Wieso hab ich kein Geld
2026-04-08 15:13:31
308
mattee231
tpr.mattee :
2026-04-15 10:57:04
21
innaa711
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴￴ :
Celui qui arrive à liker je m’abonne à lui 😂 mais il fait pareil       🌑keita 🎀 Comment t’a fait??
2026-04-26 13:44:53
10
sienna.04z
𝒮𝒾ℯ𝓃𝓃𝒶🌺 :
2026-04-09 06:26:51
14
_rosales95
STEFANY💦 :
Yo cuando la vi 😍
2026-04-19 02:43:53
16
mimi.trib
ꪶꪖᦔꪗꪑﺃ᥅ꪖᦲᦆ✰ :
Donnez moi la meilleur 125cc 2t (pr vous ç’est la quel la meilleur)
2026-04-09 15:33:23
19
tiziano.exc
tiziano.exc :
mine is better😝
2026-04-20 14:03:48
28
amelie_frbg79
𝑨𝒎𝒆𝒍𝒊𝒆🩷 :
Warum hab ich das Geld nd
2026-04-08 18:45:17
8
izzyindigoktm
★𝒾𝓏𝓏𝓎★ :
I need😍
2026-04-08 16:12:07
65
jxst_jo368jo
Jojo ✞ :
hab zu wenig geld 😭
2026-04-09 13:25:48
7
To see more videos from user @nolimitsco__, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov :  ​“Truth or dare?” ​Kamu menghela napas singkat, berdecih. “Dare.” ​Sorak kecil meledak. Teman-teman satu gengmu di SMA memang selalu berisik jika sudah berkumpul di warung belakang sekolah. Dan di sanalah namanya disebut, seolah target sudah disiapkan sejak awal. ​“Pacaran sama Juhoon.” ​Juhoon. Si cowok berkacamata tebal, duduk di barisan depan kelas, selalu datang lebih pagi dari siapa pun. Tidak pernah ikutan nongkrong di kantin. Tidak pernah ikut bercanda. Bahkan ia tidak pernah tersenyum. ​“Cuma dua minggu, kan?” katamu santai, memutar-mutar kunci vesmet mu. “That's easy.” ​Hari itu, permainan dimulai. Kamu melihat Juhoon di koridor sekolah dekat loker dan mendekatinya. Berusaha sok akrab. ​Kamu menangkup kedua tanganmu di pipi, lalu melempar senyum lebar yang di mata Juhoon terlihat sangat aneh. ​“Lo kenapa?” tanyanya datar, jelas tidak nyaman. ​“Mau kenalan doang emang nggak boleh?” ujarmu seraya tersenyum semanis mungkin. ​“Gue nggak tertarik kenalan, apalagi punya temen kayak lo,” balasnya dingin. Ia menutup lokernya dengan pelan, lalu beranjak pergi. ​Oke. Kamu gagal di hari pertama. ​Hari kedua, kamu sengaja duduk di sebelah Juhoo  saat jam pelajaran Fisika. Menggeser kursi tanpa izin, lalu menyodorkan sebatang cokelat. ​Juhoon menerimanya tanpa ekspresi, memasukkannya ke dalam tas, namun tidak berbicara sepatah kata pun. ​Oke, nice try. ​Hari ketiga, semuanya terbongkar. Kamu tidak tahu dari mana ia mendengarnya. Mungkin bisik-bisik anak-anak di kelas terlalu keras, atau tawa gengmu yang mencolok saat memperhatikannya dari jauh. Yang jelas, sore itu saat sekolah sudah sepi, ia menghentikan langkahmu di lorong laboratorium yang kosong. ​“Gue tau,” ucapnya. Nada suara itu berat dan dingin. “Gue target taruhan lo, kan?” ​Kamu terdiam. Jantungmu berdegup aneh, tapi kamu segera tertawa kecil, pura-pura santai. “Ketahuan ya? Jadi lo mau dong, jadi pacar gue?” ​Ia menatapmu lurus dari balik lensa kacamatanya. Tatapan yang entah kenapa membuat senyummu terasa canggung. ​“Cuma dua minggu kan?” katanya. “Setelah itu jangan ganggu gue lagi.” ​Kamu menyeringai kecil, mencoba mengembalikan kendali. Kamu menepuk pundaknya beberapa kali. “Lagian siapa juga sih yang mau lama-lama sama cowok innocent kayak lo? Bosenin tahu nggak.” ​Juhoon tidak tersinggung. Itu yang membuatmu sedikit terkejut. ​“Terserah,” balasnya singkat. Ia membenarkan letak tas ranselnya lalu berjalan melewatimu, meninggalkanmu yang sedikit speechless dengan ketenangannya. ♡♡♡ ​Minggu pertama berpacaran dengan Juhoon. Dan di hari pertamanya, kamu berkacak pinggang di parkiran sekolah seraya memperhatikan bingkai hitam yang selalu bertengger di wajah Juhoon. ​“Lo kelihatan culun banget kalau pakai kacamata itu,” katamu sambil menyeringai kecil. ​Juhoon hanya berkedip sekali. “Oh,” jawabnya singkat. ​Kamu menggeram kesal dalam hati. Cowok satu ini ternyata sangat pandai membuat orang gemas karena sifat pasifnya. ♡♡♡ ​Hari kedua, kamu memutuskan ikut masuk ke dunianya, perpustakaan sekolah yang super sepi. ​Kamu duduk di depan Juhoon, satu meja. Mengambil buku ensiklopedia tebal yang judulnya bahkan tidak kamu pahami. Pura-pura membaca, padahal sesekali menguap keras-keras. ​“Serius lo betah baca ginian tiap hari?” ​Juhoon membalik halaman bukunya. “Kalau nggak betah gue nggak bakal duduk di sini.” ​Kamu memutar bola mata malas. “Lo kalau ngomong emang rada nyelekit gitu ya?” ​“Sama lo doang,” jawab Juhoon tanpa beralih dari bukunya. ​Kamu hanya menatapnya datar. Lalu lagi-lagi, tanganmu bertumpu di dagu seraya mengunci tatapanmu padanya. Menunggu dia menyuruhmu pergi karena terganggu. ​Tapi tidak. Juhoon membiarkanmu tinggal seolah kehadiranmu tidak mengganggu, tapi juga tidak penting. ​“Lo beneran... aneh,” gumammu pelan. ​“Hm, jangan sampai lo suka,” balas Juhoon, nadanya datar tapi entah kenapa terdengar berbahaya. ​Kamu berdecih. “Enggak akan.” ♡♡♡ ​Hari ketiga, kamu bosan setengah mati. Kamu mengetuk meja sembari menoleh kepada Juhoon. ​(comsec+++) #JUHOON #fyp #alternativeuniverse #xcyzba
#pov : ​“Truth or dare?” ​Kamu menghela napas singkat, berdecih. “Dare.” ​Sorak kecil meledak. Teman-teman satu gengmu di SMA memang selalu berisik jika sudah berkumpul di warung belakang sekolah. Dan di sanalah namanya disebut, seolah target sudah disiapkan sejak awal. ​“Pacaran sama Juhoon.” ​Juhoon. Si cowok berkacamata tebal, duduk di barisan depan kelas, selalu datang lebih pagi dari siapa pun. Tidak pernah ikutan nongkrong di kantin. Tidak pernah ikut bercanda. Bahkan ia tidak pernah tersenyum. ​“Cuma dua minggu, kan?” katamu santai, memutar-mutar kunci vesmet mu. “That's easy.” ​Hari itu, permainan dimulai. Kamu melihat Juhoon di koridor sekolah dekat loker dan mendekatinya. Berusaha sok akrab. ​Kamu menangkup kedua tanganmu di pipi, lalu melempar senyum lebar yang di mata Juhoon terlihat sangat aneh. ​“Lo kenapa?” tanyanya datar, jelas tidak nyaman. ​“Mau kenalan doang emang nggak boleh?” ujarmu seraya tersenyum semanis mungkin. ​“Gue nggak tertarik kenalan, apalagi punya temen kayak lo,” balasnya dingin. Ia menutup lokernya dengan pelan, lalu beranjak pergi. ​Oke. Kamu gagal di hari pertama. ​Hari kedua, kamu sengaja duduk di sebelah Juhoo saat jam pelajaran Fisika. Menggeser kursi tanpa izin, lalu menyodorkan sebatang cokelat. ​Juhoon menerimanya tanpa ekspresi, memasukkannya ke dalam tas, namun tidak berbicara sepatah kata pun. ​Oke, nice try. ​Hari ketiga, semuanya terbongkar. Kamu tidak tahu dari mana ia mendengarnya. Mungkin bisik-bisik anak-anak di kelas terlalu keras, atau tawa gengmu yang mencolok saat memperhatikannya dari jauh. Yang jelas, sore itu saat sekolah sudah sepi, ia menghentikan langkahmu di lorong laboratorium yang kosong. ​“Gue tau,” ucapnya. Nada suara itu berat dan dingin. “Gue target taruhan lo, kan?” ​Kamu terdiam. Jantungmu berdegup aneh, tapi kamu segera tertawa kecil, pura-pura santai. “Ketahuan ya? Jadi lo mau dong, jadi pacar gue?” ​Ia menatapmu lurus dari balik lensa kacamatanya. Tatapan yang entah kenapa membuat senyummu terasa canggung. ​“Cuma dua minggu kan?” katanya. “Setelah itu jangan ganggu gue lagi.” ​Kamu menyeringai kecil, mencoba mengembalikan kendali. Kamu menepuk pundaknya beberapa kali. “Lagian siapa juga sih yang mau lama-lama sama cowok innocent kayak lo? Bosenin tahu nggak.” ​Juhoon tidak tersinggung. Itu yang membuatmu sedikit terkejut. ​“Terserah,” balasnya singkat. Ia membenarkan letak tas ranselnya lalu berjalan melewatimu, meninggalkanmu yang sedikit speechless dengan ketenangannya. ♡♡♡ ​Minggu pertama berpacaran dengan Juhoon. Dan di hari pertamanya, kamu berkacak pinggang di parkiran sekolah seraya memperhatikan bingkai hitam yang selalu bertengger di wajah Juhoon. ​“Lo kelihatan culun banget kalau pakai kacamata itu,” katamu sambil menyeringai kecil. ​Juhoon hanya berkedip sekali. “Oh,” jawabnya singkat. ​Kamu menggeram kesal dalam hati. Cowok satu ini ternyata sangat pandai membuat orang gemas karena sifat pasifnya. ♡♡♡ ​Hari kedua, kamu memutuskan ikut masuk ke dunianya, perpustakaan sekolah yang super sepi. ​Kamu duduk di depan Juhoon, satu meja. Mengambil buku ensiklopedia tebal yang judulnya bahkan tidak kamu pahami. Pura-pura membaca, padahal sesekali menguap keras-keras. ​“Serius lo betah baca ginian tiap hari?” ​Juhoon membalik halaman bukunya. “Kalau nggak betah gue nggak bakal duduk di sini.” ​Kamu memutar bola mata malas. “Lo kalau ngomong emang rada nyelekit gitu ya?” ​“Sama lo doang,” jawab Juhoon tanpa beralih dari bukunya. ​Kamu hanya menatapnya datar. Lalu lagi-lagi, tanganmu bertumpu di dagu seraya mengunci tatapanmu padanya. Menunggu dia menyuruhmu pergi karena terganggu. ​Tapi tidak. Juhoon membiarkanmu tinggal seolah kehadiranmu tidak mengganggu, tapi juga tidak penting. ​“Lo beneran... aneh,” gumammu pelan. ​“Hm, jangan sampai lo suka,” balas Juhoon, nadanya datar tapi entah kenapa terdengar berbahaya. ​Kamu berdecih. “Enggak akan.” ♡♡♡ ​Hari ketiga, kamu bosan setengah mati. Kamu mengetuk meja sembari menoleh kepada Juhoon. ​(comsec+++) #JUHOON #fyp #alternativeuniverse #xcyzba

About