@alex_irisarri: #fyp #biketok

Alex Irisarri
Alex Irisarri
Open In TikTok:
Region: ES
Saturday 28 February 2026 18:29:08 GMT
100213
10562
11
1469

Music

Download

Comments

pacotri_33
Pablo Cordoves :
Tú y yo sabemos que en cuanto no te vea casualmente el acelerador acelera
2026-02-28 18:49:51
39
nami_hancok
Nami$_$ :
yo ese🤭
2026-04-19 22:19:48
0
nath.ur
Nath U :
manifiestooo
2026-03-02 04:50:46
3
dann.ortega28
★Dann★ :
2026-03-02 22:37:48
0
keemberlyhinojos
Keemberly Hinojos :
Lo bueno que estudio, trabajo, voy ala iglesia, estudio 2 carreras no tomo, no fumo, cuando me toca uno asi???
2026-05-17 18:17:17
0
deopol5
. 👑 :
@la beba♥️
2026-03-02 16:50:49
0
rober.ec
Rober ec :
🙂‍↕️🙂‍↕️🙂‍↕️
2026-03-02 20:32:49
1
_liib_
@_liib_ :
😂😂😂😂😂
2026-03-01 01:47:23
0
medugorgon
Anita :
🫡
2026-03-01 21:34:54
0
To see more videos from user @alex_irisarri, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kurang dari 24 jam, aparat kepolisian berhasil membekuk pelaku pemukulan terhadap personel Polresta Mamuju saat aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di depan Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dua orang pelaku berinisial AR (47) dan AN (36) kini telah diamankan oleh pihak berwenang. Kapolresta Mamuju, Kombes Ferdyan Indra Fahmi, mengungkapkan bahwa pelaku utama berinisial AR dibekuk pada Rabu (3/6/2026) sore setelah pihak keluarga kooperatif dan menyerahkannya kepada petugas. Dari tangan AR, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa masker, kacamata, tas selempang, serta pakaian yang digunakannya saat melakukan aksi pemukulan yang sempat viral di media sosial. Sementara itu, pelaku kedua berinisial AN ditangkap setelah sempat melarikan diri ke area hutan dan perkebunan di Kecamatan Simboro. Pengejaran AN melibatkan personel gabungan dari Polresta Mamuju, Brimob, dan Samapta Polda Sulbar, serta bantuan dua ekor anjing pelacak (K-9) untuk mengendus jejak pelarian pelaku. Insiden pemukulan ini terjadi pada Selasa (2/6/2026), ketika aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Balai Sungai Mamuju berujung ricuh. Kericuhan dipicu saat massa mencoba membakar ban bekas di halaman kantor, namun dihalau oleh petugas keamanan. Di tengah aksi saling dorong, para pelaku tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wajah petugas hingga mengakibatkan luka memar. Saat ini, kedua pelaku telah mendekam di Mapolresta Mamuju untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan dan kasus ini akan didalami lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. #tiktokberita #bangsaonline #harianbangsa
Kurang dari 24 jam, aparat kepolisian berhasil membekuk pelaku pemukulan terhadap personel Polresta Mamuju saat aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di depan Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dua orang pelaku berinisial AR (47) dan AN (36) kini telah diamankan oleh pihak berwenang. Kapolresta Mamuju, Kombes Ferdyan Indra Fahmi, mengungkapkan bahwa pelaku utama berinisial AR dibekuk pada Rabu (3/6/2026) sore setelah pihak keluarga kooperatif dan menyerahkannya kepada petugas. Dari tangan AR, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa masker, kacamata, tas selempang, serta pakaian yang digunakannya saat melakukan aksi pemukulan yang sempat viral di media sosial. Sementara itu, pelaku kedua berinisial AN ditangkap setelah sempat melarikan diri ke area hutan dan perkebunan di Kecamatan Simboro. Pengejaran AN melibatkan personel gabungan dari Polresta Mamuju, Brimob, dan Samapta Polda Sulbar, serta bantuan dua ekor anjing pelacak (K-9) untuk mengendus jejak pelarian pelaku. Insiden pemukulan ini terjadi pada Selasa (2/6/2026), ketika aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Balai Sungai Mamuju berujung ricuh. Kericuhan dipicu saat massa mencoba membakar ban bekas di halaman kantor, namun dihalau oleh petugas keamanan. Di tengah aksi saling dorong, para pelaku tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wajah petugas hingga mengakibatkan luka memar. Saat ini, kedua pelaku telah mendekam di Mapolresta Mamuju untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan dan kasus ini akan didalami lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. #tiktokberita #bangsaonline #harianbangsa

About