@ianxavier_21: When the runner’s high kicks in 🎧🏃‍♂️ Drop your runner high songs ⬇️ #fyp #runner #marathon #hybrid #Fitness

Ian Xavier
Ian Xavier
Open In TikTok:
Region: PH
Tuesday 03 March 2026 08:09:36 GMT
309
23
2
1

Music

Download

Comments

ugandarunnersclub
UGANDA RUNNERS CLUB :
😂😂😂 Speed
2026-03-04 04:16:11
1
To see more videos from user @ianxavier_21, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

*** Langkah kaki Taehyung terhenti di depan pintu perpustakaan ketika suara berisik dari arah lobi utama memecah keheningan pagi. Taehyung menautkan alis, menatap sekumpulan mahasiswa yang berkerumun membentuk lingkaran di dekat papan pengumuman. Dia tidak suka keributan, terutama di jam-jam kuliah pagi yang menuntut ketenangan pikiran. Taehyung memilih melangkah mendekat dengan wajah dingin, berniat membubarkan kerumunan tersebut jika dirasa mengganggu ketertiban umum kampus. Namun, tepat saat Taehyung merangsek masuk ke barisan depan, langkah kaki Taehyung langsung terpaku di lantai marmer. Seokjin berdiri di tengah kerumunan dengan napas memburu, memegang selembar brosur pendaftaran klub seni yang basah oleh tumpahan kopi. Wajah Seokjin pucat pasi, tetapi bukan itu yang membuat seluruh pasang mata terpaku menatapnya. Seokjin menatap lurus ke depan, tepat ke arah Taehyung yang baru saja tiba di tempat itu. Di detik yang sama, Seokjin merasakan darahnya berdesir hebat hingga ujung kepala. Sosok yang berdiri di hadapannya saat itu tampak seperti pantulan cermin yang keluar dari mimpi buruk yang paling mengerikan. Garis rahang yang tajam, hidung mancung yang angkuh, sorot mata tajam yang menghujam, hingga tinggi badan yang hampir setara membuat siapa pun yang melihat mereka akan mengira sedang melihat orang yang sama.
*** Langkah kaki Taehyung terhenti di depan pintu perpustakaan ketika suara berisik dari arah lobi utama memecah keheningan pagi. Taehyung menautkan alis, menatap sekumpulan mahasiswa yang berkerumun membentuk lingkaran di dekat papan pengumuman. Dia tidak suka keributan, terutama di jam-jam kuliah pagi yang menuntut ketenangan pikiran. Taehyung memilih melangkah mendekat dengan wajah dingin, berniat membubarkan kerumunan tersebut jika dirasa mengganggu ketertiban umum kampus. Namun, tepat saat Taehyung merangsek masuk ke barisan depan, langkah kaki Taehyung langsung terpaku di lantai marmer. Seokjin berdiri di tengah kerumunan dengan napas memburu, memegang selembar brosur pendaftaran klub seni yang basah oleh tumpahan kopi. Wajah Seokjin pucat pasi, tetapi bukan itu yang membuat seluruh pasang mata terpaku menatapnya. Seokjin menatap lurus ke depan, tepat ke arah Taehyung yang baru saja tiba di tempat itu. Di detik yang sama, Seokjin merasakan darahnya berdesir hebat hingga ujung kepala. Sosok yang berdiri di hadapannya saat itu tampak seperti pantulan cermin yang keluar dari mimpi buruk yang paling mengerikan. Garis rahang yang tajam, hidung mancung yang angkuh, sorot mata tajam yang menghujam, hingga tinggi badan yang hampir setara membuat siapa pun yang melihat mereka akan mengira sedang melihat orang yang sama. "Siapa anak baru itu? Kenapa wajahnya mirip sekali dengan Taehyung?" Bisik salah seorang mahasiswi di sebelah kiri Seokjin dengan nada tertahan. "Bukan mirip lagi. Itu seperti melihat Taehyung versi hidup sederhana." Sahut mahasiswa lain dengan nada terkejut yang tidak bisa disembunyikan. Taehyung mengeraskan rahangnya hingga otot di pipinya berkedut. Taehyung meneliti setiap jengkal wajah Seokjin dari jarak kurang dari dua meter. Jantung Taehyung berdegup tidak karuan, sebuah sensasi asing yang belum pernah Taehyung rasakan seumur hidupnya. Kemarahan tiba-tiba meluap di dada Taehyung, bukan karena Seokjin mengganggu, melainkan karena kehadiran Seokjin meruntuhkan keunikan identitas yang selama ini melekat pada diri Taehyung sebagai satu-satunya pusat perhatian. Seokjin menelan ludah dengan susah payah untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak kering. Dia maju satu langkah ke depan, tidak terima dengan tatapan merendahkan yang diberikan oleh pria di hadapannya. "Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Seokjin tajam, sengaja mengeraskan suaranya agar seluruh koridor mendengarnya dengan jelas. Taehyung mendengus sinis. Dia melipat tangan di depan dada bidangnya, menaikkan sebelah alisnya untuk menunjukkan dominasi mutlak. "Seharusnya aku yang bertanya kepadamu. Kenapa kamu berani meniru penampilanku dan sengaja berdiri di sini untuk mencari perhatian murahan?" Balas Taehyung dengan nada dingin yang menusuk tulang. Seokjin mengepalkan tangan hingga kukunya memutih menekan telapak tangan. Seokjin tidak terima dituduh melakukan hal konyol seperti itu di hari pertamanya masuk ke lingkungan kampus utama. Seokjin seumur hidup tidak pernah peduli siapa itu Taehyung, si pewaris kaya raya yang selalu diagung-agungkan tanpa alasan yang jelas. "Meniru kamu? Jangan terlalu percaya diri, Wajah ini milikku sejak lahir. Kalau kamu merasa terganggu karena ada orang lain yang wajahnya sama persis dengan mu, itu urusanmu, bukan urusanku!" Ucap Seokjin penuh penekanan, matanya menyala menantang. "Jaga cara bicaramu!" Bentak Taehyung setengah berbisik, tetapi sarat akan ancaman mematikan yang membuat beberapa mahasiswa di sekitar mereka mundur ketakutan. Taehyung maju mendekati Seokjin hingga jarak di antara mereka begitu tipis dan menyesakkan. Seokjin tidak mundur barang satu jengkal pun. Seokjin mendongak, membalas tajam sorot mata Taehyung tanpa gentar sedikit pun meskipun hatinya mulai bergemuruh tidak keruan. "Kenapa? Takut posisimu sebagai satu-satunya pusat perhatian di kampus ini tergeser? Atau kamu takut orang-orang sadar kalau di bawah mantel mahalmu itu, kamu tidak ada bedanya denganku?" Tantang Seokjin tanpa rasa takut. #wattpadstories vip Zone chat me 🥰
Information about prayerCorrect prayer is performing the five daily prayers at their proper times, in a state of purification, facing the qibla, with the intention and humility of the heart present. It begins with the opening takbir, reciting al-Fatihah and another surah, then bowing and prostrating with tranquility, sitting for the two tashahhuds (in the three-unit and four-unit prayers) or for one (in Fajr), and ending with the taslim, following the guidance of the Prophet ﷺ [“Pray as you have seen me pray.”]. Steps for a correct prayer (from the opening takbir to the taslim): Preparation: wudu, covering the awrah, and facing the qibla. Intention: intending the specific prayer in your heart without uttering it. Opening takbir: saying “Allahu Akbar” while raising the hands level with the shoulders. Standing and recitation: reciting Surah al-Fatihah in every rak‘ah, and whatever you can of the Qur’an in the first two rak‘ahs. Bowing (ruku‘): bending and placing the hands on the knees, saying “Subhana Rabbi al-‘Azim” three times, with tranquility. Rising from ruku‘: standing upright and saying “Sami‘a Allahu liman hamidah,” then “Rabbana wa laka al-hamd.” Prostration (sujud): prostrating on the seven body parts (the forehead and nose, the two palms, the two knees, and the tips of the feet) with tranquility, and saying “Subhana Rabbi al-A‘la” three times. Sitting between the two prostrations: sitting and saying “Rabbighfir li.” Tashahhud: reciting the tashahhud in the second sitting (the second rak‘ah) and the final sitting (the last rak‘ah), and reciting the Ibrahimic prayer in the final tashahhud. Taslim: turning to the right and saying “As-salamu ‘alaykum wa rahmatullah,” then to the left likewise. Arkan of the prayer (it is not valid without them): Standing for those who are able (in the obligatory prayers). The opening takbir. Reciting al-Fatihah. Bowing (ruku‘). Rising from ruku‘. Prostrating on the seven body parts. Rising from sujud. Sitting between the two prostrations. Tranquility (staying still in every pillar). Performing the pillars in order. The final tashahhud. Sitting for the final tashahhud. Sending blessings upon the Prophet ﷺ. The two taslims. Recommended acts and virtuous practices of the prayer: Raising the hands at bowing, rising from it, and when standing to the third rak‘ah. Placing the right hand over the left on the chest while standing. The opening supplication (du‘a al-istiftah) after the opening takbir. Reciting whatever you can of the Qur’an after al-Fatihah in the first two rak‘ahs. Important notes: Tranquility (calmness, stillness, and not rushing) is an essential pillar of ruku‘, sujud, and standing. You must observe “order” between the pillars.#قرآن #قران_كريم #اجر_لي_ولكم #فارس_عباد #quran
Information about prayerCorrect prayer is performing the five daily prayers at their proper times, in a state of purification, facing the qibla, with the intention and humility of the heart present. It begins with the opening takbir, reciting al-Fatihah and another surah, then bowing and prostrating with tranquility, sitting for the two tashahhuds (in the three-unit and four-unit prayers) or for one (in Fajr), and ending with the taslim, following the guidance of the Prophet ﷺ [“Pray as you have seen me pray.”]. Steps for a correct prayer (from the opening takbir to the taslim): Preparation: wudu, covering the awrah, and facing the qibla. Intention: intending the specific prayer in your heart without uttering it. Opening takbir: saying “Allahu Akbar” while raising the hands level with the shoulders. Standing and recitation: reciting Surah al-Fatihah in every rak‘ah, and whatever you can of the Qur’an in the first two rak‘ahs. Bowing (ruku‘): bending and placing the hands on the knees, saying “Subhana Rabbi al-‘Azim” three times, with tranquility. Rising from ruku‘: standing upright and saying “Sami‘a Allahu liman hamidah,” then “Rabbana wa laka al-hamd.” Prostration (sujud): prostrating on the seven body parts (the forehead and nose, the two palms, the two knees, and the tips of the feet) with tranquility, and saying “Subhana Rabbi al-A‘la” three times. Sitting between the two prostrations: sitting and saying “Rabbighfir li.” Tashahhud: reciting the tashahhud in the second sitting (the second rak‘ah) and the final sitting (the last rak‘ah), and reciting the Ibrahimic prayer in the final tashahhud. Taslim: turning to the right and saying “As-salamu ‘alaykum wa rahmatullah,” then to the left likewise. Arkan of the prayer (it is not valid without them): Standing for those who are able (in the obligatory prayers). The opening takbir. Reciting al-Fatihah. Bowing (ruku‘). Rising from ruku‘. Prostrating on the seven body parts. Rising from sujud. Sitting between the two prostrations. Tranquility (staying still in every pillar). Performing the pillars in order. The final tashahhud. Sitting for the final tashahhud. Sending blessings upon the Prophet ﷺ. The two taslims. Recommended acts and virtuous practices of the prayer: Raising the hands at bowing, rising from it, and when standing to the third rak‘ah. Placing the right hand over the left on the chest while standing. The opening supplication (du‘a al-istiftah) after the opening takbir. Reciting whatever you can of the Qur’an after al-Fatihah in the first two rak‘ahs. Important notes: Tranquility (calmness, stillness, and not rushing) is an essential pillar of ruku‘, sujud, and standing. You must observe “order” between the pillars.#قرآن #قران_كريم #اجر_لي_ولكم #فارس_عباد #quran

About