@audrey.roond.app: Ce qui se passe entre hommes et femmes m’inquiète et m’attriste. Misogynie. Misandrie radicale. Masculinisme. Comment cohabiter si on ne sait plus se parler, se comprendre, s’écouter ? Dites-moi ce que vous en pensez. #relations #hommes #femmes

audrey.roond.app
audrey.roond.app
Open In TikTok:
Region: FR
Tuesday 03 March 2026 17:30:00 GMT
6685
336
58
30

Music

Download

Comments

audrey.roond.app
audrey.roond.app :
Encore et toujours les guerres des réseaux 🤦🏾‍♀️
2026-03-03 17:32:41
13
cazendrat
❤️🇷🇺Erica 🇫🇷🇨🇮 :
Mais qui a dit que tous les masculinistes sont toxiques? Déjà le problème part du fait qu'on ignore souvent la réalité des choses
2026-03-04 22:06:29
5
ach_did
ach-did :
fuyez les reseaux sociaux ! je le dis tjrs, il faut laisser les reseaux et frequenter des lieux et aborder des gens dehors vous allez beaucoup apprendre et connaître des bonnes personnes( hommes ou garçons) j'étais de passage je me "log out" de tiktok( et autres) et continue la vie normale ..
2026-03-06 07:35:25
6
edynaedyna.yt
edynaedyna|YouTube :
Oui oui ! C’est grave parce qu’on est désunis
2026-03-04 01:15:28
8
axeldevida5
axeldevida5 :
Faut assumer
2026-03-04 15:27:13
11
madmm972
Mad Pantha :
C'est Carré... on préfère ce genre de discours
2026-03-04 11:18:51
10
jt_seulement
JT Seulement :
Tres beau message 💯🙏
2026-03-04 15:39:17
1
bavier_michael
Bavier Michaël :
Je suis pour le respect et la tolérance. Personnellement, je suis d'accord avec certaines revendications et d'autres non. Le dialogue est primordial, tout comme le débat, mais le souci, c'est qu'il y a de moins en moins de débats et beaucoup plus de discours unilatéraux 🫤. C’est chouette d’entendre un discours plus nuancé 😊.
2026-04-30 09:04:06
1
lutafel
GSC :
À qui la faute ?? Sérieusement. Qui a lancé cette tendance ?
2026-03-06 12:04:25
3
goearge3
gho :
pendant que le peuple ce querelle , le gouvernement font passer des nouvelles lois et augmente le quotidien de vie sans que les salaires suivent.
2026-03-05 18:37:46
1
azertyuiopqsdfghj058
azerty :
Qui à commencé sur les réseaux ?
2026-03-06 18:01:23
2
cathyalamuerte
Cathy a la Muerte💋 :
Mais tellement ma Audrey d’amour 🥹🙏🏾♥️
2026-04-06 21:08:11
2
lucidmind369
ASH-LUZ. :
Video pertinente !
2026-03-04 11:51:51
1
asrael2.0
asrael adam's :
pas juste l'homme , mais chaque être humain que tu laisses entrer dans ta vie doit faire ses preuves
2026-03-05 10:53:15
1
djilalimirad
djilalimirad :
merci 🙏🙏
2026-03-12 17:12:42
1
santementalenoire
santementalenoire :
Rien à rajouter ! 🙌🏾👏🏾👏🏾👏🏾
2026-03-03 17:34:37
1
scarlaa00
Scarla :
On a besoin de plus de video comme ça par ce que nos enfants vont être élevés dans tout ça maintenant
2026-03-04 20:39:58
2
cell0bets
Cellobets :
C pg oh on va se blesser sur terre meme les innocent vont gouter
2026-03-05 00:10:42
1
kafuiekue
Kafui Ekue :
Gratitudes pour ce message
2026-03-04 12:53:24
1
silvampqvdz
wltr78 :
Je sais pas si la situation homme femme aujourd'hui est réversible un jour 🤔.
2026-03-04 11:28:23
1
rnd_xvl
Rnd :
C triste la division entre l’humain
2026-05-23 18:10:50
0
ssemz.4
S S E M Z.4️⃣ :
chacun ses expériences, chacun ses problèmes, je vois pas pourquoi j’irai me soucier des gens femmes comme hommes, si chacun veut considérer l’autre, faites ainsi.
2026-03-05 19:08:16
0
osee072
Osée thiombiano :
Merci juste 🙏🏾
2026-03-05 03:47:50
0
djialba5
Djialba :
c est grave
2026-03-04 23:40:25
0
To see more videos from user @audrey.roond.app, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About