@assyabiya_el: Dalam pandangan tauhid, semesta adalah ciptaan, sedangkan Tuhan adalah Pencipta. Keduanya tidak pernah sama, tidak pernah setara, dan tidak bisa dipertukarkan. Dalam ajaran Islam, Allah ditegaskan sebagai Al Khaliq, Dzat Yang Menciptakan segala sesuatu tanpa bergantung pada apapun. Sementara alam semesta adalah makhluk, sesuatu yang diciptakan, memiliki awal dan akan memiliki akhir. Allah berfirman dalam Al Qur’an bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Ini menunjukkan perbedaan mutlak antara Pencipta dan ciptaan. Jika semesta adalah Tuhan, maka ia harus Maha Kuasa, tidak berubah, tidak rusak, dan tidak tunduk pada hukum apapun. Namun faktanya, alam semesta tunduk pada hukum sebab akibat, bergerak dalam keteraturan, mengalami perubahan, kehancuran, dan keterbatasan. Bintang bisa mati, planet bisa hancur, manusia bisa sakit dan meninggal. Sesuatu yang berubah dan terbatas tidak mungkin menjadi Tuhan. Sebagian orang menggunakan istilah semesta sebagai bahasa simbolik untuk menyebut kehendak Tuhan. Mereka mengatakan semesta mengatur, semesta memberi, semesta menjawab doa. Selama ini dipahami sebagai kiasan, itu tidak bermasalah. Namun ketika keyakinan bergeser dan menganggap semesta memiliki kuasa independen tanpa Tuhan, di situlah terjadi penyimpangan. Karena kuasa tetap milik Allah, bukan milik ciptaan. Dalam tradisi tasawuf, para arif menyebut alam sebagai tajalli, yaitu manifestasi tanda tanda kebesaran Allah. Alam adalah cermin yang memantulkan Asma dan Sifat Nya. Tetapi cermin bukanlah wajah yang dipantulkan. Pantulan bukanlah sumbernya. Maka mencintai alam, merenungi semesta, memahami hukum energi dan vibrasi, semua itu boleh saja selama tidak menggeser pusat ketuhanan dari Allah kepada ciptaan. Al-Qur'an menegaskan dalam banyak ayat bahwa Allah tidak serupa dengan apapun. Laisa kamitslihi syai. Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Dia. Jika semesta bisa dilihat, diukur, diteliti, maka ia termasuk sesuatu. Sedangkan Allah berada di luar kategori sesuatu yang bisa dibatasi oleh akal dan indera. Secara spiritual, memahami bahwa semesta bukan Tuhan justru membebaskan jiwa. Kita tidak lagi menggantungkan harapan pada energi tak bernama, tetapi bersandar kepada Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur energi itu sendiri. Kita tidak menyembah hukum alam, tetapi tunduk kepada Pemilik hukum alam. Semesta hanyalah ayat ayat kauniyah, tanda tanda yang menunjukkan keberadaan dan kebesaran Allah. Ia seperti jejak kaki di pasir yang menandakan ada yang berjalan. Kita tidak menyembah jejaknya, tetapi memahami bahwa ada Pemilik jejak tersebut. Maka ketika seseorang berkata semesta bukan Tuhan, itu bukan kalimat penolakan terhadap spiritualitas. Justru itu penjagaan kemurnian tauhid. Mengakui keindahan semesta sebagai ciptaan, namun tetap menegaskan bahwa hanya Allah satu satunya yang layak disembah, ditaati, dan dijadikan tempat bergantung. #allah #semesta #universe #spirituality #tasawuf

A S S Y A
A S S Y A
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 04 March 2026 00:53:25 GMT
3564
190
12
12

Music

Download

Comments

johntoruan
John Toruan 17 :
ah.. aku jadi rindu
2026-03-06 22:28:42
0
imamsyafii6581
!Mm Syafi'i :
💚💚💚
2026-03-04 01:47:36
1
tetik_ahmad
Tetikahmad111🖤🤍 :
🥰🥰🥰
2026-03-04 02:42:38
0
jovan.212
Jova :
.......
2026-03-04 05:54:51
0
kavicrp
kavicrp :
😳
2026-04-04 16:19:40
0
bollbhl
bollbhl :
♥️♥️🥰🥰🙏
2026-03-08 22:00:36
0
diammenghilang999
🦋PENGAGUM RAHASIAMU🦋 :
Ada suatu ilmu dimana sampai sekarang ilmu itu masih terjaga kemurniannya sebagai bekal , awal dan akhir bagaimana seseorang dapat menyadari sang keberadaan untuk mengenal siapa Tuhan dan semesta pada nur/cahaya yang meliputi jagad raya , dan orang menyebut-Nya sebagai zdat Tuhan (nur Muhammad) Dari sini kita dapat menyadari bahwa pada hakikat-Nya semua sudah berada di-dalam Tuhan bahkan semesta itu sendiri yaitu sang maha hidup. dari sini kita juga dapat menyadari bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan dunia / semesta tapi dunia dan semesta inilah perwujudan pada kenyataanya yaitu hidup(Urip) terus menurut adhiik sendiri dari mana datang-Nya energi kesadaran itu apakah kesadaran itu mencipta semesta atau semesta yang mencipta kesadaran. dan saya lebih seneng jika ada sudut pandang yang berbeda.🥰🙏
2026-03-04 02:25:10
2
anwar.syifa.syafi
PECUT Kalimosodo :
jika sudah paham apa itu wujud hakiki dan wujud majazi apa itu dzat apa itu sifat adanya dzat nampak pada nyatanya sifat YANG TAK BERPISAH ⚠️waspada cara berpandangan jika masih hu huwa anta menandakan masih terasa pisah belumlah satu ana itulah SYIRIK
2026-03-06 00:53:35
1
waty.boru.gabe
RATU ATTUK :
beda tuhan...beda alam semesta..tuhan yg pencipta .alam semesta ..isi yg diciptakan..dan bumi lingkaran atau wadah,.yg diciptakan.
2026-03-04 01:29:20
1
maskrembonghokya
maskrembonghokya :
tangan kanannya... mungkin. Tuhan tak bisa disamakan dgn apapun itu.
2026-03-06 03:48:06
0
budinity1
Budinity :
semuaciptaan adlh mahluk smua akn lenyap yg abadi Alm musyahadh🙏
2026-03-04 08:26:33
0
To see more videos from user @assyabiya_el, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About