@nguyenhuy_1701: Chuẩn bị thi c3 ae xem vui

Trại Gà 71 Bến Tre
Trại Gà 71 Bến Tre
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 04 March 2026 02:12:04 GMT
634
58
4
3

Music

Download

Comments

minhbentre..71
Minh Nguyễn 🏝🏝 :
gà nhìn đẹp quá
2026-03-04 03:16:43
0
ntnn908
Bi :
🥰🥰🥰
2026-03-04 03:20:15
1
To see more videos from user @nguyenhuy_1701, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“ Wahai Jiwa yang tenang kembalilah pada  Tuhanmu “ ( Qs 89 : 27-28 ), yang sedang saat kejadian “ Aku tiupkan Ruh kepada nya, lalu mereka tertelungkup seraya sujud kepadanya “ ( Qs 38 : 72 ) , yang sujud itu para malaikat karena melihat Allah pada diri sejati manusia. Ruh - Nya itu tidak berada didalam tubuh  tapi “ Allah meliputinya segala sesuatu “ ( Qs 4 : 126 ) yang berarti manusia hidup dalam Allah yang maha tinggi dan luas kekuasaanNua. Ruh yang ditiupkan / dihembuskan itu Ruh murni atau disebut juga Ruh kudus dgn wujud kosong tanpa setitikpun ( Qs 19 : 9 ) dan ia berada disekitaran tubuh tapi meliputi tubuh manusia. Ruh yang akan masuk ke dalam tubuh bila tidak dilindungi maka tubuh akan hancur “ Setelah terang sebagian kecil Nur Tuhannya di bukit itu, bukit itupun pecah “ ( Qs 7 : 143 ), maka ruh itu terselimuti cahaya dari para malaikat - Nya “ Sesungguhnya setiap Jiwa itu ada penjaganya ( malaikat ) sebagaimana firmannya  di Qs 87 : 4 ,  dan pakai  baju Nafs . Bila melihat wujud dari jiwa yang terlihat disekeliling wujudnya berupa cahaya dari para malaikat penjaga itu. Berdasarkan proses kejadiannya dari Jiwa itu , maka yang dipanggil Tuhan untuk kembali adalah Jiwa dengan melepaskan keakuannya / nafs nya dan cahaya - cahaya yang melindunginya agar kembali ke asalnya yaitu Ruh murni dan menjadi menjadi wujud kosong lalu kembali ke Allah  wujud kosong “ kosong tapi isi , isi tapi kosong - cahaya berdamping cahaya , atau cahaya diatas cahaya ( Qs 24 : 35 ) Inna lilahi wa inna ilaihi rojiun ‘ ( Qs 2 : 156 ). Itulah tugas Jiwa ketika hidup di dunia belajar mati sebelum mati untuk melepaskan segala kemelekatannya untuk itu “ Bunuhlah dirimu itu lebih baik pada sisi Tuhan ( Qs 2 : 54 ). Sedangkan Ruh tidak dipanggil Tuhan karena ia tidak ada jarak & tidak ada mana dengan Tuhan yang ahad, dan karena itu Ruh-Nya memberikan salawat pada Jiwa agar selalu berada pada jalan yang lurus. Kemanapun Jiwa pergi Ruh selalu kawal sang Jiwa tanpa melangkah tanpa gerak karena Ruh dan Jiwa itu satu diri / satu Aku, Engkau itu Aku dan Aku ini Engkau. Apa Jiwa bisa langsung menghadap Allah? Tidak bisa , bisa terbakar harus melalui Ruh Kudus atau nama lain yaitu Muhammad yang sering diucapkan dalam dua kalimat syahadat itu Muhammad diri yang membacanya, untuk itu kenalilah…. bukan hanya diucap berulang-ulang tapi tidak kenal….kan aneh.
“ Wahai Jiwa yang tenang kembalilah pada Tuhanmu “ ( Qs 89 : 27-28 ), yang sedang saat kejadian “ Aku tiupkan Ruh kepada nya, lalu mereka tertelungkup seraya sujud kepadanya “ ( Qs 38 : 72 ) , yang sujud itu para malaikat karena melihat Allah pada diri sejati manusia. Ruh - Nya itu tidak berada didalam tubuh tapi “ Allah meliputinya segala sesuatu “ ( Qs 4 : 126 ) yang berarti manusia hidup dalam Allah yang maha tinggi dan luas kekuasaanNua. Ruh yang ditiupkan / dihembuskan itu Ruh murni atau disebut juga Ruh kudus dgn wujud kosong tanpa setitikpun ( Qs 19 : 9 ) dan ia berada disekitaran tubuh tapi meliputi tubuh manusia. Ruh yang akan masuk ke dalam tubuh bila tidak dilindungi maka tubuh akan hancur “ Setelah terang sebagian kecil Nur Tuhannya di bukit itu, bukit itupun pecah “ ( Qs 7 : 143 ), maka ruh itu terselimuti cahaya dari para malaikat - Nya “ Sesungguhnya setiap Jiwa itu ada penjaganya ( malaikat ) sebagaimana firmannya di Qs 87 : 4 , dan pakai baju Nafs . Bila melihat wujud dari jiwa yang terlihat disekeliling wujudnya berupa cahaya dari para malaikat penjaga itu. Berdasarkan proses kejadiannya dari Jiwa itu , maka yang dipanggil Tuhan untuk kembali adalah Jiwa dengan melepaskan keakuannya / nafs nya dan cahaya - cahaya yang melindunginya agar kembali ke asalnya yaitu Ruh murni dan menjadi menjadi wujud kosong lalu kembali ke Allah wujud kosong “ kosong tapi isi , isi tapi kosong - cahaya berdamping cahaya , atau cahaya diatas cahaya ( Qs 24 : 35 ) Inna lilahi wa inna ilaihi rojiun ‘ ( Qs 2 : 156 ). Itulah tugas Jiwa ketika hidup di dunia belajar mati sebelum mati untuk melepaskan segala kemelekatannya untuk itu “ Bunuhlah dirimu itu lebih baik pada sisi Tuhan ( Qs 2 : 54 ). Sedangkan Ruh tidak dipanggil Tuhan karena ia tidak ada jarak & tidak ada mana dengan Tuhan yang ahad, dan karena itu Ruh-Nya memberikan salawat pada Jiwa agar selalu berada pada jalan yang lurus. Kemanapun Jiwa pergi Ruh selalu kawal sang Jiwa tanpa melangkah tanpa gerak karena Ruh dan Jiwa itu satu diri / satu Aku, Engkau itu Aku dan Aku ini Engkau. Apa Jiwa bisa langsung menghadap Allah? Tidak bisa , bisa terbakar harus melalui Ruh Kudus atau nama lain yaitu Muhammad yang sering diucapkan dalam dua kalimat syahadat itu Muhammad diri yang membacanya, untuk itu kenalilah…. bukan hanya diucap berulang-ulang tapi tidak kenal….kan aneh.

About