@ayagassi: my shaylaaa🥺— #ouruniverse #baeinhyuk #parkyuho #kdrama #kdramaedit

ayey
ayey
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 05 March 2026 03:05:54 GMT
2859684
486154
684
24055

Music

Download

Comments

ateurheartt
𐙚 :
this kdrama fumbled so bad im literally just watching for woojoo and taehyung at this point
2026-03-05 09:10:33
4509
scorpio_1811_
𝓣𝓪𝓴𝓾𝓴𝓪𝓶𝓮 🦂☸️ :
2026-03-06 06:40:56
8885
ziggy_kobani
Ziggy✨⁷ :
The episodes feel shorter because I faast forward every scene with the second lead😒
2026-03-05 09:15:47
626
kley8898
Kley 🦭 :
My Shayla
2026-03-08 06:12:53
160
havensayshi
Haven :
It's okay guys. After today's episode, all is forgiven
2026-03-05 20:30:43
739
dfwsharry
𝒮𝒶𝓈𝓈𝓎 𝒮𝒽𝒶𝓇𝓁💍💞♌️ :
Baby woo joo 😩🥰
2026-04-26 07:46:47
0
laflaca20095
☆ :
mi shayla🥺
2026-04-29 02:22:51
37
_chibiiey
el :
samchon deserve better, ga perlu sama imo
2026-03-05 10:20:04
172
uscercer
people's :
samchon nya sesayang itu Lo SM aegi
2026-03-05 08:59:51
67
nabiya2716
abclimadasar :
mending seisi drama mereka berdua aja deh, bakalan lebih seru gue rasa
2026-03-05 10:18:16
407
lolopezzee78
Meonenomore66 :
Drakor pertama yg sering guw skip2 wkwkkwk
2026-03-05 07:00:26
70
ayii_20
ayiira :
GA USAH ADA SI IMO IMO ITULAH UDAH WOOJO SAMA SAMCHON AJA
2026-03-05 23:17:38
303
autumn_blue05
🍐🍏🍀 :
sakit ati banget samchon ga dikasih tau acara pentasnya woojoo😭
2026-03-05 09:53:33
5927
ejehnyawoojin
nezen :
gue ngerasa gue lebih deserve jdi imonya woojo dripada sih imo imo mabuk second lead itu
2026-03-05 06:59:12
5258
user068929904
😾 :
2026-03-09 06:17:17
68
r2694154
رنآ"/RANA" :
اعع كيوتت💘
2026-04-12 09:35:07
18
hannah_lovescookies4
Hannah_artz★ :
he looks like him🥺❤
2026-04-22 08:50:24
31
ohnicholee
ohnichole :
when he said "I can no longer live without WooJoo"
2026-05-04 15:46:51
9
To see more videos from user @ayagassi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sekarang banyak orang Kristen aktif melayani di gereja. Kita mungkin menjadi pemimpin pujian, pengkhotbah, pengajar sekolah minggu, atau bahkan melakukan misi ke berbagai tempat. Kita berbicara dengan lembut, penuh kasih, dan sabar kepada jemaat atau orang-orang yang kita layani. Namun, pernahkah kita merenung, apakah sikap kita di gereja selaras dengan sikap kita di rumah? Apakah kita melayani dengan penuh kasih di gereja, tetapi di rumah kita kasar, pemarah, atau tidak sabar terhadap pasangan dan anak-anak? Rasul Paulus dalam Efesus 4:29 mengingatkan kita untuk tidak mengeluarkan perkataan kotor, melainkan perkataan yang membangun dan membawa kasih karunia. Banyak dari kita terjebak dalam kemunafikan rohani. Kita mampu menampilkan citra yang saleh dan penuh kasih di hadapan jemaat, tetapi di balik pintu rumah, kita menjadi pribadi yang berbeda. Kita mungkin fasih berbicara tentang kasih Tuhan di gereja, tetapi di rumah kita menyakiti hati orang-orang terdekat dengan kata-kata kasar, kritik yang menghancurkan, atau sikap dingin. Kita lupa bahwa pelayanan yang sejati dimulai dari rumah. Ketika kita melayani di gereja, tetapi kasar di rumah, maka pelayanan kita menjadi topeng yang menutupi hati yang keras. Kita mencemarkan nama Tuhan dan menjadi batu sandungan bagi keluarga kita sendiri. Renungan ini memanggil kita untuk menyelaraskan pelayanan kita dengan hidup kita, terutama di lingkungan terdekat kita: keluarga. Tuhan tidak butuh pelayanan yang hebat dari hati yang tidak mengasihi. Dia merindukan hati yang penuh kasih, yang melayani dengan motivasi yang murni, dan yang melihat setiap orang yang dilayani sebagai pribadi yang berharga di mata-Nya, dimulai dari keluarga kita sendiri. Mari kita berhenti berpura-pura. Biarkan setiap pelayanan yang kita lakukan lahir dari hati yang penuh kasih kepada Tuhan dan sesama. Biarkan Roh Kudus mengubah hati kita, sehingga perkataan dan sikap kita di rumah pun mencerminkan kasih Kristus. Hanya dengan hati yang diubahkan, pelayanan kita akan menjadi berkenan di hadapan Tuhan dan membawa berkat bagi keluarga kita.
Sekarang banyak orang Kristen aktif melayani di gereja. Kita mungkin menjadi pemimpin pujian, pengkhotbah, pengajar sekolah minggu, atau bahkan melakukan misi ke berbagai tempat. Kita berbicara dengan lembut, penuh kasih, dan sabar kepada jemaat atau orang-orang yang kita layani. Namun, pernahkah kita merenung, apakah sikap kita di gereja selaras dengan sikap kita di rumah? Apakah kita melayani dengan penuh kasih di gereja, tetapi di rumah kita kasar, pemarah, atau tidak sabar terhadap pasangan dan anak-anak? Rasul Paulus dalam Efesus 4:29 mengingatkan kita untuk tidak mengeluarkan perkataan kotor, melainkan perkataan yang membangun dan membawa kasih karunia. Banyak dari kita terjebak dalam kemunafikan rohani. Kita mampu menampilkan citra yang saleh dan penuh kasih di hadapan jemaat, tetapi di balik pintu rumah, kita menjadi pribadi yang berbeda. Kita mungkin fasih berbicara tentang kasih Tuhan di gereja, tetapi di rumah kita menyakiti hati orang-orang terdekat dengan kata-kata kasar, kritik yang menghancurkan, atau sikap dingin. Kita lupa bahwa pelayanan yang sejati dimulai dari rumah. Ketika kita melayani di gereja, tetapi kasar di rumah, maka pelayanan kita menjadi topeng yang menutupi hati yang keras. Kita mencemarkan nama Tuhan dan menjadi batu sandungan bagi keluarga kita sendiri. Renungan ini memanggil kita untuk menyelaraskan pelayanan kita dengan hidup kita, terutama di lingkungan terdekat kita: keluarga. Tuhan tidak butuh pelayanan yang hebat dari hati yang tidak mengasihi. Dia merindukan hati yang penuh kasih, yang melayani dengan motivasi yang murni, dan yang melihat setiap orang yang dilayani sebagai pribadi yang berharga di mata-Nya, dimulai dari keluarga kita sendiri. Mari kita berhenti berpura-pura. Biarkan setiap pelayanan yang kita lakukan lahir dari hati yang penuh kasih kepada Tuhan dan sesama. Biarkan Roh Kudus mengubah hati kita, sehingga perkataan dan sikap kita di rumah pun mencerminkan kasih Kristus. Hanya dengan hati yang diubahkan, pelayanan kita akan menjadi berkenan di hadapan Tuhan dan membawa berkat bagi keluarga kita.

About