@ar21_il: #يارب_فوضت_امري_اليك #ياأبوفاضل🥺❤ #💔💔💔

فـנاء// لاابو الفضل
فـנاء// لاابو الفضل
Open In TikTok:
Region: IQ
Thursday 05 March 2026 08:34:01 GMT
43470
4404
141
196

Music

Download

Comments

sara06323
SARA꧁🌺꧂ :
دخيل اسمك ابو فاضل العباس اقسم عليك با زينب الحوراء طلع حوبتي بي وتخلي مايعرف ليله من نهاره وتكسر بعز ناس عنده💔💔💔
2026-03-05 08:38:00
7
user69090097619130
مصطفى عودة :
😭😭😭😭ريد.طلب
2026-03-06 09:39:39
2
sa___ffnn
𝒔𝒂𝒚𝒇 :
دخيلك يابو فاضل العباس
2026-03-06 16:27:25
2
user4225461682686
سالم الغزالي :
ياابو فاضل
2026-03-06 15:40:06
1
zxcvty678
زهراء ❤️ :
دخيلك ياابو فاضل
2026-03-06 08:19:03
1
hussein1758
حسام الطبطبائي :
دخيلك يا ابو فاضل
2026-03-06 19:26:04
1
w1990d
أألـــهـيبـــــــه👑👑 :
ياابا الفضل🤲
2026-03-06 18:18:18
1
ss_a95a0
الأستاذسجادعباس :
يااباالفضل العباس 💔
2026-03-06 22:20:57
1
user2608270496132
علي البديري :
بشاربك يا ابو فاضل العباس ما تفشليني 🤲🤲🤲
2026-03-06 16:21:37
1
user3794370572328
قائد الدليمي :
لبيك ياعباس
2026-03-06 19:30:34
1
user6171134914786
العسكري العسكري :
ياعباس ياعباس ياعباس ياعباس
2026-03-06 16:48:06
1
lras5625
-﮼شَمسَۿـہ |🍭🧡₎ :
يا عباس
2026-03-05 20:37:41
2
h_se_n2009
حسوني السيد :
لبيك يا عباس
2026-03-06 17:26:12
1
user4451652413067
احمد قاسم :
السلام عليك يا سيدي ومولاي يا أبا عبد الله الحسين عليه السلام اقضيلي حاجتي ❤️❤️❤
2026-03-06 19:38:38
1
alikei93
عـــلي✓ :
السلام عليك يا أبا الفضل العباس
2026-03-06 21:06:54
1
yosefal1235
يوسف 🇵🇹🫀🌹 :
ياعباس
2026-03-06 18:17:46
1
abdoalhaneen8
Abdo :
ياعباس
2026-03-06 19:18:06
1
user4080299303629
t_ab18 :
ياعباس
2026-03-10 10:52:17
1
hzj465
العرندس :
لبيك ياعباس لبيك يا عباس لبيك يا عباس
2026-03-06 11:01:05
1
hhooh96
عبوسي بايكر*؛ :
دخيلك ياابو فاضل
2026-03-06 06:49:13
1
user2811283857204
كبرياء امراه :
ياعباس
2026-03-06 00:01:33
1
user93465754524862
حسوني بيدري 🇪🇸❤️‍🩹 :
يا عباس 😭😭🤲😭😭
2026-03-05 21:38:57
1
asfgincihhvfugverijbbvcj
:نـᬽـ꙰❤𝄠ۛـبض :
دخيلك ياابو فاضل فرح كلبي 😭🤲🤲
2026-03-07 02:04:06
1
g.mvk
اسويف :
السلام عليك يا ابا الفضل العباس
2026-03-05 18:45:47
1
8y_z1
M.k :
يا أبا الفضل 🤲
2026-03-05 21:49:39
1
To see more videos from user @ar21_il, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keheningan kembali menyelimuti ruangan. Retakan putih itu... Tidak membesar. Namun juga tidak menghilang. Retakan tersebut hanya melayang di langit utara. Seolah-olah sedang mengamati Cardinal World. 《Master.》 Suara Ciel memecah keheningan. 《Retakan hitam dan retakan putih memiliki struktur yang berbeda.》 {Berbeda?} 《Ya.》 《Retakan hitam terbentuk akibat perpindahan antardunia.》 《Sedangkan retakan putih...》 《Dibuka secara sengaja.》 Rimuru terdiam. {Berarti...} 《Ada seseorang...》 《Yang dengan sengaja membuka jalur menuju dunia ini.》 Guy menyilangkan kedua tangannya. {Kalau begitu...} {Yang satu adalah tamu.} Tatapannya beralih kepada Mirror Rimuru. {Dan yang satunya lagi...} {Adalah pihak yang mengejar tamu itu.} Mirror Rimuru tidak membantah. Milim menggenggam lengan Rimuru dengan erat. {Aku tidak suka aura itu...} {Rasanya menjijikkan.} Ramiris ikut mengangguk. {Roh-roh di Labirin mulai gelisah...} Diablo membuka sedikit matanya. {Rimuru-sama.} {Izinkan saya menghancurkan retakan itu.} Namun, sebelum Rimuru sempat menjawab, Mirror Rimuru langsung bersuara. {Jangan.} Semua orang menoleh kepadanya. {Kalau retakan itu dipaksa ditutup...} {Mereka akan langsung mengetahui koordinat pasti dunia ini.} Guy menyeringai tipis. {Kedengarannya...} {Kau pernah mengalami hal seperti ini.} Mirror Rimuru hanya tersenyum pahit. {Ya...} {Dan aku tidak ingin kalian mengulang kesalahan yang sama.} Keheningan kembali turun. Beberapa saat kemudian, Rimuru akhirnya angkat bicara. {Masuklah.} Diablo langsung menoleh. {Rimuru-sama?} Rimuru tetap menatap Mirror Rimuru. {Kalau dia memang ingin menghancurkan Tempest...} {Dia tidak akan datang sendirian.} Mirror Rimuru hanya mengangguk pelan. --- Beberapa menit kemudian... Semua telah kembali ke ruang konferensi. Shuna menyajikan secangkir teh hangat kepada tamu mereka. Mirror Rimuru memandangi cangkir itu. Lama. Sangat lama. Lalu... Ia mengangkatnya perlahan dan menyesapnya. Matanya perlahan terpejam. {Rasanya...} {Masih sama.} Shuna memiringkan kepala. {Maaf?} Mirror Rimuru membuka matanya dan tersenyum tipis. {Tidak apa-apa...} {Hanya saja...} {Sudah sangat lama sejak terakhir kali aku meminum teh buatanmu.} Entah mengapa... Kalimat sederhana itu membuat suasana ruangan terasa begitu sesak. Tak seorang pun mampu mengucapkan sepatah kata. Guy akhirnya memecah keheningan. {Perkenalkan dirimu.} Mirror Rimuru meletakkan cangkirnya dengan tenang. {Aku memang Rimuru Tempest.} {Tetapi...} {Bukan Rimuru dari dunia ini.} {Aku berasal dari salah satu kemungkinan...} {Yang telah berakhir.} Ruangan kembali sunyi. Tak ada seorang pun yang menyela. Mirror Rimuru melanjutkan. {Aku datang...} {Bukan untuk meminta bantuan.} {Bukan pula untuk mencari perlindungan.} Tatapannya beralih kepada Rimuru. {Aku hanya ingin memastikan...} {Apakah dunia ini...} {Masih memiliki harapan.} Di dalam pikirannya, Rimuru berbicara kepada Ciel. {Ciel... bagaimana menurutmu?} 《Saya belum dapat memastikan seluruh ucapannya.》 《Namun...》 《Information Core miliknya tidak menunjukkan adanya kebohongan.》 Rimuru menarik napas panjang. Untuk pertama kalinya... Ia mempercayai sosok yang berdiri di hadapannya. Bukan sebagai musuh. Setidaknya... Bukan musuh yang datang dengan niat menyerang. Namun... Jika memang begitu... Siapa sebenarnya yang sedang mengejar Mirror Rimuru? Pertanyaan itu terus berputar di benak semua orang. Dan di luar... Retakan putih yang sejak tadi membisu... Perlahan... Mulai membesar. #tempest #rimuru #sevenmonarch #tensuranikkitenseishitaraslimedattaken #tensura
Keheningan kembali menyelimuti ruangan. Retakan putih itu... Tidak membesar. Namun juga tidak menghilang. Retakan tersebut hanya melayang di langit utara. Seolah-olah sedang mengamati Cardinal World. 《Master.》 Suara Ciel memecah keheningan. 《Retakan hitam dan retakan putih memiliki struktur yang berbeda.》 {Berbeda?} 《Ya.》 《Retakan hitam terbentuk akibat perpindahan antardunia.》 《Sedangkan retakan putih...》 《Dibuka secara sengaja.》 Rimuru terdiam. {Berarti...} 《Ada seseorang...》 《Yang dengan sengaja membuka jalur menuju dunia ini.》 Guy menyilangkan kedua tangannya. {Kalau begitu...} {Yang satu adalah tamu.} Tatapannya beralih kepada Mirror Rimuru. {Dan yang satunya lagi...} {Adalah pihak yang mengejar tamu itu.} Mirror Rimuru tidak membantah. Milim menggenggam lengan Rimuru dengan erat. {Aku tidak suka aura itu...} {Rasanya menjijikkan.} Ramiris ikut mengangguk. {Roh-roh di Labirin mulai gelisah...} Diablo membuka sedikit matanya. {Rimuru-sama.} {Izinkan saya menghancurkan retakan itu.} Namun, sebelum Rimuru sempat menjawab, Mirror Rimuru langsung bersuara. {Jangan.} Semua orang menoleh kepadanya. {Kalau retakan itu dipaksa ditutup...} {Mereka akan langsung mengetahui koordinat pasti dunia ini.} Guy menyeringai tipis. {Kedengarannya...} {Kau pernah mengalami hal seperti ini.} Mirror Rimuru hanya tersenyum pahit. {Ya...} {Dan aku tidak ingin kalian mengulang kesalahan yang sama.} Keheningan kembali turun. Beberapa saat kemudian, Rimuru akhirnya angkat bicara. {Masuklah.} Diablo langsung menoleh. {Rimuru-sama?} Rimuru tetap menatap Mirror Rimuru. {Kalau dia memang ingin menghancurkan Tempest...} {Dia tidak akan datang sendirian.} Mirror Rimuru hanya mengangguk pelan. --- Beberapa menit kemudian... Semua telah kembali ke ruang konferensi. Shuna menyajikan secangkir teh hangat kepada tamu mereka. Mirror Rimuru memandangi cangkir itu. Lama. Sangat lama. Lalu... Ia mengangkatnya perlahan dan menyesapnya. Matanya perlahan terpejam. {Rasanya...} {Masih sama.} Shuna memiringkan kepala. {Maaf?} Mirror Rimuru membuka matanya dan tersenyum tipis. {Tidak apa-apa...} {Hanya saja...} {Sudah sangat lama sejak terakhir kali aku meminum teh buatanmu.} Entah mengapa... Kalimat sederhana itu membuat suasana ruangan terasa begitu sesak. Tak seorang pun mampu mengucapkan sepatah kata. Guy akhirnya memecah keheningan. {Perkenalkan dirimu.} Mirror Rimuru meletakkan cangkirnya dengan tenang. {Aku memang Rimuru Tempest.} {Tetapi...} {Bukan Rimuru dari dunia ini.} {Aku berasal dari salah satu kemungkinan...} {Yang telah berakhir.} Ruangan kembali sunyi. Tak ada seorang pun yang menyela. Mirror Rimuru melanjutkan. {Aku datang...} {Bukan untuk meminta bantuan.} {Bukan pula untuk mencari perlindungan.} Tatapannya beralih kepada Rimuru. {Aku hanya ingin memastikan...} {Apakah dunia ini...} {Masih memiliki harapan.} Di dalam pikirannya, Rimuru berbicara kepada Ciel. {Ciel... bagaimana menurutmu?} 《Saya belum dapat memastikan seluruh ucapannya.》 《Namun...》 《Information Core miliknya tidak menunjukkan adanya kebohongan.》 Rimuru menarik napas panjang. Untuk pertama kalinya... Ia mempercayai sosok yang berdiri di hadapannya. Bukan sebagai musuh. Setidaknya... Bukan musuh yang datang dengan niat menyerang. Namun... Jika memang begitu... Siapa sebenarnya yang sedang mengejar Mirror Rimuru? Pertanyaan itu terus berputar di benak semua orang. Dan di luar... Retakan putih yang sejak tadi membisu... Perlahan... Mulai membesar. #tempest #rimuru #sevenmonarch #tensuranikkitenseishitaraslimedattaken #tensura

About