@juniorg5491: 3.2 Gallon Rechargeable Backpack Sprayer #backpacksprayer #sprayer #gardensprayer #cordlesssprayer

JuniorG
JuniorG
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 07 March 2026 13:11:47 GMT
2867
15
3
2

Music

Download

Comments

lisag566
Lisa G :
This is going to make it so much easier for me this year.
2026-03-07 14:26:04
1
eddie.and.lynlie
Eddie and Lynlie GJ/WB :
Love the fact you don't have to pump it.
2026-03-09 12:10:06
0
mr_cybernetic
cybernetic :
hello sir I need your help 😢
2026-03-07 15:43:24
0
To see more videos from user @juniorg5491, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Kamu menjauh dari Juhoon. Sejauh yang kamu bisa. Kamu benar-benar menepati janjimu pada Sean—dan pada dirimu sendiri untuk mengambil langkah mundur. Tidak ada lagi seruan manja untuk Juhoon yang menggema di koridor, tidak ada lagi langkah riang yang sengaja mencegat sang Ketua OSIS di depan ruang guru. Namun, hatimu sudah terlanjur jatuh, melupakan tidak pernah semudah membalikkan telapak tangan.  Kadang, di antara hiruk-pikuk kantin atau di tengah ramainya koridor saat bel pulang berbunyi, matamu masih sering berkhianat. Kamu tetap curi-curi pandang dari kejauhan. ​Sakit rasanya saat melihat Juhoon kini sering berjalan berdampingan dengan Aletta. Mereka terlihat begitu serasi; yang satu tampan dan berwibawa, yang satu cantik dan anggun. Kamu masih mengira mereka saling jatuh cinta, tanpa tahu bahwa Juhoon justru sedang dilema dan rasa bersalah yang amat dalam setiap kali matanya tidak sengaja menangkap sosokmu yang kini selalu membuang muka. ​Hingga malam itu, saat kamu sedang merapikan lemari kamar, jemarimu menyentuh sepotong kain tebal yang sangat familier. ​Almamater OSIS milik Juhoon. ​Kamu tertegun, memeluk jas navy tersebut yang ternyata masih menyisakan aroma khas parfum maskulin Juhoon yang menenangkan. Kamu baru ingat kalau almamater ini belum sempat kamu kembalikan sejak ia meminjamkannya padamu saat rok mu akan di gunting guru. ​Kamu menarik napas dalam-dalam. Menyimpan benda ini terlalu lama hanya akan membuatmu terus-menerus gagal move on. Kamu harus mengembalikannya.  ♡♡♡ ​Keesokan paginya di sekolah, kamu membawa almamater yang sudah dicuci bersih dan disetrika rapi itu di dalam sebuah paper bag. Kamu sempat bimbang, berulang kali menatap pintu ruang OSIS dengan ragu. Kamu terlalu takut untuk berhadapan langsung dengan Juhoon. Kamu takut pertahananmu runtuh saat melihat wajahnya, atau lebih buruk lagi, kamu takut melihat sorot matanya yang mengusir. ​Saat kamu sedang berjalan bimbang di dekat mading sekolah, sosok yang kamu cari—Aletta, terlihat sedang berjalan sendirian membawa tumpukan dokumen formulir. ​Seketika sebuah ide terlintas di kepalamu. Mengembalikannya lewat Aletta terasa jauh lebih aman. Lagipula, di matamu, Aletta adalah orang terdekat Juhoon saat ini. ​Kamu memantapkan hati, mempercepat langkah, lalu mencegat langkah gadis cantik itu. ​
#pov : Kamu menjauh dari Juhoon. Sejauh yang kamu bisa. Kamu benar-benar menepati janjimu pada Sean—dan pada dirimu sendiri untuk mengambil langkah mundur. Tidak ada lagi seruan manja untuk Juhoon yang menggema di koridor, tidak ada lagi langkah riang yang sengaja mencegat sang Ketua OSIS di depan ruang guru. Namun, hatimu sudah terlanjur jatuh, melupakan tidak pernah semudah membalikkan telapak tangan. Kadang, di antara hiruk-pikuk kantin atau di tengah ramainya koridor saat bel pulang berbunyi, matamu masih sering berkhianat. Kamu tetap curi-curi pandang dari kejauhan. ​Sakit rasanya saat melihat Juhoon kini sering berjalan berdampingan dengan Aletta. Mereka terlihat begitu serasi; yang satu tampan dan berwibawa, yang satu cantik dan anggun. Kamu masih mengira mereka saling jatuh cinta, tanpa tahu bahwa Juhoon justru sedang dilema dan rasa bersalah yang amat dalam setiap kali matanya tidak sengaja menangkap sosokmu yang kini selalu membuang muka. ​Hingga malam itu, saat kamu sedang merapikan lemari kamar, jemarimu menyentuh sepotong kain tebal yang sangat familier. ​Almamater OSIS milik Juhoon. ​Kamu tertegun, memeluk jas navy tersebut yang ternyata masih menyisakan aroma khas parfum maskulin Juhoon yang menenangkan. Kamu baru ingat kalau almamater ini belum sempat kamu kembalikan sejak ia meminjamkannya padamu saat rok mu akan di gunting guru. ​Kamu menarik napas dalam-dalam. Menyimpan benda ini terlalu lama hanya akan membuatmu terus-menerus gagal move on. Kamu harus mengembalikannya. ♡♡♡ ​Keesokan paginya di sekolah, kamu membawa almamater yang sudah dicuci bersih dan disetrika rapi itu di dalam sebuah paper bag. Kamu sempat bimbang, berulang kali menatap pintu ruang OSIS dengan ragu. Kamu terlalu takut untuk berhadapan langsung dengan Juhoon. Kamu takut pertahananmu runtuh saat melihat wajahnya, atau lebih buruk lagi, kamu takut melihat sorot matanya yang mengusir. ​Saat kamu sedang berjalan bimbang di dekat mading sekolah, sosok yang kamu cari—Aletta, terlihat sedang berjalan sendirian membawa tumpukan dokumen formulir. ​Seketika sebuah ide terlintas di kepalamu. Mengembalikannya lewat Aletta terasa jauh lebih aman. Lagipula, di matamu, Aletta adalah orang terdekat Juhoon saat ini. ​Kamu memantapkan hati, mempercepat langkah, lalu mencegat langkah gadis cantik itu. ​"Aletta," panggilmu pelan. ​Aletta menghentikan langkahnya, menoleh, dan matanya langsung berbinar ramah begitu mengenali wajahmu. "Eh, kamu yang waktu itu di perpustakaan, kan? Hai!" sapanya dengan senyum manis tanpa beban yang sempat membuatmu minder tempo hari. ​Kamu memaksakan sebuah senyuman tipis, mencoba mengabaikan rasa canggung yang menjalar di tenggorokan. Kamu menyodorkan paper bag di tanganmu ke hadapan Aletta. ​"Gue... gue mau minta tolong, boleh?" ucapmu, suaranya diusahakan setenang mungkin. "Tolong balikin almamater ini ke Juhoon ya. Bilang sama dia, makasih karena udah dipinjemin waktu itu." ​Aletta menurunkan tumpukan dokumennya sedikit, menatap paper bag itu dengan kening berkerut penasaran, lalu beralih menatap wajahmu yang tampak sedikit pucat. ​"Almamater Juhoon?" beo Aletta polos. "Kenapa nggak kamu kasih langsung ke Juhoon aja? Dia ada di ruang OSIS, kok. Malah dari kemarin dia kayak lagi nyariin seseo—" ​"Enggak usah," potongmu cepat. "Tolong kasih ke dia aja, ya. Gue... gue ada urusan lain. Makasih ya, Aletta." ​Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, kamu langsung berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Aletta yang masih terpaku kebingungan di koridor. ♡♡♡ BRUK. ​Aletta sengaja meletakkan paper bag itu dengan sedikit hentakan di atas meja Juhoon, membuat sang Ketua OSIS tersentak dan mendongak dengan tatapan terganggu yang biasa ia tunjukkan. ​"Ini apa?" tanya Juhoon datar, melirik tas kertas tersebut. ​"Buka aja sendiri. Dari cewek yang kamu ceritain itu," sahut Aletta sambil bersedekap dada dan senyum penuh arti. ​(comsec+++) #JUHOON #fyp #xcyzba #alternativeuniverse

About