@rei1_10: Are there any fans of Yuki?😍🔥#yuki #jujutsukaisen #animeedits

REI.
REI.
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 07 March 2026 15:38:26 GMT
15403
229
14
41

Music

Download

Comments

elia_uchiha
rz_Elia :
kenjaku voice is like orochimaru
2026-03-16 20:30:53
3
dylkolisthegoat
cooldyl :
arix's edit bro nice try
2026-03-07 16:07:19
0
yoonchaepotato
danielaaa :
2026-03-08 02:27:24
0
aloshizx
￴ ￴ ￴ ￴ :
oroshimaru and ino talking
2026-03-27 06:04:41
1
ethan_bennn
ethan_bennn :
Meee she’s so fyne
2026-03-07 16:10:50
0
twinko16
NAME🇲🇽🇭🇳 :
Yuji got it up close
2026-03-08 02:48:31
0
wowza_wowza10
wowza_wowza10 :
2026-04-12 15:23:43
0
zangalewasz
zaine :
you can see the watermark bro
2026-03-07 19:50:12
0
ilan_adergail
𝑰𝒍𝒂𝒏 𝑨𝒃𝒆𝒓𝒈𝒆𝒍 :
me !! is fannn
2026-03-30 19:02:14
0
elli54964
☆ :
nice fighto boi
2026-03-28 15:06:46
0
jnst004
♤◇JADIEL◇♤ :
2026-03-07 16:50:20
2
To see more videos from user @rei1_10, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

⭐Socrates sering dianggap sebagai sosok yang kontroversial karena metode debatnya (Dialektika). Meskipun ia mencari kebenaran, banyak lawan bicaranya merasa
⭐Socrates sering dianggap sebagai sosok yang kontroversial karena metode debatnya (Dialektika). Meskipun ia mencari kebenaran, banyak lawan bicaranya merasa "difitnah" atau dijebak melalui kata-kata. Fenomena ini sering disebut sebagai Socratic Irony dan dampaknya terhadap opini publik di Athena saat itu. 1. Tuduhan Terhadap Socrates (Fitnah Resmi) Socrates tidak hanya berdebat di pasar (Agora), tetapi akhirnya diseret ke pengadilan dengan tuduhan formal yang sebenarnya merupakan bentuk "fitnah" atau stigma negatif dari musuh-musuhnya: Merusak Generasi Muda: Ia dituduh mengajari pemuda untuk mempertanyakan otoritas dan tradisi. Ketidaksetiaan pada Agama (Impiety): Ia dituduh tidak percaya pada dewa-dewa Athena dan memperkenalkan dewa baru (daimonion). Menjadikan Argumen Lemah Menjadi Kuat: Ini adalah tuduhan khas bagi kaum Sofis, di mana Socrates dianggap menggunakan "silat lidah" untuk memenangkan debat meskipun posisinya salah. 2. Mengapa Lawan Debat Merasa "Difitnah"? Socrates menggunakan teknik Elenchus, yaitu proses tanya-jawab yang bertujuan untuk meruntuhkan definisi lawan. Hal ini sering kali mempermalukan tokoh-tokoh besar di depan umum: Pura-pura Bodoh: Socrates memulai debat dengan memuji kecerdasan lawannya (misalnya, memuji seorang jenderal tentang arti "keberanian"). Namun, lewat pertanyaan beruntun, ia membuktikan bahwa lawan bicaranya sebenarnya tidak tahu apa-apa. Aporia (Kebuntuan): Hasil akhir dari debat Socrates biasanya bukan jawaban, melainkan kondisi di mana lawan bicaranya merasa bingung dan tampak bodoh. Rasa malu inilah yang kemudian memicu fitnah balik bahwa Socrates adalah orang yang berbahaya dan manipulatif. 3. Strategi Socrates Menghadapi Tuduhan Dalam naskah Apology karya Plato, Socrates menjelaskan bahwa "fitnah" yang ia terima adalah hasil dari tugasnya mencari orang yang lebih bijaksana darinya. "Aku pergi kepada orang-orang yang dianggap bijaksana... dan ketika aku memeriksa mereka, aku menemukan bahwa mereka merasa bijaksana padahal sebenarnya tidak." Socrates menegaskan bahwa ia bukan seorang Sofis yang menerima bayaran untuk bersilat lidah. Ia berargumen bahwa jika ia merusak pemuda, ia pun akan ikut menderita karena hidup di tengah masyarakat yang rusak—logika yang menunjukkan betapa tidak masuk akalnya tuduhan tersebut. 4. Relevansi dalam Debat Modern Pelajaran dari Socrates adalah perbedaan antara: Eristik: Berdebat hanya untuk menang (sering menggunakan fitnah dan manipulasi). Dialektika: Berdebat untuk mencari kebenaran (meskipun harus menjatuhkan ego lawan). #socrates #lewatberanda #foryou #fyppppppppppppppppppppppp #fypシ゚

About