Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@user615162379: shabu
shabu
Open In TikTok:
Region: PK
Sunday 08 March 2026 19:24:00 GMT
123
35
8
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
3.23MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.23MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
333منافق یار ▄︻̷̿┻̿═━一 :
🥰🥰🥰
2026-04-21 13:12:14
1
AHATSHAM ♥️ KING :
♥️♥️♥️
2026-03-08 20:00:28
1
꧁𓊈𒆜KAKA𒆜𓊉꧂ :
🥰🥰🥰
2026-03-09 05:49:28
1
Brokeن Waحab :
🥰🥰🥰
2026-03-09 08:39:11
1
brend mistri 🏠 :
🥰🥰🥰
2026-03-10 06:02:49
1
꧁༒☬𝓜𝓪𝓱𝓪𝓻 𝓡𝓪𝓼𝓱𝓲𝓭☬༒꧂ :
🥰🥰🥰
2026-03-10 15:27:04
1
🥰 JAM Waseem 🥰 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-03-12 04:57:04
1
DANGEROUS BOY :
🥰🥰🥰
2026-03-20 16:35:02
1
To see more videos from user @user615162379, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Ngày 2: seri 3 ngày, 3 món em gái gheccc #vanmukbang #emgai
Crocodile RHTS Women Top Handle Bag Elegant Design Smart Casual Large Capacity
Socialist Modernism in Bucharest! Bucharest’s Socialist Modernism (1950s–1989) fused modernist functionality with communist doctrine, producing stark, utilitarian structures meant to serve collective needs. Unlike the ornate neo-classical socialist style seen in the Palace of the Parliament, these buildings embraced raw concrete, repetitive modular designs, and imposing scales—prioritizing efficiency over aesthetics. Key examples include the Drumul Taberei and Militari housing districts, where standardized apartment blocks embodied socialist egalitarianism (and later, urban decay). Another notable structure is the IMGB Factory, showcasing the era’s emphasis on industrial production over ornament. These buildings were designed to reflect the regime’s vision of a homogenized, egalitarian society, though their rigid uniformity often sacrificed livability. Today, these structures divide opinion—some see them as oppressive relics, others as cultural artifacts ripe for adaptive reuse. Their unflinching concrete forms remain a tangible record of an era that reshaped Bucharest’s identity. 📸 Photograph by Dumitru Rusu | Documentation: ©️ BACU Association / 2013-2025 #socmod #socheritage #socmodernism #sovietmodernism #brutalism #archilovers #architecturelovers #architecture #brutalist #modernarchitecture #minimalism #brutalism #brutalistarchitecture #concrete #construction #architecturephotography #modernism #brutgroup #architectural #design #minimal #socialistmodernism #brutalism #concretearchitecture #modernistarchitecture #concretehouse #socmonumentalart #brutgroup
"Di Pusara Ini, Bersemadilah Cinta Yang Menemani Hidupku…” Selepas hampir 70 tahun bersama, akhirnya Tun Dr Mahathir berdiri di sisi pusara insan yang selama ini menjadi teman hidupnya AlmarhumahTun Dr Hasmah. Di hadapan pusara itu, mungkin tiada lagi kata-kata yang mampu menggambarkan perasaan seorang suami yang baru kehilangan isterinya. Wanita yang selama puluhan tahun berada di sisinya, melalui jatuh bangun kehidupan, menjadi tempat berkongsi cerita, menjadi peneman dalam perjalanan panjang sebagai suami, bapa dan pemimpin negara. Hari ini, beliau datang bukan lagi untuk menggenggam tangan isterinya, bukan untuk berbual seperti dahulu, tetapi untuk menghadiahkan doa. Di usia senja, setelah begitu lama berjalan bersama, perpisahan itu pasti terasa begitu berat. Ada kenangan yang tidak mungkin terpadam. Ada suara yang tidak mungkin didengari lagi. Ada wajah yang akan terus hidup dalam ingatan, walaupun jasadnya telah kembali kepada Yang Maha Esa. Tun Hasmah bukan sekadar seorang isteri kepada Tun Mahathir. Beliau adalah sahabat hidupnya, insan yang menemani perjalanan panjang sejak mereka masih muda, membina keluarga, melalui pelbagai fasa kehidupan dan berdiri di sisinya dalam suka mahupun duka. Kini, hanya doa yang mampu dikirimkan. “Terima kasih, Hasmah kerana telah menemani hidupku begitu lama. Terima kasih kerana menjadi isteriku, sahabatku dan teman dalam perjalanan hidup ini. Pergilah dengan tenang. Aku akan terus mengirimkan doa buatmu sehingga tiba saat kita dipertemukan kembali.” Dan di pusara itu, seorang suami mungkin belajar bahawa cinta tidak berakhir apabila seseorang pergi. Cinta itu terus hidup dalam kenangan, dalam doa dan dalam hati insan yang ditinggalkan. Khaizura Khalid 1 Oktober 2026 | 19 Rabiul Akhir 1448H Bangsar, Kuala Lumpur #TunMahathir #quotes
Perjalanan menyembuhkan luka dan menemukan arti cinta sejati di titik tertinggi Gunung Rinjani. Ikuti kisah emosional mereka yang dibintangi oleh Abun Sungkar dan Calista Arum! 🏔️✨ #calistaarum #wendywalters #3726MDPL #film3726MDPL #fyp #masukberanda #filmindonesia #falconpictures #abunsungkar
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy