@jannat_200c247: 🥹🥹

☹  𝕀т’Ŝ ϻ𝓔  😎♥
☹ 𝕀т’Ŝ ϻ𝓔 😎♥
Open In TikTok:
Region: BD
Sunday 08 March 2026 23:17:57 GMT
2532
147
0
21

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @jannat_200c247, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

> ​1. Sudut Pandang Syariat (Fiqh). ​Secara syariat, kondisi pikun atau hilang ingatan karena usia lanjut dikategorikan sebagai bagian dari Ma'tuh (kurang akal/pikun). Dalam kondisi ini: • ​Pena Catatan Amal Terangkat (Rufi'al Qalam): Mereka tidak lagi dibebani kewajiban syariat (taklif). Segala kekhilafan dimaafkan oleh Allah SWT. • ​Ladang Amal bagi Keluarga: Bagi anak dan keluarga yang merawatnya, ini adalah pintu surga yang dibuka lebar melalui jalan kesabaran dan bakti (birrul walidain). > ​2. Sudut Pandang Hakikat dan Tasawuf. ​Dalam pandangan tasawuf, kita dapat melihat kondisi ini dari dua dimensi: • ​A. Perbedaan Esensial antara Pikun Fisik dan Fana' Spiritual. - ​Fana' yang Hakiki (Suluk): Adalah sirnanya kesadaran seorang salik (penempuh jalan spiritual) terhadap makhluk dan dirinya sendiri, karena hatinya telah tenggelam (istighraq) dalam keagungan dan cinta kepada Allah SWT. Ini dicapai melalui latihan spiritual (mujahadah) yang disadari. - ​Pikun (Medis/Fisik): Adalah penurunan fungsi biologis otak. Secara fisik, organ penyimpan memori duniawi mereka mengalami kemunduran. • ​B. Ketika Pikun Menjadi
> ​1. Sudut Pandang Syariat (Fiqh). ​Secara syariat, kondisi pikun atau hilang ingatan karena usia lanjut dikategorikan sebagai bagian dari Ma'tuh (kurang akal/pikun). Dalam kondisi ini: • ​Pena Catatan Amal Terangkat (Rufi'al Qalam): Mereka tidak lagi dibebani kewajiban syariat (taklif). Segala kekhilafan dimaafkan oleh Allah SWT. • ​Ladang Amal bagi Keluarga: Bagi anak dan keluarga yang merawatnya, ini adalah pintu surga yang dibuka lebar melalui jalan kesabaran dan bakti (birrul walidain). > ​2. Sudut Pandang Hakikat dan Tasawuf. ​Dalam pandangan tasawuf, kita dapat melihat kondisi ini dari dua dimensi: • ​A. Perbedaan Esensial antara Pikun Fisik dan Fana' Spiritual. - ​Fana' yang Hakiki (Suluk): Adalah sirnanya kesadaran seorang salik (penempuh jalan spiritual) terhadap makhluk dan dirinya sendiri, karena hatinya telah tenggelam (istighraq) dalam keagungan dan cinta kepada Allah SWT. Ini dicapai melalui latihan spiritual (mujahadah) yang disadari. - ​Pikun (Medis/Fisik): Adalah penurunan fungsi biologis otak. Secara fisik, organ penyimpan memori duniawi mereka mengalami kemunduran. • ​B. Ketika Pikun Menjadi "Fana' yang Dipilihkan" oleh Allah. ​Meskipun secara medis merupakan penyakit, bagi seorang mukmin yang saleh dan ahli zikir, pikun bisa menjadi jalan "Fana' Ijbari" (fana yang dipaksakan/dipilihkan oleh Allah demi kasih sayang-Nya). Sufi memandang fenomena ini dengan kacamata kearifan: • ​Penyucian dari Dunia (Tathhir): Allah memutus ingatan mereka dari hiruk-pikuk dunia agar jiwa mereka tidak lagi terbebani oleh urusan duniawi yang fana. Ingatan mereka disendirikan hanya untuk menyongsong kepulangan. • ​Kondisi Jiwa yang Kembali ke Fitrah (seperti Bayi): Ketika memori dunianya dihapus, mereka kembali ke keadaan bersih tanpa dosa, benci, atau dendam. Ini mirip dengan esensi fana', yaitu kosongnya hati dari selain Allah (aghyar). • ​Rahasia Zikir yang Menetap di Ruh: Seringkali kita jumpai orang tua yang pikun (lupa nama anaknya, lupa rumahnya), namun ketika mendengar azan, nama Allah, atau selawat, lisan dan hatinya langsung menyambung. Ini membuktikan bahwa yang pikun adalah akal fisiknya (otak), sedangkan ruh dan hatinya (qalbu) tetap terjaga dalam zikir kepada Allah (Hifzhul Ilahi). ~ ​Kesimpulan & Cara Menyikapinya: ​Dalam pandangan hakikat, kita tidak perlu membedakan secara kaku apakah itu pikun medis biasa atau maqam fana'. Bagi seorang mukmin, keduanya adalah rahmat: - ​Jika itu pikun biasa, itu adalah pelebur dosa dan puncak istirahat bagi mereka dari lelahnya beban duniawi. - ​Jika mereka adalah ahli zikir semasa hidupnya, maka pikun tersebut adalah cara Allah mem-fana-kan mereka dari makhluk agar fokus bersiap masuk ke dalam Baqa' (keabadian bersama Allah). • ​Sikap Terbaik Kita: Pandanglah orang tua kita dengan pandangan takzim (hormat) dan kasih sayang (rahmah). Anggaplah mereka sedang berada dalam penjagaan khusus (khalwat) bersama Allah, di mana komunikasi mereka dengan dunia luar telah diputus agar mereka fokus berbisik-bisik dengan Sang Pencipta. Ikuti Ngaji Live #buyachozin Setiap pagi Jam 05.30 Wib. #ngajiroso #ngaji #tua #fypシ゚viral🖤tiktok

About