@horror.media1: Kebun Stroberi di Tanah Bekas Kuburan Masal Tahun 1960-an Lembang, Bandung ‼️ Malam itu kabut turun lebih tebal dari biasanya di pegunungan Bandung, tepatnya di daerah Lembang. Hujan mengguyur lereng bukit tanpa henti, membasahi kebun stroberi luas yang terlihat jelas dari sebuah vila tua yang berdiri di pinggir perkebunan. Vila itu menghadap langsung ke arah kebun stroberi yang membentang di lereng pegunungan. Siang hari pemandangannya indah—hamparan daun hijau dan buah merah menyala. Saat liburan semester, sekelompok mahasiswa yang sedang liburan bersama teman kampus menyewa vila itu karena pemandangannya terkenal indah. Mereka tertawa, berfoto, dan memetik stroberi di kebun dekat vila sepanjang siang hari. Namun penjaga vila sempat berkata pelan sebelum pergi. “Kalau malam… jangan turun ke kebun.” Mereka hanya tertawa, menganggapnya candaan untuk menakut-nakuti wisatawan. Malam datang cepat di pegunungan. Kabut turun perlahan menutupi kebun stroberi di bawah vila. Hujan mulai turun, semakin lama semakin deras. Angin gunung berhembus dingin hingga kaca jendela vila bergetar pelan. Sekitar tengah malam, petir menyambar langit. DUAARR! Kilatan cahaya putih menerangi kebun stroberi sesaat. Dari balkon vila, salah satu dari mereka melihat sesuatu yang aneh. Beberapa buah stroberi tampak memiliki bentuk seperti wajah kecil. Penasaran, mereka menyalakan senter ponsel dan menyinari kebun di bawah. Barisan buah merah itu terlihat berbeda. Ada yang seperti tertawa. Ada yang seperti menangis. Dan beberapa tampak ketakutan, seperti wajah yang menjerit tanpa suara. Salah satu dari mereka mencoba bercanda dengan suara pelan. “Stroberi… kok kayak muka orang?” Angin tiba-tiba berhembus lebih kuat. Tanaman stroberi bergoyang bersamaan. Petir kembali menyambar. DUAAARR! Dalam kilatan cahaya itu, mereka melihat sesuatu yang membuat semua langsung terdiam. Semua buah stroberi di kebun itu… seperti menghadap ke arah vila. Seolah menatap mereka. Tiba-tiba dari arah kebun terdengar suara lirih. Seperti banyak orang berbisik bersamaan dari tanah basah. “Dingin… Gelap… Kami masih di sini…” Tawa mereka langsung hilang. Tak ada yang berani bergerak. Saat petir kembali menyambar, mereka melihat sesuatu di antara tanaman stroberi. Bayangan-bayangan manusia berdiri diam di tengah kebun, samar di balik kabut dan hujan. Seperti sosok lelaki dari masa puluhan tahun lalu. Konon, pada tahun 1950–1960-an, lereng pegunungan itu pernah menjadi lokasi bentrokan bersenjata. Sebagian jasad para pemberontak yang tewas dikuburkan secara darurat di tanah itu tanpa nisan. Kini tanah itu menjadi kebun stroberi. Beberapa buah tampak bergerak pelan, seperti kepala kecil yang mengangguk. Beberapa terlihat tertawa tanpa suara. Dan beberapa menangis, seolah wajah-wajah yang terkubur di tanah itu mencoba keluar melalui buah yang tumbuh di atas mereka. Tak ada yang berani berkata apa pun. Malam itu mereka menutup tirai balkon dan tidak ada yang tidur sampai pagi. Keesokan harinya mereka langsung meninggalkan vila. Namun sampai sekarang, para penjaga vila di Lembang, Bandung sering mengatakan… Jika hujan deras turun dan petir menyambar di kebun stroberi itu… para tamu yang melihat ke arah kebun dari balkon vila kadang akan menyadari sesuatu yang aneh. Di antara daun-daun basah dan kabut pegunungan… buah stroberi merah tampak seperti wajah yang hidup—tertawa, menangis, dan ketakutan di dalam kegelapan malam. 👉🏻Jangan lupa mampir ke showcase untuk melihat berbagai asesoris menarik bertema horor yang unik dan misterius. #ceritahoror #horrormedia #horrortiktok #strawberry #lembang

Horror Media
Horror Media
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 11 March 2026 01:00:00 GMT
2998
49
1
1

Music

Download

Comments

yogisopiaa.p
Putrii :
😁😁😁
2026-03-12 02:01:37
0
To see more videos from user @horror.media1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About