@bella.moon47: This is probably the only device that lets you wear an “air conditioner”around your neck.#tiktokshop #portablefan #handheldfan #minifan #fyp

Bella🌙
Bella🌙
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 12 March 2026 10:30:00 GMT
1219
3
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @bella.moon47, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Masa jabatan 23 Juni 1962 – 1 Oktober 1965 Presiden Soekarno Menteri/Kepala Staf/Panglima ABRI Abdul Haris Nasution Sebelum Pendahulu Abdul Haris Nasution Pengganti Pranoto Reksosamudro Sebelum Informasi pribadi Lahir 19 Juni 1922 Jenar, Purworejo, Hindia Belanda Meninggal 1 Oktober 1965 (umur 43) Jakarta, Indonesia Makam TMPNU Kalibata, Jakarta Kebangsaan Indonesia Suami/istri Yayu Rulia Sutowiryo ​ ​(m. 1944)​ Anak 8, termasuk Amelia Achmad Yani Pekerjaan Perwira TNI AD Penghargaan sipil Pahlawan Revolusi Indonesia (1965) Julukan Jansen[a] •Riwayat Hidup : Ahmad Yani lahir di Jenar, Purwodadi, Purworejo pada tanggal 19 Juni 1922 dari pasangan M. Wongsorejo dan istrinya Murtini.[2] Keluarga ini bekerja di sebuah pabrik gula yang milik seorang Belanda.[3] Mulanya Ahmad Yani menempuh pendidikan HIS di Purworejo hanya sampai kelas I, Ia pindah ke HIS Magelang sejak kelas II. Ahmad Yani menamatkan HIS pada 1935 di Bogor dan meneruskan hingga MULO. Ia pindah ke Jakarta untuk menempuh sekolah AMS tapi terhenti karena perang dunia II.[2] Pada tahun 1940, Yani meninggalkan sekolah menengah untuk menjalani pendidikan wajib militer sebagai tentara Hindia Belanda. Sebagai calon perwira, ia mengambil kecabangan/bidang topografi militer di Malang, Jawa Timur, tetapi pendidikan ini terputus karena invasi Jepang pada tahun 1942. Di tahun yang sama, Yani dan keluarganya pindah kembali ke Jawa Tengah.[butuh rujukan] Ketika Hindia Belanda jatuh ke tangan Jepang, Ia sempat ditangkap oleh pasukan Dai Nippon di Cimahi. Namun ia bebas dan Ahmad Yani kembali ke Purworejo.[2] Pada tahun 1943, ia bergabung menjadi anggota PETA (Pembela Tanah Air) yang dibentuk oleh penguasa Jepang waktu itu dan menjalani pelatihan lanjut di Magelang. Setelah menyelesaikan pelatihan ini, Yani meminta untuk dilatih sebagai komandan peleton PETA dan menerima pendidikan di Bogor, Jawa Barat. Setelah selesai, ia dikirim kembali ke Magelang sebagai instruktur tentara.[butuh rujukan] Pada tanggal 5 Desember 1944, ia menikah dengan Bandiah Yayu Ruliah, yang dulu pernah menjadi guru mengetiknya. Dari perkawinan ini, mereka dianu­gerahi delapan orang anak.[4]  #fyppppppppppppppppppppppppppppp #ahmadyani #xzybca #pahlawanrevolusi #fyp
Masa jabatan 23 Juni 1962 – 1 Oktober 1965 Presiden Soekarno Menteri/Kepala Staf/Panglima ABRI Abdul Haris Nasution Sebelum Pendahulu Abdul Haris Nasution Pengganti Pranoto Reksosamudro Sebelum Informasi pribadi Lahir 19 Juni 1922 Jenar, Purworejo, Hindia Belanda Meninggal 1 Oktober 1965 (umur 43) Jakarta, Indonesia Makam TMPNU Kalibata, Jakarta Kebangsaan Indonesia Suami/istri Yayu Rulia Sutowiryo ​ ​(m. 1944)​ Anak 8, termasuk Amelia Achmad Yani Pekerjaan Perwira TNI AD Penghargaan sipil Pahlawan Revolusi Indonesia (1965) Julukan Jansen[a] •Riwayat Hidup : Ahmad Yani lahir di Jenar, Purwodadi, Purworejo pada tanggal 19 Juni 1922 dari pasangan M. Wongsorejo dan istrinya Murtini.[2] Keluarga ini bekerja di sebuah pabrik gula yang milik seorang Belanda.[3] Mulanya Ahmad Yani menempuh pendidikan HIS di Purworejo hanya sampai kelas I, Ia pindah ke HIS Magelang sejak kelas II. Ahmad Yani menamatkan HIS pada 1935 di Bogor dan meneruskan hingga MULO. Ia pindah ke Jakarta untuk menempuh sekolah AMS tapi terhenti karena perang dunia II.[2] Pada tahun 1940, Yani meninggalkan sekolah menengah untuk menjalani pendidikan wajib militer sebagai tentara Hindia Belanda. Sebagai calon perwira, ia mengambil kecabangan/bidang topografi militer di Malang, Jawa Timur, tetapi pendidikan ini terputus karena invasi Jepang pada tahun 1942. Di tahun yang sama, Yani dan keluarganya pindah kembali ke Jawa Tengah.[butuh rujukan] Ketika Hindia Belanda jatuh ke tangan Jepang, Ia sempat ditangkap oleh pasukan Dai Nippon di Cimahi. Namun ia bebas dan Ahmad Yani kembali ke Purworejo.[2] Pada tahun 1943, ia bergabung menjadi anggota PETA (Pembela Tanah Air) yang dibentuk oleh penguasa Jepang waktu itu dan menjalani pelatihan lanjut di Magelang. Setelah menyelesaikan pelatihan ini, Yani meminta untuk dilatih sebagai komandan peleton PETA dan menerima pendidikan di Bogor, Jawa Barat. Setelah selesai, ia dikirim kembali ke Magelang sebagai instruktur tentara.[butuh rujukan] Pada tanggal 5 Desember 1944, ia menikah dengan Bandiah Yayu Ruliah, yang dulu pernah menjadi guru mengetiknya. Dari perkawinan ini, mereka dianu­gerahi delapan orang anak.[4] #fyppppppppppppppppppppppppppppp #ahmadyani #xzybca #pahlawanrevolusi #fyp

About